Menantu Yang Tidak Diinginkan

Menantu Yang Tidak Diinginkan
47


__ADS_3

Masih shock tak percaya mendengar jumlah yang sudah diambil Rayhan, memang orang tuanya itu selalu mengirim uang dengan jumlah yang banyak, tidak seperti awal-awal saat bekerja. Karna itu Fifi bisa bebas belanja apa saja yang dia inginkan.


Kalau begini bagaimana ia akan shooping lagi, bahkan ia masih ingin menunjukkan kalau dirinya lebih kaya dan hebat dibanding Nita yang sudah menunjukkan mobilnya, padahal Nita tak pernah berpikir sampai ke situ.


Sewaktu Nita menampar Fifi, saat itu benci itu mulai muncul. Fifi tak terima dirinya diperlakukan seperti itu, tapi ia mau melawan juga tidak bisa karna ada mamahnya yang mungkin akan melakukan hal yang lebih karna Sinta terlihat tegas dan juga tidak pernah main-main dengan ucapannya.


Harapannya sekarang hanya pada Surya, ia ingin meminta seluruh gaji Surya di pegang oleh Fifi. Biasanya Surya memberikan ke pada ibunya dan separuhnya pada Fifi sedang Surya juga memegang takutnya nanti ada keperluan dan juga untuk membeli bensin dan makan siang.


Fifi akan berbicara kalau dirinya yang akan mengelola uang itu, bagaimanapun caranya Fifi harus bisa memegang seluruh gaji Surya agar ia bisa menunjukkan pada Nita kalau dirinya juga bisa membeli barang-barang mewah.


Sore harinya, Fifi yang sudah menunggu Surya di dalam kamarnya. Surya yang baru pulang tak melihat orang di ruang depan, akhirnya Surya langsung masuk ke dalam kamarnya.


Ceklek


“Sudah pulang mas” ucap Fifi langsung mengambil tas Surya dan menaruhnya


Surya yang heran dengan perlakuan Fifi karna tidak seperti biasanya. Sebelum-sebelumnya Fifi tidak pernah menyapanya saat pulang kerja, bahkan ia tidak mau menyambutnya karna sibuk dengan urusan yang tidak tahu apa itu.

__ADS_1


“Tumben kamu begini?” tanya Surya memincingkan matanya


“Aku kan istri kamu jadi wajar kalau aku seperti ini” jawab Fifi sambil membuka dasi Surya


“Aku pulang juga tidak pernah kamu sambut, sekarang malah tiba-tiba jadi perhatian pasti ada maunya” ucap Surya


Fifi langsung duduk di pinggir ranjang di susul Surya. Sepertinya Surya tahu kalau Fifi sedang menginginkan sesuatu. Terlihat dari sikapnya yang berubah perhatian dan peduli pada Surya.


“Gaji kamu aku yang pegang semua ya” ucap Fifi


Benar dugaan Surya kalau Fifi sedang menginginkan sesuatu, kalau tidak pasti ia tidak ada bersikap manis seperti tadi. Surya heran dengan Fifi, terkadang Surya merindukan Nita yang selalu menyambutnya meski ia juga bekerja kalau yang datang lebih dulu Nita, Nita tetap melakukan tugasnya sebagai istri. Berbeda dengan Fifi, sudah tidak bekerja dan tidak melakukan apa-apa menyambut Surya pun seperti tidak ada waktu.


Fifi pikir Surya akan langsung mengiyakan permintaannya karna selama ini ia tidak pernah neko-neko, tapi nyatanya Surya malah membahas hal lain yang membuat Fifi malas mendengarnya.


“Ya aku kan bukan pembantu mas, aku tidak mau melakukan semua itu. Ibu kamu kan sudah biasa sedangkan aku tidak biasa apalagi memasak” keluh Fifi


Fifi selalu dimanja oleh orang tuanya, semua yang ia ingin selalu didapat, karna itulah Fifi tidak biasa melakukan semuanya sendiri. Sebelumnya ada pembantu di rumah Fifi, namun Fifi memecatnya karna ia rasa tidak memerlukan lagi karna sudah ada Dara yang bisa melakukan pekerjaan itu. Namun Dara tidak mengetahui jika Nita Fifi mengajak Dara tinggal hanya untuk melakukan pekerjaan rumah.

__ADS_1


“Maka itu kamu belajar agar bisa melayani suami kamu dengan baik, kamu itu sudah menjadi istri yang harus siap melayani suami kamu. Menyiapkan makan itu sudah tanggung jawab kamu sebagai istri karna aku akan bekerja, kecuali kamu yang bekerja biar aku yang menyiapkan makanan”


Hal itu membuat Fifi berdecak, Surya malah menyuruhnya bekerja. Selama ini saja Fifi hanya biasa belanja dan meminta uang pada orang tuanya, tak pernah Fifi disuruh bekerja, tapi sekarang Surya malah menyuruhnya untuk bekerja.


“Bekerja itu kan tugas kamu, kenapa kamu malah nyuruh aku? Sekarang kamu perhitungan sama aku, atau kamu ingin membanding-bandingkan aku dengan mantan istri kamu yang bekerja itu dan gajinya lebih dari gaji kamu makanya dia seenaknya melakukan ini itu. Aku tidak mau bekerja jangan pernah menyuruh aku bekerja”


Karna kesal Fifi memilih berbaring dan menutupi tubuhnya dengan selimut, ia malas berdebat dengan Surya, biarlah nanti lagi ia usaha meminta semua gaji Surya. Untuk sekarang Fifi memilih dian karna ujung-ujungnya hanya akan ada perdebatan dan bisa membuatnya bertengkar dengan Surya.


Surya menghembuskan nafasnya kasar, sekarang ia benar-benar menyesal telah menceraikan Nita. Wanita yang selalu membuatnya merasa nyaman dan selalu dihargai. Tapi Surya malah menamparnya karna hal yang tidak sengaja ia lakukan, rasa bersalah itu selalu muncul kalau Surya bertengkar dengan Fifi.


Selama pernikahan dengan Nita, Surya tak pernah sampai bertengkar masalah gaji atau sampai bertengkar hebat, Nita tak pernah perhitungan meski gajinya lebih besar dari pada Surya. Bahkan Nita dengan suka rela mengeluarkan uangnya jika ibunya meminta pada Surya.


Mau menyesal pun sudah percuma, ia tak bisa kembali lagi pada Nita. Surya terlalu gegabah menceraikan Nita padahal semuanya bisa diselesaikan dengan baik-baik. Andai Surya tidak langsung menceraikan Nita pasti sekarang ia masih bersama dengan Nita. Tapi semua sudah terjadi, menyesalpun tak ada gunanya.


Lebih baik Surya mencoba membuat Fifi berubah agar tidak selalu seperti ini, setidaknya Fifi menghargai perjuangannya, meski gajinya tidak banyak yang penting itu sudah cukup untuk makan sebulan tanpa perlu meminjam uang. Tapi kebiasaan Fifi yang harus dirubah karna bisa membuat uangnya tak akan cukup sebulan jika terus-terusan belanja barang-barang yang harganya lumayan banyak.


Memang benar kata orang, beda istri beda rezeki. Sealam berumah tangga dengan Nita, Surya tak pernah meributkan masalah uang. Meski gajinya selalu ia bagi dua dengan ibunya Nita tak pernah mempermasalahkan itu. Bahkan Nita mencukupi semua kebutuhan mereka dengan setengah gaji Surya meski kadang harus ditanggung olehnya. Nita tak keberatan karna baginya yang penting keutuhan rumah tangganya.

__ADS_1


Surya belum tahu jika mertuanya sudah berada di rumah ini, karna sepulang Surya kerja mereka masih berada di dalam kamar. Entah akan seperti apa jika nanti mereka hidup bersama dan mengandalkan hasil dari Surya, sedangkan Fifi dan orang tuanya biasa foya-foya dengan berbelanja barang-barang maha yang bermerk.


__ADS_2