Menantu Yang Tidak Diinginkan

Menantu Yang Tidak Diinginkan
58


__ADS_3

Hengki masih menjalankan rencananya, terbukti sekarang ia sudah berada di Mal dengan kekasih pura-puranya. Di sana juga ada Nita dengan Wiwik yang sedang berbelanja menikmati akhir pekan mereka.


“Kita makan dulu yuk” ajak Nita pada Wiwik


“Ya sudah deh nanti kita cari lagi sepatunya” ucap Wiwik


Nita pun mengangguk mengiyakan permintaan Wiwik.


Mereka berdua menuju sebuah Restoran untuk makan. Tanpa mereka sadari ada Hengki dan Agnes yang sudah duduk di belakang mereka.


Setelah memesan makanan, Nita dan Wiwik menunggu pesanan mereka datang.


Tanpa Wiwik sengaja melihat ke arah belakang dan ia melihat Hengki, Wiwik pun menyapanya.


“Eh pak Hengki di sini juga?” tanya Wiwik


Hengki yang pura-pura terkejut karna keberadaan mereka pun merespons Wiwik.


“Eh Wiwik, iya aku lagi makan nih” jawab Hengki


Berbeda dengan Nita yang terlihat tak terlalu tertarik untuk mengajaknya berbicara, terlihat dari raut wajahnya.


“Loh loh loh bapak sama siapa tuh tumben bawa cewek sudah ada pawangnya nih” goda Wiwik


Hengki hanya tersenyum dan melihat ke arah Nita.


“Nit kayaknya kamu ada saingan kalo mau sama pak Hengki” bisik Wiwik


Nita memutar bola matanya karna bisikan Wiwik.


Pesanan Nita dan Wiwik pun datang “Selamat menikmati kak” ucap pelayan


“Terima kasih” ucap Nita

__ADS_1


Wiwik dan Nita memakan pesanan yang dimakannya, sebelum itu Wiwik mengajak Hengki dan Agnes bergabung dengan mereka tapi Nita malah mempelototi Wiwik. Ia seperti tidak mengerti dengan kode yang diberikan Nita.


Hengki pun tak menyia-nyiakan moment ini dan langsung bergabung dengan Nita dan Wiwik.


Nita menghembuskan nafasnya kasar ketika Hengki dan Agnes sudah duduk satu meja dengan mereka.


Mereka berempat menikmati makanan yang ada di hadapannya, sesekali mengobrol.


“Pak Hengki sejak kapan pacaran?” tanya Wiwik ingin tahu


Karna selama ini yang Wiwik tahu Hengki masih menyukai Nita bahkan masih terus berusaha mendekati temannya itu tapi sekarang ia malah melihat Hengki dengan perempuan lain. Menurutnya terlalu cepat jika Hengki sudah memiliki kekasih, maka karna itu Wiwik bertanya pada Hengki.


“Kami baru saja pacaran” jawab Hengki santai


“Iya kami langsung pacaran karna kami sama-sama cocok jadi tidak mau membuang-buang waktu untuk lama-lama mungkin akan segera ke jenjang yang lebih serius juga karna kalau lama-lama takut digondol orang” jawab Agnes sambil tertawa


Nita hanya tersenyum tipis menanggapi candaan Agnes, ya dirinya merasa sedikit tersindir dengan ucapan Agnes entah itu sengaja mengatakannya atau tidak.


Agnes menyukai Hengki sejak pertama ia bertemu, ketampanan yang dimiliki Hengki membuat Agnes jatuh cinta, namun sayangnya Hengki tak pernah menyadari itu, baginya yang penting saat ini rencananya berjalan lancar.


“Kita pulang yuk, makanannya sudah habis juga” ajak Nita setelah menyelesaikan makannya


“Tapi kita kan-“


Belum sempat Wiwik melanjutkan ucapannya sudah mendapat tendangan di kakinya dari Nita yang berarti kalau ucapan Nita tidak bisa dibantah.


“Ya sudah ayo kita pulang” Wiwik pun pasrah


“Kami pamit duluan ya pak” ucap Wiwik


Hengki menatap Nita dan Wiwik bergantian dan akhirnya mengangguk yang menandakan mengiyakan ucapan Wiwik.


Setelah Wiwik dan Nita menjauh dari Restoran, Wiwik menanyakan banyak pertanyaan pada Nita. Biasalah Wiwik memang super peka dengan keadaan, seperti tadi saat Nita tidak nyaman berada di sana dan mengajaknya pulang.

__ADS_1


“Kamu kenapa? Tumben ngajak pulang cepat? Atau kamu kesal lihat pak Hengki sudah punya pacar dan kamu cemburu” tebak Wiwik


Nita memukul lengan Wiwik karna sudah cerewet dan melontarkan beberapa pertanyaan pada Nita.


“Makanya jangan cerewet” omel Nita


“Aku kan cuma tanya, lagian kamu aneh banget sih biasanya juga kamu biasa saja sama pak Hengki kenapa sekarang jadi kayak pendiam gini”


Nita tak menggubris ucapan Wiwik, ia berlalu meninggalkan Wiwik. Wiwik berteriak memanggil Nita karna ditinggal.


“Nita!” teriak Wiwik


“Bodo amat” Nita terus berjalan tak memperdulikan teriakan Wiwik.


Sedangkan di Restoran, Hengki masih bersama Agnes.


“Kamu pulang sendiri ya” Hengki berdiri lalu meninggalkan Agnes


Dengan perasaan kesal Agnes pun keluar dari Restoran, padahal ia tadi berharap bisa pulang bersama Hengki, tapi nyatanya Hengki malah meninggalkannya dan menyuruhnya pulang sendirian. Kalau tidak memikirkan perusahaan papahnya yang membutuhkan bantuan Hengki sudah pasti Agnes akan melakukan hal lainnya.


Di dalam surat perjanjiannya Agnes tidak boleh melakukan yang aneh-aneh, bahkan untuk memegang tangan Hengki duluan ia tidak boleh kecuali Hengki yang memegangnya duluan. Tentu saja hal itu dilakukan Hengki agar nantinya tidak membuat Agnes mengambil kesempatan dalam kesempitan. Hengki mewanti-wanti hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.


Kalau Agnes berani melanggar perjanjian yang dibuatnya maka perusahaan papahnya kan hancur, dan Agnes tidak mau hidup miskin yang ada dia tidak bisa berfoya-foya dan apa kata teman-temannya nanti kalau tahu Agnes sudah tidak lagi kaya.


Terbiasa hidup mewah dari kecil membuat Agnes tak bisa hidup tanpa kekayaan orang tuanya. Ia selalu dimanjakan orang tuanya, semua yang diinginkan selalu terpenuhi. Karna itu Agnes tak mau merasakan hidup tanpa harta baginya hidup tanpa kemewahan sangatlah hampa. Agnes tidak bisa membeli barang-barang yang diinginkan.


Akting yang sedang ia perankan bersama Hengki bisa membuat perusahaan papahnya mulai mengalami kemajuan. Sekarang Agnes tak perlu berhemat lagi jika ingin berbelanja. Meski tidak stabil tapi Agnes tidak perlu risau karna sedikit lagi perusahaan papahnya akan stabil kembali.


Untuk sekarang Agnes hanya ingin menjalankan rencananya bersama Hengki, siapa tahu Hengki benar-benar tertarik dengan dirinya. Kalau benar Hengki tertarik tentu saja ia akan menjadi istrinya dan dipastikan Agnes tak perlu risau lagi masalah hidupnya nanti bahkan sampai ia memiliki cucu pun Agnes tak perlu pusing mengenai biaya hidupnya karna kekayaan Hengki sudah cukup jadi ia bisa bersantai-santai di rumah.


Selama dua hari ini Nita memperlihatkan reaksinya saat bertemu dengan Hengki dan Agnes. Siapapun bisa menilai kalau Nita tidak suka melihat Hengki dengan Agnes namun itulah Nita yang masih saja terus mengelak karna ia tak mau terlalu memikirkan masalah itu. Baginya yang paling penting saat ini adalah kebahagiaan orang tuanya dan Nita juga ingin menikmatinya karna sudah kehilangan masa-masa itu. Meski tidak bisa mengulang setidaknya ia ingin membuat kesan bersama kedua orang tuanya.


 

__ADS_1


__ADS_2