Menantu Yang Tidak Diinginkan

Menantu Yang Tidak Diinginkan
57


__ADS_3

Keesokan harinya, Nita berangkat ke kantornya. Hari ini ia ada meeting dengan perusahaan Hengki, sebenarnya Nita sempat menyuruh asistennya saja untuk mewakilkan namun meeting kali ini tak bisa diwakilkan jadi Nita terpaksa untuk datang. Nita masih belum siap bertemu dengan Hengki semenjak kejadian semalam.


Bukannya ingin menghindar tapi Nita merasa pertemuan kali ini akan terasa canggung. Meski Nita harus bersikap profesional tapi tetap saja kecanggungan itu pasti akan dirasakannya. Entah nanti sikap Hengki akan seperti apa padanya, masih sama atau berubah karna sudah memiliki kekasih.


Sesampainya di kantor, Nita langsung pergi ke ruang rapat.


Hengki ditemani Tino sudah berada di ruangan itu, Nita dan asistennya juga sudah duduk di dalam ruangan itu untuk membahas kerja sama yang akan dijalinnya.


Sebelum Nita yang memegang perusahaan ini, Aryo dan Hengki juga sering melakukan kerja sama. Selain karna Aryo dan Sukma berteman dengan baik perusahaan Hengki juga bisa diandalkan dan Hengki juga termasuk pemimpin yang bertanggung jawab sehingga perusahaan lain yang bekerja sama dengannya akan merasa puas dengan kinerja Hengki.


Hampir satu jam mereka membahas masalah pekerjaan, Nita yang terlihat Fokus berbeda dengan Hengki yang sesekali melirik ke arah Nita melihat wajahnya yang semalam sempat menahan kesal akibat ulahnya.


“Saya rasa pertemuan kita cukupkan, kalau nanti ada hal yang ingin dibahas lagi pak Hengki bisa menghubungi asisten saya” ucap Nita


“Saya akan menghubungi kamu langsung apa kamu keberatan bu Nita?” tanya Hengki


Pertanyaan itu membuat Nita mengerutkan keningnya, memang tidak masalah Hengki menghubunginya tapi ia ingin menjaga jarak dengan Hengki karna ia tak mau nantinya masalah pekerjaan harus disangkutkan dengan urusan pribadi.


Tentu saja hal itu bisa menimbulkan ketidak nyamanan bagi Nita, apalagi kalau nanti kekasihnya itu sampai melabraknya seperti yang dilakukan oleh Fifi. Meski ia tak pernah merasa mengganggu siapapun tetap saja semua itu bisa menimbulkan kesalah pahaman.


“Sebaiknya menghubungi asisten saya karna itu yang selalu saya terapkan jika dengan perusahaan lain dan saya rasa pak Hengki memahami itu” jelas Nita

__ADS_1


Hengki merasa Nita menjaga jarak dengannya, meski sebelumnya ia tak pernah terlalu dekat dengannya tapi kali ini sikap Nita berbeda lagi-lagi Hengki hanya tersenyum menanggapi Nita.


“Baiklah jika itu memang prosedur yang harus dilakukan saya akan menghubungi asisten kamu untuk masalah pekerjaan namun kalau untuk masalah pribadi pastinya saya boleh menghubungimu langsungkan tanpa harus melalui asisten?” tanya Hengki lagi


Nita tak habis pikir dengan pria yang pernah menjadi bosnya itu, bagaimana bisa ia membahas masalah pribadi saat meeting seperti ini.


“Daya rasa pembahasan kita sudah selesai kalau begitu saya pamit karna masih ada pekerjaan”


Tak mendapatkan jawaban Hengki masih berusaha mengejar Nita untuk mengajaknya makan siang nanti karna sebentar lagi juga sudah masuk jam makan siang.


“Bu Nita tunggu” panggil Hengki


Nita pun menghentikan langkahnya, Hengki langsung menghampiri Nita.


“Maaf pak Hengki saya sudah bilang kalau saya masih ada pekerjaan jadi lebih baik pak Hengki mengajak kekasihnya saja dan saya rasa itu lebih baik dari pada mengajak orang lain untuk makan siang bersama. Saya hanya tidak mau nanti kekasih pak Hengki mengamuk pada saya”


Mendapatkan penolakan dari Nita, Hengki tak lagi mengejarnya. Mendengar jawaban Nita terlihat jelas kalau wanita itu tidak suka dengan pacarnya itu lebih tepatnya pacar pura-puranya itu.


Hengki membiarkan Nita pergi, semakin ia memaksa semakin Nita menolaknya. Ia tahu betul sifat Nita bagaimana, biarkan ia melanjutkan rencananya dan melihat seperti apa reaksinya nanti.


Nita kembali ke ruangannya, sebenarnya Nita tak ada pekerjaan yang dikatakan tadi hanyalah alibinya agar Hengki tidak mengajaknya makan siang terus. Nita memilih mencari kesibukan lain dan memesan makanan untuk di makan di ruangannya. Ia tak mau makan di luar yang nantinya bisa bertemu dengan Hengki.

__ADS_1


Rasanya lelah sekali, tidak hanya tubuhnya tapi pikirannya juga sangat lelah. Sudah berbulan-bulan Nita menggantikan Aryo memimpin perusahaannya, Aryo hanya datang berkunjung sesekali melihat perkembangan perusahaannya. Ia tak perlu meragukan lagi hasil kerja Nita, buktinya sekarang perusahaannya mengalami peningkatan semua itu atas upaya Nita.


Ia juga melarang Surya untuk masuk ke dalam ruangannya, Nita tak mau nantinya hanya akan ada perdebatan antara dirinya dengan Surya. Perasaannya pada Surya sudah hilang semenjak Surya memilih Fifi dan dengan tega meninggalkannya.


Tapi untuk memulai sebuah hubungan baru Nita belum siap, karna itu ia tidak mau merespons Hengki, tapi melihat Hengki dengan pacar barunya membuat Nita kesal. Entah kenapa ia merasa tidak suka melihat Hengki dekat-dekat dengan pacarnya itu. Padahal Nita berharap nantinya jika ia membuka hatinya lagi Hengki masih mau bersamanya.


Tidak bisa dibohongi selama Hengki terus berusaha mendekatinya selagi bekerja di perusahaannya perasaan nyaman dirasakan Nita meski ia menampik rasa itu untuk hadir. Tapi apalah daya Nita tak bisa melakukan semua itu, perasaannya tidak bisa dikontrol. Kalau ia bisa memilih, Nita tak mau merasakan jatuh hati lagi, ia masih takut kejadian yang pernah ia alami terjadi lagi meski dengan versi yang berbeda.


Cinta tidak bisa membuat Nita merasakan hidup tenang dengan andilnya sang mertua meski sikap Surya yang selalu menjaga perasaannya, tapi semua itu tak bisa membuat Dara bisa menerima Nita dengan baik.


Orang tua Hengki memang kenal dekat dengan orang tuanya tapi bukannya setiap manusia itu bisa berubah seiring berjalannya waktu, saat ini bisa saja ia bersikap baik dan menyukainya tapi entah di waktu mendatang akan seperti apa. Apalagi dengan kenyataan kalau Nita susah hamil, setiap mereka yang berumah tangga pasti menginginkan seorang anak sebagai pelengkap diantaranya.


Nita tidak bisa menjamin itu, meski semua sudah ada yang mengatur dan tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya dengan kuasa yang dimiliki-Nya.


Sebagai sesama pengusaha Nita tahu apa saja godaan dalam setiap pengusaha. Tentu saja ada yang selalu menggodanya secara terang-terangan atau tidak. Terkadang itu dilakukan untuk membuat perusahaannya tambah maju jika menjalin hubungan.


Jika dia kuat iman tidak akan tergoda dengan apa yang ada di sekelilingnya tapi kalau sudah lemah bisa saja semua itu menjerumuskan.


Selama ini Nita tak pernah menanggapi serius jika ada kliennya yang sengaja menggodanya atau bahkan memintanya untuk berkencan. Baginya semua itu hanyalah selingan dari rasa lelah karna bekerja, anggap saja angin lalu.


Maaf ya jarang update karna kurang sehat, beberapa hari ke depan mungkin akan jarang update.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak readers🤗🤗


__ADS_2