
Pagi harinya Surya dan temannya berangkat ke kantor bersama.
Semenjak Surya tahu kalau ia bekerja di perusahaan papahnya Nita, ia berusaha selalu berusaha untuk bertemu dengan Nita. Meski sudah beberapa kali ia mendapat penolakan dari Nita, Surya tak gencar untuk bisa mengobrol dengan Nita.
Nita tahu apa yang akan dibicarakan oleh Surya hanya perihal penyesalan dan juga mengajaknya kembali. Semua itu tak akan pernah ia lakukan, mengingat semua perlakuan ibunya dan juga dirinya yang menampar tanpa mau mendengarkan penjelasan Nita.
Entah sejak kapan perasaan Nita pada Surya hilang yang pasti Nita enggan bertemu dengan Surya. Bisa saja Nita memecat Surya dari perusahaannya, namun ia berusaha profesional. Tidak ingin menyangkutkan masalah pribadi dengan pekerjaannya. Apalagi Surya adalah karyawan yang cukup baik dalam bekerja dan hasilnya pun memuaskan perusahaan.
Mungkin jika Surya melakukan kesalahan barulah Nita bisa memecat Surya dan ia tak lagi bertemu setiap hari dengannya di kantor.
Para karyawan tak ada yang tahu kalau Nita adalah mantan istri dari Surya, karna memang ia tidak memberitahu atau menceritakannya. Apalagi sekarang ia juga sudah memiliki Fifi.
*
“Coba dulu, jika nanti kamu merasa tidak nyaman mamah dan papah tidak akan memaksa. Papah lihat sepertinya Hengki juga menyukai kamu dan untuk mamahnya Hengki kamu jangan khawatir ia sudah tahu semua cerita tentang kamu, Sukma juga tidak mempermasalahkan semuanya jadi kamu jangan berpikir yang negatif dulu” ujar Aryo
Mereka sedang berkumpul setelah pulang dari kantor, Aryo dan Sinta ingin Nita bangkit dari masa lalunya agar tidak terlalu memikirkan hal yang pernah membuatnya terpuruk. Aryo ingin ada yang menemani dan melindungi Nita apalagi usianya yang semakin menua nanti, ia takut tak bisa menjaga Nita.
Aryo memilih Hengki karna ia tahu dan kenal dekat dengan keluarga Hengki. Aryo juga melihat Hengki adalah pria yang bertanggung jawab, Hengki bisa melindungi Nita. Seorang pengusaha pastilah memiliki saingan, Aryo hanya tak mau nanti saingan bisnisnya itu membuat Nita celaka. Kalau ada Hengki Aryo bisa tenang dana tak perlu mengkhawatirkan Nita lagi.
__ADS_1
Sinta dan Aryo yakin kalau Nita juga memiliki rasa pada Hengki, namun sepertinya Nita malu mengakuinya entah memang karna status yang ia sandang saat ini atau ia masih takut memulai rumah tangga lagu setelah kegagalannya.
“Papah kamu benar sayang, Hengki anak yang baik. Selama kami kenal tak pernah sedikit pun kami mendengar kalau Hengki berbuat ulah dan untuk mamahnya Hengki pasti akan menerima kamu meski kamu bukanlah seorang gadis lagi. Mamah yakin Sukma tak akan memperlakukan kamu seperti mantan mertuamu dulu” tambah Sinta
Nita menghela nafasnya, entah kenapa kedua orang tuanya kekeh ingin dirinya bersama dengan Hengki. Nita merasa ia tak pantas bersanding dengan Hengki, meski sekarang keadaannya sudah berubah dan Nita bukanlah Nita yang dulu.
Bimbang, tentu saja dirasakan Nita. Mungkin kejadian itu menyisakan trauma untuk Nita. Apalagi ia pernah kehilangan anaknya. Ingatan itu seakan membuat Nita tak ingin membangun rumah tangga lagi.
“Tidak semua orang tua seperti mantan ibu mertua kamu, papah yakin Sukma bukanlah orang yang seperti itu, kamu bisa memikirkan dulu. Papah tahu sakit yang kamu rasakan belum sepenuhnya pulih, tapi jika kamu hanya meratapi dan tak mau melupakan kenangan buruk itu kamu tetap akan selalu terbayang-bayang dengan kejadian itu” nasehat Aryo
“Sekarang kamu istirahat, pasti kamu lelah jangan terlalu memikirkan masalah yang tidak penting nanti bisa membuat kesehatan kamu terganggu” ucap Sinta
Nita mengangguk mengiyakan ucapan Aryo dan Nita. Ia pun bangkit dari duduknya dan pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Pekerjaan tadi juga cukup lelah, ditambah dengan ucapan Aryo dan Sinta. Meski mereka menyuruh agar tidak terlalu memikirkannya, tapi sepertinya mereka berdua berharap kalau dirinya bisa menerima semuanya.
Sedangkan Sinta dan Aryo masih berada di ruang tamu. Mereka sangat berharap kalau Nita bisa merubah keputusannya agar bisa menerima Hengki. Nanti Aryo akan menemui Hengki dan menanyakan tentang perasaannya pada Nita.
Jika Hengki menyukai Nita maka Aryo dan Sinta akan mendukung penuh tapi jika Hengki tidak memiliki rasa pada Nita mungkin Aryo dan Sinta tidak akan memperpanjang semua ini biarlah Nita mencari pilihan hatinya.
Bukannya mereka egois dan tidak mementingkan Nita, karna mereka sangat menyayangi Nita dan tak mau nantinya ada yang menyakiti Nita. Apalagi Aryo mendapat kabar dari orang suruhannya kalau ternyata mantan suaminya itu masih menemui Nita. Aryo tak mau nantinya Surya melakukan hal-hal yang aneh dan nekat, yang membuat keselamatan Nita terancam.
__ADS_1
Meski Aryo tahu kalau sebenarnya Surya hanya ingin kembali dengan Nita dan melakukan segala cara agar Surya bisa bicara dengan Nita walau pernah ditolaknya.
Aryo dan Sinta memang tidak pernah berbicara langsung dengan Surya, tapi terlihat dari wajah Surya yang masih terus ingin mendekati Nita. Aryo diam-diam menyuruh orang untuk mengawasi Nita dari jauh. Ia tak mau nantinya Nita dalam bahaya, Aryo juga mendengar dari Sinta kalau istri dari Surya itu tak suka dengan Nita. Hanya untuk berjaga-jaga saja kalau pun Fifi tidak melakukan hal-hal nekat setidaknya Aryo tenang karna Nita dalam pengawasannya.
Setelah puas mengobrol masalah Nita dan Hengki, Aryo dan Sinta pergi ke dalam kamarnya. Hari juga semakin larut, mereka ingin beristirahat.
Keesokan harinya, Aryo sudah rapi. Aryo mengajak Hengki bertemu dengannya, bukan sebagai rekan bisnis tapi sebagai sesama laki-laki. Aryo ingin membahas masalah semalam, ia bertindak cepat agar Surya tak mau lagi mengganggu Nita, kalau Nita sudah menikah pastilah Surya segan untuk mendekati Nita karna suami Nita juga bukan dari sembarang orang.
Aryo pergi lebih dulu sebelum Nita turun, agar Nita tak bertanya ingin pergi ke mana. Kalau pun nanti Nita bertanya pada Sinta, Aryo sudah bilang kalau ia pergi dengan rekan bisnisnya.
Kini Aryo sudah berada di sebuah restoran mewah, di sana tampak Hengki yang sedang duduk menunggu kedatangan Aryo.
Aryo menghampiri meja tempat Hengki duduk dan menyapanya.
“Sudah lama menunggu Ki?” tanya Aryo
“Tidak om, aku juga baru sampai di sini kok” jawab Hengki dibalas anggukan oleh Aryo
“Kamu sudah pesan? Sekalian sarapan. Maaf ya aku mengajak kamu bertemu pagi ini karna kalau sudah siang pasti kamu sibuk dan tidak bisa diganggu” ujar Aryo
__ADS_1
Maaf ya, author tidak update kemarin karna sibuk banget pas lebaran
Mohon maaf lahir dan batin para readers🤗🤗