Menantu Yang Tidak Diinginkan

Menantu Yang Tidak Diinginkan
53


__ADS_3

Tiada hari tanpa ribut, itulah yang saat ini terjadi di rumah Fifi. Dara dan Ninik selalu saja beradu mulut, padahal dulunya mereka sangatlah dekat tapi sekarang seperti kucing dan tikus.


Seperti pagi ini, mereka berdua sudah berdebat hanya karna makanan.


“Ini aku yang masak, jadi kamu mending masak saja” ucap Ninik


Dara tidak terima karna bahan yang dipakai oleh Ninik, dirinyalah yang membelinya dan itupun menggunakan uang tabungannya karna Surya tak memberinya uang.


“Enak saja, ini aku yang beli kalau kamu mau sana beli. Meskipun ini kamu yang mask klau kamu ngambilnya punya aku tetap saja ini punya aku” Dara mengambil piring yang ada di depan Ninik


Hal itu membuat Ninik tambah geram, ia menarik piring itu terjadilah saling tarik menarik antara Dara dan Ninik. Keributan itu mengundang Surya dan Fifi turun dan melihatnya.


“Ada apa sih mah, bu kalian selalu saja ribut tipa pagi. Aku kan mau tidur jadi keganggu karna suara kalian” omel Fifi


“Kamu lihat saja mertua kamu itu mengambil makanan aku, padahalkan aku yang masak malah diambil seenaknya” adu Ninik


“Ya ampun hanya karna makanan kalian bertengkar, tinggal masak lagi tidak perlu bertengkar seperti ini” ucap Surya


“Bahan-bahan yang dipakai dan lauknya ibu yang beli Surya, mana itu pakai uang ibu seharusnya istri kamu belanja keperluan dapur yang sudah pada habis bukannya malah keluyuran tidak jelas” keluh Dara


“Siapa suruh ditaruh di kulkas kalau memang tidak mau diambil orang taruh saja di kamar sana bir tidak ada yang ngambil, lagian lauknya hanya ikan satu sudah kayak belanja daging sekilo” sungut Ninik

__ADS_1


“Sudah ngambil punya orang malah dihina, sini biar aku saja yang makan”


Ninik dan Dara berebut piring itu kembali.


“Sudah, sudah!” teriak Surya membuat Ninik dan Dara menghentikan perbuatannya “Kalian kan bisa saling berbagi tidak perlu berebut seperti ini, aku tuh pusing kalau ibu dan mamah seperti ini terus. Dan kamu juga Fi, kenapa bisa di dapur tidak ada makanan? Bukannya setiap bulan aku selalu kasih gaji aku buat kamu, aku rasa itu sudah cukup untuk makan kita selama sebulan!” ujar Surya yang sudah emosi


Fifi yang menjadi sasaran kemarahan Surya menjadi kesal, uang gaji katanya. Hah uang gaji Surya saja hanya cukup buat beberapa baju yang dibelinya, malah harus belanja kebutuhan dapur, apa kata teman-temannya nanti kalau mereka tahu Fifi tidak memakai barang-barang branded.


“Kamu pikir gaji kamu sebanyak apa mas?! Selama ini aku berusaha buat nyukupin kebutuhan aku buat beli baju, tas sama sepatu. Kalau urusan dapur tidak tercukupi berarti salah kamu, kenapa hanya dapat gaji segitu” jawab Fifi


Kali ini Dara dan Ninik saling pandang, padahal kan yang semula ribut mereka berdua kenapa sekarang malah Surya dan Fifi. Mereka saling mengode dengan mata, apa yang akan mereka lakukan pada Surya dan Fifi.


Dara tak sadar kalau ternyata Surya tak mendapat kebahagiaan dengan pernikahannya kali ini, berbeda dengan saat bersama Nita. Tak ada teriakan, ribut dan saling mencaci berbeda dengan sekarang.


Kedamaian tak pernah dirasakan lagi oleh Surya, setiap dia pulang bekerja ia ingin merasakan ketenangan dan beristirahat karna sudah lelah di kantornya karna seharian bekerja, tapi Fifi selalu saja tak bisa membuatnya tenang, ada saja yang membuatnya ribut.


“Kok malah kalian sih yang bertengkar, seharusnya kita yang bertengkar iya kan Nik” ucap Dara kepada Ninik


Ninik menjawab dengan anggukan kepalanya.


“Sudahlah kalau seperti ini terus aku bisa strees lebih baik aku keluar saja dan kamu Fi jangan cari aku, aku mau tenangin diri aku. Kamu lebih baik merenungi kesalahan kamu, aku akan kembali kalo kamu sudah berubah” ucap Surya

__ADS_1


Fifi yang mendengar itu kaget, ia tak mau Surya pergi tapi ia kesal karna Surya tak bisa menuruti semua keinginannya. Padahal ia sudah bermimpi dijadikan ratu oleh Surya, namun ia tak mendapatkan itu. Fifi teringat perlakuan Surya pada Nita yang sangat berbeda kepada dirinya.


Surya masuk ke dalam kamarnya ia mengemasi beberapa baju untuk dipakai bekerja, karna ia tidak akan kembali ke rumah ini dalam beberapa hari. Pikiran Surya sudah mumet tak tahu keputusannya ini benar atau tidak yang pasti untuk saat ini dia ingin menenangkan dirinya terlebih dahulu.


Surya masih belum tahu ke mana ia akan pergi, tapi setidaknya ia keluar dulu dari rumah. Ia bisa menginao di tempat temannya.


“Kamu mau pergi dari rumah ini mas? Kamu tega ninggalin aku?!” ujar Fifi


Fifi sangat kesal dengan sikap Surya yang seperti ini, padahal dirinya hanya ingin Surya mengerti keinginannya bukan seperti ini, memilih pergi dan membiarkan dirinya sendiri meski ia tetap memberikan nafkah untuknya.


“Tenang saja aku akan kembali kalau nanti pikiran aku sudah tenang dan untuk nafkah aku akan tetap memberikan padamu” ujar Surya


Surya keluar dari kamarnya, ia menghampiri sang ibu dan mertuanya untuk berpamitan. Ia mengatakan akan kembali nanti, jika ibunya ingin pulang ke rumahnya itu terserah saja, Surya akan meminta seseorang untuk membantunya membereskan rumahnya tapi jika Dara masih tetap ingin di sini, Surya tak masalah asal ia jangan selalu ribut dengan mertuanya.


Setelah berpamitan Surya keluar dari rumahnya mengendarai motornya. Selama perjalanan Surya hanya mengingat kenangan dengan Nita. Kenangan yang manis dan tak pernah terulang lagi. Penyesalan menyeruak dalam benaknya. Surya seperti membuang berlian dan memilih batu kerikil.


“Apa kamu benar-benar sudah tak mau kembali dan memaafkan aku kembali Nita, aku menyesal sudah menampar kamu, maafkan aku sudah lebih mementingkan Fifi dari pada perasaan kamu” gumam Surya


Ia ingat betul bagaimana hancurnya hati Nita saat dirinya dengan tega menampar Nita, sebenarnya Surya juga tidak berniat menamparnya. Tapi semua sudah terjadi, Nita sudah menutup hati untuknya, tapi tak bisa dibohongi bahwa ia masih sangat menyayangi Nita. Andai bisa terulang kembali, Surya tak akan membuat Nita sakit.


Fifi yang hanya menjadi teman kecil hadir dan membuat rumah tangganya menjadi hancur seperti ini. Entah Surya sadar atau tidak kalau memang dari awal Fifi hanya ingin mendekati Surya.

__ADS_1


Surya menghubungi teman sekantornya untuk menginap beberapa hari di kosnya, beruntung dia mengizinkan Surya dan menyuruh langsung datang ke kosannya.


__ADS_2