
Keesokan harinya
Aryo ingin mengajak Nita ke perusahaannya untuk diperkenalkan kepada pegawai dan juga klien-kliennya sebagai penerus Aryo.
“Selamat pagi mah, pah” sapa Nita yang baru saja menghampiri meja makan
“Selamat pagi sayang ayo duduk” ujar Sinta
Sinta mengambilkan nasi untuk Aryo dan juga Nita.
“Aku bisa sendiri mah” ucap Nita
Nita tidak biasa dilayani seperti ini, biasanya ia yang melayani Surya untuk mengambilkan makanan ke piringnya.
“Tidak apa-apa sayang, sekali-kali”
Mereka pun melahap makanan yang ada di piringnya.
“Oh iya, kamu hari ini ikut papah ya” ucap Aryo
“Ke mana pah?” tanya Nita
“Ke perusahaan, papah ingin mengenalkan kamu sama semua pegawai papah karna kamu adalah penerus papah” jawab Aryo
Nita belum menceritakan kalau dirinya juga bekerja di sebuah perusahaan.
“Sebenarnya aku juga sudah bekerja di salah satu perusahaan pah, kemarin aku hanya meminta izin pada bos aku untuk tidak masuk dan sekarang aku harus bekerja di sana” Nita merasa tidak enak karna menolak papahnya
Sinta dan Aryo saling tatap karna melihat Nita yang merasakan tidak enak pada mereka lalau mereka tersenyum pada Nita.
“Papah hanya mengenalkan kamu pada pegawai papah, kalau kamu tidak bisa sekarang tidak apa-apa masih ada lain waktu, tapi papah berharap kamu bisa secepatnya berhenti dan bisa bekerja di perusahaan papah” ujar Aryo
“Iya pah” jawab Nita
Setelah menghabiskan makanannya, Aryo berpamitan untuk berangkat karna Nita tak ikut dengannya jadi ia diantar oleh sopir.
Sesampainya di kantor Nita bergegas ke ruangannya, seperti biasa ia mengambil berkas yang berisi jadwal meeting dan juga materi untuk meeting dan dibawa ke ruangan Hengki.
Tok tok tok
__ADS_1
“Masuk” ujar Hengki
“Saya ingin memberi tahu jadwal meeting bapak dan ini materinya” Nita menyerahkan berkas-berkasnya pada Hengki
Nita membacakan jadwal meetingnya pada Hengki, Hengki pun mendengarkannya.
Setelah selesai membacakan jadwal meeting, Nita ingin membicarakan kalau dirinya ingin berhenti bekerja.
“Emm pak, saya ingin bicara dengan bapak” ujar Nita
“Bicara apa?” tanya Hengki yang semula membaca dokumennya kemudian menaruhnya dan fokus dengan apa yang akan dibicarakan oleh Nita
“Saya ingin berhenti bekerja” ucap Nita
Hengki manaikkan alisnya, ia sedikit terkejut karna Nita tiba-tiba ingin berhenti bekerja padahal ia masih membutuhkan pekerjaannya atau ia kembali dengan suaminya, Hengki masih menebak-nebak alasan Nita.
“Kenapa kamu ingin berhenti bekerja?” tanya Hengki
“Sebenarnya saya tidak ingin berhenti bekerja, namun papah say meminta untuk bisa bekerja di perusahaannya karna aku yang akan menggantikannya nanti” jelas Nita
“Perusahaan? Papah?” Hengki bingung dengan yang dikatakan oleh Nita, sebab setahu ia Nita seorang yatim piatu yang besar di sebuah panti asuhan, kenapa sekarang Nita malah berbicara seperti ini.
“Bukannya kamu-“ Hengki tak melanjutkan ucapannya karna takut menyinggung Nita
“Saya yatim piatu” Nita melanjutkan ucapan Hengki yang menggantung “Sebenarnya dua hari yang lalu saya sudah bertemu dengan orang tua kandung saya, dan mereka meminta saya untuk tinggal dengan mereka tadi pun papah juga meminta saya untuk segera berhenti bekerja dan ia ingin saya bekerja di perusahaannya, bapak tidak apa-apa kan kalau saya berhenti bekerja?” Nita sebenarnya tidak enak, karna selama ini perusahaan Hengki selalu menerimanya untuk kembali bekerja dan bahkan ia diterima dengan jabatan yang tidak pernah ia pikirkan.
Hengki berat untuk mengizinkan Nita berhenti, ya meski banyak yang bisa menggantikan posisi Nita tapi Hengki sudah nyaman dengan Nita, apalagi Hengki juga mulai menyukai Nita. Tak bisa dielakkan lagi semua mengalir begitu saja dan rasa suka yang Hengki rasakan karna kekagumannya pada Nita.
Selain ia seorang yang pekerja keras, bagi Hengki Nita adalah perempuan yang kuat dan juga tegar. Meski rumah tangganya sudah berakhir, ia sama sekali tidak pernah melihat Nita mengeluh karna yang dialaminya sulit. Tapi Hengki melihat sosok Nita lah yang ia cari selama ini, pribadi yang baik serta prinsipnya kuat, dan Nita selalu ramah pada siapapun.
“Saya akan mengajukan risegn nanti pak” lanjut Nita
Hengki masih melamun, ia tak menanggapi ucapan Nita.
“Pak” panggil Nita karna tak ada respons dari Hengku
“Ah iya kenapa?” tanya Hengki tersadar dari lamunannya
“Saya akan mengajukan risegn nanti” ulang Nita
__ADS_1
*Ap tidak bisa dipikirkan lagi? Saya suka dengan kerja kamu dan sepertinya akan susah mendapatkan orang seperti kamu” tutur Hengki jujur
“Saya tidak bisa pak, semua ini sudah keputusan saya” jawab Nita
Hengki menghembuskan nafasnya kasar “Baiklah Nita, tapi saya harap masih bisa bertemu dengan kamu” ucap Hengki
Nita mengerutkan keningnya mendengar ucapan Hengki “Maksud bapak?” tidak tak paham
Hengki keceplosan berkata seperti itu, jika orang lain mungkin bisa menebak kalau Hengki mempunyai rasa pada Nita, tapi Nita tak mau memusingkan hal itu.
“Em itu maksudnya saya masih bisa kan bertemu kamu, kalau nanti ada yang ingin dibahas atau minta saran dan pendapat”
“Oh, iya pak tentu saja boleh”
Setelah selesai berbicara dengan Hengki, Nita berniat untuk bertemu dengan Wiwik untuk menceritakan semuanya. Ia tak mau nanti Wiwik malah menganggap kalau Nita sudah tak ingat lagi padanya. Apalagi ia harus berhenti dari perusahaan dan itu juga harus berpamitan pada temannya itu kalau tidak pasti dia akan ngamuk.
“Wik” sapa Nita
“Duuh ngagetin saja kamu Nit” Wiwik fokus dengan laptopnya namun Nita malah mengejutkannya
“Ya elah masak gitu saja kaget sih, perasaan kamu lihat tadi aku ke sini”
“Kalau aku lihat aku juga tidak akan kaget kamu ini ada-ada saja”
“Aku mau ngomong serius sama kamu” Nita merubah wajah menjadi serius
Wiwik yang semula bercanda pun kini serius juga karna melihat Nita serius, biasanya kalau Nita sudah serius pasti ada hal penting yang ingin disampaikan.
“Mau ngimong apa?”
Sebelum mengatakannya Nita menarik nafasnya terlebih dahulu “Aku akan berhenti bekerja”
“Kenapa? Apa ada hal lain yang kamu sembunyikan dari aku?”
“Kemarin waktu aku ke panti asuhan aku bertemu dengan orang tua aku, dan papah aku meminta aku untuk berhenti dari perusahaan ini dan pindah ke perusahaannya karna hanya aku yang nantinya akan meneruskan tidak ada yang lain karna aku hanya anak tunggal mereka dan papah sangat berharap itu, makanya aku mau risegn dari sini” jelas Nita
Wiwik masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya, Wiwik memang tahu semua tentang Nita karna mereka memang saling curhat jadi Nita pun tahu semua tentang Wiwik.
“Kamu serius?”
__ADS_1
“Apa aku terlihat bercanda” Nita masih menunjukkan muka seriusnya