Menantu Yang Tidak Diinginkan

Menantu Yang Tidak Diinginkan
46


__ADS_3

“Hehehe say kira bapak cuma mau tahu berita saja, tapi pak hari ini atau kemarin tidak ada berita yang membicarakan kalau pak Aryo sudah menemukan anaknya atau pak Aryo memiliki anak lagi hanya saja ia tutupi agar media tidak tahu dan terlalu mengekspos kehidupan anaknya ini” tutur Tino


Hengki memikirkan perkataan Tino, memang mungkin ada benarnya tapi mana mungkin mamahnya itu tidak mengetahui masalah ini karna mereka berteman sudah sangat lama dan sering bertemu bahkan membicarakan hal-hal lainnya, jadi tidak mungkin mamahnya tidak tahu.


Hengki masih berpikir keras tentang itu, apa ia tanyakan langsung saja pada Aryo tapi ia takut mengganggu karna masih jam kantor, Hengki memutuskan untuk menghubungi Aryo nanti saja untuk meminta kejelasan dan juga memastikan semuanya itu benar.


*


“Kamu bagaimana sih Fi, seharusnya kamu itu bangun pagi menyiapkan semua keperluan untuk Surya jangan seperti ini malas-malasan, bangun siang, turun cuma mau makan saja” omel Dara yang sudah sangat kesal karna tingkah Fifi yang makin hari makin jadi


“Ibu apaan sih ngomel mulu heran deh” Fifi sambil memasukkan makannya ke dalam mulut “Lagian mas Surya sudah besar ngapain diurusin dia kan bisa sendiri”


“Tapi itu tigas kamu sebagai istri bukannya malah kayak gini, Surya berangkat kerja kamu belum bangun tid-“


Tok tok tok


Dara berhenti mengomel karna ada yang mengetuk pintu.


“Ada yang ketuk pintu bu, bukain sana” ucap Fifi santai


“Heh kamu malah nyuruh aku, seharusnya kamu yang buka”


“Sudahlah bu jangan ngomel-ngomel terus, lihat tuh sudah ketuk-ketuk terus”


Mau tak mau Dara membuka pintu karna jika ia terus beradu mulut dengan Fifi tak akan ada habisnya, karna Fifi selalu saja menjawab ucapannya membuat Dara semakin marah.


“Siapa sih yang datang”


Kreek


Pintu terbuka, Dara terkejut melihat yang datang adalah kedua orang tua Fifi.

__ADS_1


“Duuh lama banget sih buka pintunya, panas tahu di luar”


Ninik dan Rayhan berlenggak masuk ke dalam rumah melewati Dara yang masih bengong karna kedatangan Ninik dan suaminya tanpa memberi kabar terlebih dahulu.


“Fifi!” panggil Ninik


Fifi yang masih makan hampir saja tersedak karna teriakan mamahnya yang cempreng membuang suaranya menggema dan mengisi seluruh ruangan.


“Mamah?! Mamah sama papah kok pulang?” tanya Fifi heran


Sedangkan yang ditanya malah masam karna anaknya malah bertanya seperti itu, bukannya sedang dan langsung memeluknya, Fifi masih duduk dengan sendok yang masih dipegangnya.


“Mamah sama papah bakal tinggal di sini” jawab Ninik


“Memang papah sudah dipindahkan lagi?” tanya Fifi


Biasanya papah dan mamahnya itu pulang hanya beberapa minggu karna tempat papahnya bekerja di luar kota, tapi sekarang mamah dan papahnya malah bilang kalau akan tinggal di sini. Fifi berfikir kalau papahnya dipindahkan lagi.


“Papah kamu dipecat” jawab Ninik


Bukannya Dara tak senang tapi kalau Ninik dan Rayhan tinggal di sini pasti anaknyalah yang akan menanggung semuanya, sedangkan gaji sang anak tidak terlalu besar. Apalagi sekarang Rayhan tidak bekerja sudah pasti apa-apa Surya yang menanggung.


“Ibu apaan sih pakai teriak-teriak segala” omel Fifi


“Iya kamu kenapa Ra? Mukanya kaget banget tahu kita bakal tinggal di sini lagian ini juga rumah kita wajarlah kita tinggal di sini lagian kamu kan hanya numpang” cecar Ninik


Dara yang mendengarnya melototkan matanya, baru kali ini ia melihat sikap Ninik yang terang-terangan mengatakan kalau dirinya hanya numpang meskipun itu benar tapi biasanya Ninik selalu menjaga perasaannya kenapa sekarang jadi bar-bar seperti anaknya. Dara hanya mengusap dadanya.


“Kalau suami kamu dipecat siapa yang akan menanggung biaya hidup kalian pasti ujung-ujungnya anak saya yang ketimpaan” ujar Dara kesal


“Ya wajar bu kalau mas Surya yang menanggung dia kan suami aku, lagian kalian juga kan numpang anggap saja itu sebagai uang sewa meski tidak seberapa” sahut Fifi

__ADS_1


“Uang sewa kamu bilang?! Heh bukannya kamu sendiri yang menyuruh aku tinggal di sini malah memelas minta cepat dinikahkan dengan Surya dan sekarang kamu malah bersikap seperti ini. Awas saja nanti aku akan meminta Surya untuk menceraikan kamu karna tingkah kamu sudah keterlaluan” ujar Dara


“Waduh kalau Surya bercerai dengan Fifi bagaimana hidup kami, apalagi mas Rayhan pasti susah dapat pekerjaan karna namanya sudah tidak baik” ucap Ninik dalam hati


“Eeh jangan begitu besan” Ninik menghampiri Dara dana mengusap lengannya agar lebih tenang “Kita hanya bercanda kok, kami kan baru pulang capek jadi wajar kalo omongan kami melantur” ucap Ninik


Rayhan dan Fifi yang melihat pun langsung heran namun Ninik mengedipkan matanya agar mereka berdua bisa bisa menangkan Dara.


“Iya bu Dara sudahlah lagian ini hanya salah paham saja kok, ibu dan Surya tetap tinggal di sini lagian rumah ibu sudah lama ditinggal pasti sudah banyak rusaknya” sambung Rayhan


“Benar juga yang dikatakan, dan kalaupun pindah pasti harus memperbaikinya dulu” ucap Dara dalam hati.


Ninik melihat Dara yang diam saja memberi kode pada Fifi agar meminta maaf karna sudah berbicara sembarangan dan Dara luluh tak jadi menyuruh Surya bercerai dengan Fifi.


“Iya bu, sudahlah lagian aku bukan hanya kali ini bicara seperti itu ibu juga biasa kenapa sekarang jadi sensitif seperti ini” ujar Fifi


“Heh awas saja kalau mereka seperti itu lagi aku akan benar-benar meminta Surya bercerai dengan Fifi, lagi pula sepertinya Surya tidak mencintai Fifi. Mungkin aku bisa menyuruh Surya rujuk sama Nita, diakan sudah menjadi anak orang kaya mobilnya saja kayak gitu huh menyesal aku meminta Surya berpisah kalau tahu Nita anak orang kaya” Dara membatin


“Sudahlah, aku mau Ke kamar” Dara meninggalkan keluarga Fifi


“Papah kenapa bisa dipecat sih? Aku tidak bisa shoping lagi kalau pun shooping tidak banyak karna gaji mas Surya tidak banyak” keluh Fifi


“Papah kamu ketahuan korupsi” jawab Ninik


“Apa?! Jadi papah korupsi?” Fifi tak percaya kalau papahnya bisa melakukan ini


“Kamu kira uang yang dikirim ke kamu itu dari mana? Kalaupun nunggu gaji papah juga tidak akan sebanyak itu ini semua gara-gara bos sialan itu papah jadi dipecat” ucap Rayhan


“Memang papah tidak bisa apa memohon agar tidak bisa dipecat lagian berapa sih yang dikorupsi sampai dipecat begitu” ujar Fifi


“Tidak bisa, untungnya papah cuma dipecat tidak disuruh ganti dan dipenjara, papah hanya ngambil 80 juta saja” jawab Rayhan santai

__ADS_1


“Apa?!”


Hampir saja Fifi pingsan karna mendengar jawaban papahnya yang dengan santai menyebutnya ‘hanya 80 juta saja'.


__ADS_2