
Sinta yang tak hentinya menangis karna mendapat kabar, kalau Nita ditusuk oleh seseorang yang tidak dikenalinya.
Setelah hampir dua jam menunggu, dokter pun keluar dari ruangan Nita. Lantas dokter itu pun ditodong beberapa pertanyaan oleh Sinta.
“Bagaimana keadaan anak saya dok? Dia baik-baik saja kan? Tidak ada yang berbahaya dok?” tanya Sinta
Sebelum menjelaskan dokter menarik nafas “Keadaan pasien masih sama belum sadarkan diri, namun beruntung pisau itu tidak terlalu dalam menancap sehingga tidak ada luka serius dalam organ dalam pasien, hanya saja lukanya juga cukup parah dan kami masih terus melakukan penanganan” jelas dokter
“Lakukan yang terbaik untuk anak kami dok” ucap Aryo
“Kami akan melakukan yang terbaik pak, kalau begitu saya permisi dulu” ucap dokter
Mereka mengangguk, dokter pun pergi meninggalkan Sinta, Aryo dan Hengki yang berada di sana.
Tiba-tiba ponsel Hengki berdering ada yang menghubunginya.
“Halo”
“____”
“Aku akan segera ke sana” ucap Hengki
Hengki memutuskan sambungan teleponnya.
“Ada apa Ki?” tanya Aryo
Aryo melihat wajah Hengki seperti menahan amarahnya.
“Orang yang menusuk Nita sudah ditangkap om, dan aku akan menemuinya” jelas Hengki
“Om serahkan semuanya sama kamu”
Hengki mengangguk.
Aryo tidak mungkin ikut dan meninggalkan Sinta sendirian meski ia ingin sekali tahu wajah orang yang sudah membuat putrinya terbaring lemah di dalam sana. Aryo yakin Hengki bisa menghandlenya jadi ia tak perlu ikut karna Sinta juga sedang membutuhkan dirinya.
Tak lama kemudian, Sukma dan Dina datang.
“Bagaimana keadaan Nita Sin, Yo?” tanya Sukma
__ADS_1
“Nita masih belum sadarkan diri, dia masih di dalam” jawab Aryo
Sukma langsung memeluk sahabatnya itu, ia tahu sekarang Sinta sedang rapuh dan juga takut. Kejadian masa silam terbayang di ingatan Sinta saat dirinya harus kehilangan Nita kecil. Namun sekarang di dalam Nita sedang berjuang dan Sinta takut kalau dirinya akan kehilangan Nita lagi.
Meski dokter mengatakan bahwa tidak ada luka dalam, namun dengan keadaan Nita yang masih kritis, tentu saja tak akan membuat Sinta tenang sampai ia melihat Nita sadar dan kembali pulih.
“Yang sabar ya, Nita itu kuat dan kita harus yakin kalau Nita akan sembuh, dia wanita tangguh sebentar lagi pasti akan sadar, kamu harus kuat jangan sampai nanti Nita melihat kamu lemah seperti ini pasti dia juga akan sedih melihat kamu seperti ini” Sukma berusaha menenangkan Sinta
“Aku takut, aku tidak mau Nita pergi lagi sudah cukup puluhan tahun aku kehilangan masa bersamanya aku tidak sanggup kalau nanti harus kehilangan Nita kedua kalinya”
“Sssttt kamu jangan berpikir yang macam-macam Sin, kita harus yakin kalau Nita akan sembuh dan dia akan kembali ke tengah-tengah kita, kamu jangan putus asa begitu Nita sedang berjuang di sana dan kamu juga harus memberi kekuatan agar Nita bisa segera sadar”
Sinta masih terus menangis, ia tak menyangka ada orang jahat yang tega melakukannya pada Nita. Padahal setahunya Nita tak pernah memiliki musuh, meski kemungkinan itu ada orang suruhan dari musuh Aryo atau juga musuh dari perusahaan lain yang ingin membuat perusahaan yang dipegang Nita jatuh.
Itu semua masih hanya perkiraan Sinta dan Aryo saja, karna Hengki belum mengatakan siapa dalang di balik semuanya. Mereka masih menunggu Hengki untuk mengetahui pasti siapa pelakunya. Aryo akan membuat pelakunya mendekam di jeruji besi tanpa bisa bebas berkeliaran.
Aryo tak akan membiarkan orang itu hidup bebas setelah membuat putrinya terbaring lemah tak berdaya dan berjuang untuk bisa kembali pulih seperti sedia kala.
Di sisi lain, Hengki sudah berada di suatu ruangan yang sudah ada pelaku penusuk Nita.
Kreeek
“Siapa yang menyuruh kamu?!” bentak Hengki
Amarah Hengki tak tertahan, karna orang itu tak menjawab dan masih diam saja.
“Jadi kamu tidak mau menjawab siapa yang menyuruh kamu”
Hengki mendekatinya kemudian dia memberi satu pukulan.
Pria itu meringis karna pukulan Hengki sangat kuat dan membuat nyeri pipinya.
“Lepas!” teriak pria itu
“Kamu masih bisa berteriak?! Cepat katakan siapa yang menyuruh kamu sebelum aku benar-benar membuat kamu hancur” bentak Hengki
Karna tak ada jawaban, Hengki mendekati orang itu lagi lalu memberi tiga pukulan sekaligus agar ia mau menbuka mulutnya.
Bugh
__ADS_1
Bugh
Bugh
“A-aampuun” ucapnya pelan
“Sekarang katakan siapa yang menyuruh kamu” ucap Hengki yang kehilangan kesabarannya “Sebelum aku pukul lago”
“Iya yang menyuruh aku, Heri” ucapnya pelan namun masih terdengar oleh Hengki
Tentu saja Hengki mengenalnya, bahkan saat orang itu memberitahu siapa yang menyuruhnya Hengki langsung mengepalkan tangannya karna amarah yang memuncak.
“Cepat cari Heri dan bawa ke sini sekarang!” ucap Hengki pada anak buahnya
“Siap bos”
Hengki keluar dari ruangan itu karna ponselnya berdering. Ternyata Aryo yang menghubunginya.
“Halo” ucap Hengki
“Bagaimana Ki? Apa kamu sudah memberi pelajaran pada orang itu kalau sudah seret dia ke penjara dan biarkan dia mendekam seumur hidup di sana” ucap Aryo
Hengki yang juga sama sedang dikuasa amarah, hanya mengiyakan. Hengki memang tidak menceritakan ia akan menceritakan masalah ini ketika sudah bertemu dengan Aryo.
“Iya om, bagaimana keadaan Nita?” tanya Hengki
“Nita masih kritis, belum ada perkembangan tapi semuanya baik-baik saja kita hanya menunggu dia sadar dan dokter belum bisa memprediksi kapan Nita akan sadar” Aryo menghela nafasnya
Sebagai seorang ayah, tentu Aryo sakit melihat Nita lemah tapi ia juga harus tetap tegar karna Sinta saat ini juga pasti sangat sedih ia tak mau terlihat sedih agar Sinta lebih kuat lagi, kalau bukan dirinya yang menguatkan Sinta siapa lagi.
“Ya sudah nanti aku akan ke sana setelah urusan ini selesai om, kalau ada perkembangan hubungi aku ya om”
“Baiklah kamu selesaikan saja urusan itu dulu, di sini masih ada om dan tante yang menjaga Nita”
Panggilan pun putus karna anak buahnya sudah datang membawa Heri.
Bukan hal yang sulit untuk Hengki menemukan Hengki, selain ia memiliki anak buah yang pandai dalam IT, Heri pasti sedang bersama wanita-wanita yang menemaninya. Karna sepengetahuan Hengki, Heri adalah orang yang suka bermain dengan banyak wanita karna itu perusahaannya mudah bangkrut, selain anaknya yang boros orang tuanya pun juga tak bisa menghandle pengeluarannya.
Hengki menyuruh anak buahnya itu membawa Heri ke sebuah ruangan yang terpisah dari orang yang disuruh tadi.
__ADS_1
“Kurang ajar lepaskan aku!!” teriak Heri terus mencoba melakukan perlawanan agar terlepas dari anak buah Hengki