Menantu Yang Tidak Diinginkan

Menantu Yang Tidak Diinginkan
49


__ADS_3

Kenapa mesti sekarang saat Nita sudah bercerai dengan dirinya, kenapa tidak dari dulu Nita bertemu dengan orang tuanya, pasti Surya juga tidak perlu bekerja menjadi staf biasa mungkin dirinya bisa menjadi manager atau bisa membantu usaha milik keluarga Nita sehingga dirinya bisa santai tanpa harus bekerja terlalu keras seperti sekarang. Apalagi saat ini mertuanya sudah tinggal di sini pasti akan menjadi tanggung jawab Surya dan keperluan dapur akan bertambah.


*


“Benar yang dikatakan oleh Nita Hengki, tante baru saja bertemu dengan mamah kamu dan menceritakan semuanya eh kamu sudah ke sini” ucap Sinta


Hengki memang berniat untuk pergi ke rumah Aryo untuk menanyakan perihal itu. Dari pada penasaran lebih baik ia bertanya.


Sinta sudah bertemu dengan Sukma untuk menceritakan semuanya, ya selama ini Sukma sudah menjadi tempat keluh kesah Sinta. Dan ketika bahagia ia juga ingin memberitahu Sukma, agar ia juga merasakannya.


“Memang om Aryo ke mana tante?” tanya Hengki


“Mas Aryo sama Nita belum pulang katanya mas Aryo ingin menunjukkan semuanya pada Nita dan mengajaknya makan malam di luar, makanya tante sendiri di sini” jawab Sinta


Terdengar suara mobil berhenti, Aryo dan Nita sudah pulang. Mereka berdua masuk ke dalam rumah, Nita yang melihat Hengki ada di sini sedikit terkejut.


“Loh ada Hengki, sudah lama?” sapa Aryo


Aryo dan Nita menghampiri Sinta dan Hengki yang sedang duduk di ruang tamu. Mereka mengobrol, mulai dari membicarakan perusahaan dan juga tentang Nita yang kini akan bekerja di perusahaan Aryo.


Hengki sesekali melirik ke arah Nita yang hanya mendengarkan pembicaraan Aryo, Sinta dan Hengki, terkadang ia ikut menyahuti percakapan mereka.


Sinta juga menceritakan bagaimana ia bisa bertemu dengan Nita, mulai ketika ia mencarinya sampai bertemu di panti asuhan. Semua Sinta ceritakan pada Hengki, seperti sudah dianggap keluarga  sendiri tak ada kecanggungan, berbeda dengan Nita yang belum terbiasa. Sebab biasanya ia berbicara dengan Hengki masalah pekerjaan, jadi kalau sudah bertemu di luar Nita tak tahu harus berbicara apa.

__ADS_1


Padahal mereka sudah pernah bertemu di luar kantor, tapi Nita masih saja canggung menghadapi Hengki. Mungkin karna ia pernah menjadi atasannya.


“Saya permisi ya om, sudah malam takutnya om capek karna baru pulang” pamit Hengki


Puas mengobrol, Hengki berpamitan. Hari juga sudah semakin gelap, Hengki juga kasihan pada Nita dan Aryo yang baru pulang takutnya mereka ingin segera beristirahat karna pekerjaan kantor pasti membuat mereka lelah.


“Ya sudah kalau mau pamit, oh ya Nit antarkan Hengki ke depan dulu ya” pinta Aryo


Nita yang disebut namanya hanya mengiyakan ucapan Aryo.


Hengki dan Nita pun keluar dari rumah, Hengki sempat mengajak ngobrol Nita saat berjalan ke luar hanya sebatas obrolan santai yang membicarakan kalau Nita beruntung karna Sinta dan Aryo merupakan orang yang sangat baik. Hengki juga menceritakan bagaimana terpuruknya mereka selama bertahun-tahun karna tak dapat bertemu dengan anaknya. Tapi sekarang Hengki sudah melihat aura kebahagiaan yang dirasakan oleh Aryo dan Sinta.


Hengki juga meminta Nita mebiasakan memanggil dirinya tanpa sebutan pak karna ia bukan lagi atasan Nita.


Nita yang mendapat candaan itu hanya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


“Iya mas, kamu juga hati-hati” ujar Nita


Hengki masuk ke dalam mobilnya, lalu melajukan mobilnya meninggalkan Nita yang masih berada di depan rumahnya.


Setelah mobil Hengki sudah tak terlihat lagi, Nita masuk ke dalam rumahnya. Nita langsung masuk ke dalam kamarnya, Aryo dan Sinta pun sudah tak ada di ruang tamu pasti mereka sudah beristirahat. Nita bergegas masuk ke dalam untuk membersihkan dirinya dan segera beristirahat.


*

__ADS_1


Surya kini sudah berada di depan rumah Nita, ia melihat rumah yang terlihat sepi. Tak mungkin Nita sudah berangkat karna ini masih pagi, pikir Surya. Ia pun segera mendekati rumah itu dana memanggil-manggil nama Nita, namun sayangnya tak ada sahutan. Surya mencoba menghubungi Nita namun nomornya sudah tidak aktif.


Kebetulan ada tetangga yang lewat, Surya menanyakan pada tetangga itu.


“Pak, kenapa rumah ini sepi ya? Aku panggil-panggil juga tidak ada jawaban?” tanya Surya


“Yang punya rumah ini sudah pindah pak. Katanya mau ikut keluarganya karna sudah bertemu dengan orang tuanya dan katanya orang tuanya itu kaya pak jadi dia pindah, entah rumah ini tidak ditempati padahal bagus rumahnya” jawab bapak itu


“Oh ya sudah kalau begitu terima kasih ya pak”


“Iya sama-sama”


Surya bingung harus mencari Nita ke mana, kemudian ia teringat pada tempat Nita bekerja. Mungkin dari sana Surya bisa mendapatkan info tempat tinggal Nita. Surya pun bergegas menuju ke kantor Hengki untuk menanyakan tentang Nita, karna Nita pasti kembali bekerja di sana sebelum bertemu dengan keluarganya.


Selama di perjalanan Surya memikirkan cara untuk membujuk Nita. Bagaimanapun caranya ia ingin rujuk dengan Nita. Surya sudah tak tahan dengan Fifi, untung mereka hanya menikah siri jadi kalau pun bercerai nanti tak perlu susah-susah.


Setelah orang tuanya pulang, Fifi makin menjadi. Kebiasaan yang selalu boros dengan berbelanja menekan Surya untuk memberinya uang lebih. Surya tak tahan kalau lama-lama seperti ini, apalagi mertuanya juga ikut-ikutan meminta uang padanya. Surya sempat meminta papah mertuanya untuk mencari pekerjaan di sekitar sini, Surya juga sempat menawarkan untuk bekerja di tempat perusahaannya tapi papah mertuanya itu menolak karna ia sudah terkena kasus korupsi pasti tidak akan ada yang menerima dirinya, itulah alasan yang selalu dilontarkan olehnya padahal ia belum mencobanya.


Ternyata keputusannya bercerai dengan Nita salah, Surya terlalu gegabah hingga membuat semaunya hancur. Kepercayaan dan juga keharmonisan yang selalu ada dalam rumah tangganya kini tak lagi ia rasakan. Fifi pun selalu curiga jika Surya pulang telat dari kantornya, ia selalu menuduh kalau Surya masih berhubungan dengan Nita karna Fifi sempat memergoki mereka.


Entah kenapa Fifi berubah seperti itu padahal selama tinggal di rumahnya ia selalu menjadi wanita yang lembut dan tak pernah berkata kasar, tapi kali ini Fifi seperti menjadi monster yang kehilangan kendali jika sudah berdebat dengan Surya, itulah yang selalu memenuhi pikiran Surya.


Surya masih mencari cara agar bisa menceraikan Fifi, sebenarnya mudah tapi entah kenapa Surya seperti sulit. Mungkin jika dirinya sudah bertemu dengan Nita kemudian membujuknya untuk kembali, Surya bisa dengan mudah menceraikan Fifi dan bisa hidup bahagia kembali dengan Nita seperti dulu.

__ADS_1


__ADS_2