Menantu Yang Tidak Diinginkan

Menantu Yang Tidak Diinginkan
71


__ADS_3

Sinta dan Aryo mengangguk bersama.


“Pantas saja tadi tidak jawab”


“Namanya juga kejutan, kalau dikasih tahu bukan kejutan namanya” sahut Wiwik


“Sudah lebih baik kita duduk sambil makan-makan” ajak Sinta


“Setuju tante” jawab Wiwik semangat


“Kalau masalah makan saja paling semangat” cibir Nita


Wiwik menunjukkan deretan gigi putihnya.


Mereka menikmati hidangan yang sudah disiapkan sambil mengobrol.


Hengki tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka. Ia mengambil nafas sebelum mengutarakan niatnya.


“Waah pak Hengki ngapain ya Nit, jangan-jangan dia mau melamar kamu” bisik Wiwik


“Jangan ngaco kamu”


Hengki berjalan mendekati Nita, lalu ia menarik tangan Nita agar berdiri di tengah-tengah keramaian.


“Aku tidak pandai merangkai kata-kata romantis, tapi yang pasti aku mencintaimu Nita. Sudah lama aku menahan perasaan ini dan kamu pun pasti tahu karna aku sering menyatakannya padamu, namun kali ini izinkan aku mengatakan kalau aku benar-benar mencintaimu Nita, maukah kamu menjadi pendamping hidupku yang akan selalu aku lihat di setiap bangun tidurku?” ujar Hengki


Tentu hal itu membuat Nita terkejut karna Hengki benar-benar menyatakan perasaannya di hadapan semua orang. Hanya mamah dan adik Hengki yang tak hadir karna memang ada keperluan dan Dina pun lagi ada kelas jadi ia tak bisa ikut menyambut kepulangan Nita.


Sebenarnya Nita juga merasakan yang sama dengan Hengki, tapi ia masih takut memulai rumah tangga lagi setelah kegagalan yang pernah dialaminya.


“Terima Nit” ucap Wiwik bersemangat


“Kamu mau kan Nita?” tanya Hengki karna Nita tak kunjung menjawab


Seperti ada kebimbangan yang saat ini dirasakannya.


“Aku pernah gagal sebelumnya, apa kamu bisa menerima status aku?” kali ini Nita yang bertanya


“Aku tidak pernah peduli dengan status kamu Nita, aku menerima kamu apa adanya bagi aku kamu adalah wanita yang sempurna, laki-laki itu telah menyia-nyiakan kamu dan aku tidak akan pernah melakukan hal itu sama kamu, aku akan berusaha untuk membuat kamu bahagia. Aku tak mau berjanji tapi aku akan membuktikan semuanya” ucap Hengki penuh keyakinan


“Apakah kamu mau menjadi ibu dari anak-anakku Nita Amelia?” ungkap Hengki

__ADS_1


Nita mengangguk “Iya aku mau” ucap Nita disambut bahagia oleh semua orang yang ada di sana menyaksikan Nita dan juga Hengki


“Jadi kapan nih tanggalnya?” celetuk Wiwik yang mendapat sentilan dari Tino


“Aaww apaan sih pak Tino, aku kan hanya bertanya siapa tahu mereka langsung mau nikah besok” omel Wiwik


“Kamu kira menyiapkan semuanya itu singkat” sahut Tino


Wiwik masih mengomel sedangkan yang mendengarnya hanya geleng-geleng kepala melihat Tino dan juga Wiwik.


“Kenapa kalian tidak menyusul mereka saja, sepertinya kalian serasi deh” ucap Sinta menggoda Tino dan Wiwik


“Iiih tante masak iya aku harus sama dia, aku kan pengennya laki-laki seperti di film-film gitu” ucap Wiwik


Lantas mereka tertawa mendengar jawaban Wiwik.


Mereka kembali menikmati suasana bahagia itu, sambil membicarakan tentang konsep yang akan mereka gunakan ketika pernikahan nanti.


*


Dua minggu kemudian


Setelah menyiapkan semua perlengkapan pernikahan, Hengki mengajak Nita untuk melihat gaun pengantin yang sudah jadi. Beberapa hari lagi acara itu akan dilangsungkan jadi Hengki dan juga Nita harus menyelesaikan semuanya.


“Kamu coba gaunnya aku akan menunggu di sini” ucap Hengki dibalas anggukan oleh Nita


Nita mencoba gaun pengantinnya dibantu oleh karyawan butik, setelah selesai Nita keluar dan menuju tempat Hengki sedang menunggu.


“Bagaimana?” tanya Nita


Hengki mengangkat wajahnya dan menatap kagum pada Nita. Gaun yang dipakainya simple namun tetap terlihat mewah dengan beberapa payet yang ada di bagian depan gaun. Nita terlihat sangat cantik dan gaunnya pas di tubuh Nita.


“Cantik, kamu sangat cantik memakai gaun ini” puji Hengki


Nita yang mendengar pujian Hengki tersenyum malu.


“Gaunnya memang cantik, apalagi nona yang memang cantik alami menambah look gaun ini terlihat indah dan pas dipakai nona” ucap karyawan tersebut yang memang kagum dengan Nita


“Terima kasih” ucap Nita


“Sama-sama” jawab karyawan

__ADS_1


Setelah selesai dan gaun pun sudah pas, Hengki mengantar Nita untuk pulang.


Hari berlalu begitu cepat, hari ini adalah hari kebahagiaan bagi keluarga Nita dan juga Hengki. Mereka mengadakan resepsi setelah akad dilaksanakan. Tak lupa mereka juga mengundang teman, para kolega bisnis mereka untuk turut hadir menyaksikan kebahagiaan dan berbagi kebahagiaan.


“Selamat ya sayang, semoga ini menjadi yang terakhir untuk kamu dan kamu selalu bahagia” ucap Sinta tulus


“Terima kasih mah”


“Selamat ya nak, semoga menjadi keluarga yang selalu berbahagia dan untuk kamu jaga putri saya kalau sampai dia terluka sedikit saja atau kamu membuatnya menangis awas kamu” ancam Aryo namun diselingi tawa


“Papah tenang saja, aku akan menjaga Nita karna dia adalah harta yang saat ini berharga untuk aku” ucap Hengki


“Jadilah istri yang baik ya” Sinta memeluk Nita


Nita pun membalas pelukan sang mamah, hari ini ia merasakan kebahagiaan yang tak pernah dirasakan. Meski ini bukan pernikahan yang pertama, tapi momen bahagia ini tak pernah ia dapatkan pada saat pernikahannya dulu. Mungkin karna mertuanya tak merestui jadi Nita dan Surya hanya merasakan bahagia berdua saja.


Para tamu undangan bergantian mengucapkan selamat pada Hengki dan Nita.


Acara sudah selesai, tamu undangan sudah meninggalkan tempat tersebut, Nita dan Hengki juga sudah berada di kamar untuk membersihkan tubuh mereka yang sudah terasa lengket dan lelah, karna banyaknya tamu undangan yang hadir. Namun Nita justru bahagia karna tamu undangan pun juga merasa bahagia karna berita tersebut.


“Kamu bersihkan diri dulu” ucap Hengki


Nita tak bergeming


“Kenapa?” tanya Hengki bingung karna Nita hanya diam saja dan tak beranjak dari tempatnya.


“Aku kesusahan untuk membuka resleting bajunya” ucap Nita malu


Hengki tersenyum simpul “Kenapa tidak meminta bantuan, sini aku bantu” Hengki menghampiri Nita


Ia membuka resleting gaun Nita, tentu hal itu pertama bagi Hengki, tentu saja membuatnya panas dingin.


“Sudah, sekarang kamu ke kamar mandi, aku akan membereskan ini dulu” Hengki menjauhi Nita karna tak mau membuatnya semakin tak bisa menahan keinginannya


Nita beranjak dari tempat duduknya dan masuk ke kamar mandi.


Beberapa menit berlalu, Nita sudah selesai membersihkan diri, ia keluar dari kamar mandi dan melihat Hengki sedang duduk memainkan ponselnya.


“Aku sudah selesai, sekarang kamu giliran kamu” ucap Nita


Hengki berdiri dan mengambil handuk lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Setelah selesai Hengki keluar dari kamar mandi dan duduk di sebelah Nita.


__ADS_2