
Sesampainya di kantor tempat Nita bekerja, Surya langsung bertanya pada resepsionis.
“Permisi mbak” ujar Surya
“Iya ada yang bisa dibantu pak” jawab respsionis ramah
“Saya mau tanya tentang karyawan yang bernama Nita Saputri mbak, apa boleh saya bertemu dengan dia?” tanya Surya
“Oh bu Nita, beliau sudah risegn pak sudah dua hari beliau tidak pernah datang lagi ke sini” jawabnya
“Risegn?!” Surya terkejut karna ia gagal menemui Nita, ke mana lagi ia harus menemui Nita, alamatnya saja tidak tahu.
Surya keluar dari perusahaan itu, ia pergi ke tempat kerjanya.
Hari ini akan ada perkenalan sebagai pengganti pemimpin dari perusahaan tempat Surya bekerja, semua karyawan diminta berkumpul. Surya yang sudah berada di tempat, dan juga semua karyawan yang mulai berdatangan karna sebentar lagi pemimpin perusahaan akan datang bersama anaknya.
Desas desus itu terdengar dari kemarin, bahwa sang pemilik perusahaan sudah bertemu dengan anaknya yang hilang puluhan tahun, dan anaknya itulah yang akan menggantikannya di perusahaan ini.
Selang beberapa menit, karyawan diam karna pemimpin mereka datang, ada bisik-bisik yang terdengar meski tidak begitu jelas.
“Ternyata anaknya cantik ya”
“Iya, kalau aku nanti jadi pendampingnya aku tidak perlu bekerja tinggal menunggu di rumah dan cuan pun mengalir”
__ADS_1
“Kebanyakan ngehalu kamu, mana mungkin dia mau sama kamu pastilah dia sudah punya suami yang sepadan”
Begitulah kira-kira mereka yang saling berbisik.
Surya yang menunduk sedari tadi karna memikirkan bagaimana caranya bertemu dengan Nita tak memerhatikan siapa anak dari pemimpin perusahaan. Setelah mendengar bisik-bisik karyawan yang mengatakan kalau dia cantik, Surya mengangkat kepalanya dan melihat ke depan. Surya terkejut karna orang yang ada di depannya adalah orang yang ia cari saat ini.
Nita dan Aryo sudah berada di depan karyawan dan menyapanya dengan senyum ramah. Nita yang mengedarkan pandangan lalu tak sengaja melihat Surya yang sedang berada diantara karyawan. Senyum Nita pudar, ia mengalihkan pandangannya ke arah lain agar tidak saling bertatap dengan Surya.
Nita masih tak ingin melihat Surya, setelah luka yang ia torehkan. Sakit hatinya belum sembuh, iya tahu jika Surya bekerja di perusahaan ini. Sebelumnya Nita sempat menolak untuk menggantikan sang papah, tapi Aryo yang membujuk membuat Nita merasa tak enak jika menolaknya.
Mungkin sudah seharusnya ia berdamai, ia tidak pernah membenci Surya. Nita hanya kecewa dengan Surya. Kekecewaan yang dirasakan cukup membuat hatinya begitu sakit, hal yang tak pernah bisa ia lupakan adalah Surya yang dengan teganya menampar dirinya hanya karna hal yang dilakukannya tanpa sengaja, dan ia lebih membela perempuan yang jelas-jelas tidak ada hubungan darah dengannya.
Andai saja ia hanya menegur Nita, mungkin ia masih bisa memperbaiki semuanya, tapi jika sudah bermain tangan sudah tak ada lagi maaf baginya. Dua hal yang tak pernah bisa Nita maafkan yaitu kekerasan dan perselingkuhan, dua hal itu sangat ia benci.
Sebagai sesama perempuan seharusnya orang ketiga dalam hubungan itu mengerti, meski bukan sepenuhnya salah sang perempuan tapi andai ia tak membuka hati dan meladeninya pasti semua itu tak akan terjadi.
“Selamat pagi semua, saya rasa semuanya sudah tahu kenapa kalian dikumpulkan di sini. Saya ingin memperkenalkan putri saya yang sudah puluhan tahun berpisah dengan saya dan juga say ingin mengumumkan tentang kepemimpinan perusahaan ini. Langsung saja, ini adalah putri saya yang bernama Nita Saputri yang akan menggantikan tugas saya sebagai pimpinan di perusahaan ini, namun saya masih akan sering datang ke sini karna selama satu bulan ini saya masih memantau perkembangan perusahaan setelah berpindah tangan” ucap Ryo panjang lebar
“Saya ras kalian sudah mengerti dengan apa yang saya sampaikan, namun jika ada hal yang ingin ditanyakan silakan” sambung Aryo
Merasa tak ada yang ingin ditanyakan, Aryo menutup perjumpaan hari ini dan menyuruh mereka kembali bekerja ke ruangannya masing-masing.
Semua karyawan pergi meninggalkan Aryo dan Nita, namun Surya masih memandang Nita tanpa mengalihkan sedikit pun. Entah kenapa ada penyesalan dalam benaknya apalagi ia sudah menjadi anak orang kaya. Surya yang saat ini dibuat pusing dengan masalah uang karna keluarganya tak bisa berpikir positif sehingga ia bertekad ingin mendapatkan Nita kembali.
__ADS_1
Aryo dari tadi juga sedang melihat ke arah Surya yang masih terus menatap Nita. Nita memang menceritakan semuanya bahkan ia juga memberi tahu kalau mantan suaminya itu bekerja di perusahaan papahnya.
“Kayaknya dia nyesel pisah sama kamu, lihat tuh dari tadi pandangannya tidak beralih dari kamu” ucap Aryo pada Nita
“Biarin pah, lagian dia juga yang menceraikan aku dia sudah punya istri. Aku juga tidak peduli mau gimana sekarang yang penting tidak mengganggu aku” ujar Nita
Setelah membicarakan semuanya, Nita dan Aryo menuju ruangan Aryo yang sebentar lagi akan menjadi ruangan Nita.
Jam makan siang tiba, Surya yang sedang menunggu Nita di depan ruangannya berniat mengajaknya makan siang bareng dan ingin mengobrol dengannya. Tak lama pintu terbuka, Nita keluar dari ruangannya, ia terkejut karna Surya ada di depannya.
“Nit, kita makan siang bareng yuk aku mau bicara sama kamu” ajak Surya
Nita menghela nafasnya, ia pikir Surya tak akan mengganggu dirinya setelah tahu kalau ia menjadi atasannya. Tapi ternyata Surya malah berani menemuinya dan mengajaknya makan siang bareng.
Aryo sudah pulang karna ia ada janji dengan Sinta, jadi Aryo menyerahkan semuanya pada Nita dan ia juga bisa menanyakan pada asisten Aryo jika ada yang belum dipahaminya.
“Maaf pak Surya, saya sudah ada janji” ucap Nita formal
Surya yang mendengar Nita menggunakan bahasa formal merasa tak nyaman. Biasanya ia berbicara biasa tanpa jarak tapi kini Nita malah menggunakan bahasa Formal. Surya tersadar kalau sekarang Nita adalah atasannya, sebisa mungkin ia harus menjaga ucapannya dan tingkah lakunya pada sang atasan.
“Nit, tak perlu pakai bahasa formal kenapa kamu seperti menjauh dari aku, apa kamu sudah tidak mencintai aku lagi” ujar Surya
“Saya rasa ini bukan urusan kantor yang harus dibicarakan di kantor, jadi saya harap anda bisa bersikap profesional” ucap Nita
__ADS_1
“Ayolah Nit jangan seperti ini, aku tahu masih mencintai aku. Aku mohon maafkan aku, kita bisa kembali seperti dulu lagi” bujuk Surya