
Mereka seperti tak memiliki rasa kasihan, entah kenapa Dara malah terjebak dalam keluarga seperti ini. Mereka tak bisa memperlakukan manusia dengan semestinya meski kadang mereka baik jika sudah dituruti semua keinginannya, tapi kalau tidak mereka akan berubah menjadi singa kelaparan yang siap menyantap siapa saja yang ada di depannya padahal awal mereka datang ke sini tampak tak mempermasalahkan jika Ninik berdebat dengan dirinya tapi setelah lama-kelamaan sifat mereka berubah.
Pagi harinya, semua sudah berkumpul untuk sarapan seadanya yang sudah disiapkan oleh Dara.
“Bu, ibu makan yang banyak aku lihat ibu tambah kurus” ujar Surya pada Dara
Dara yang diajak bicara pun melihat ke arah Surya “Iya nak, mungkin karna semakin tua jadi ibu tambah kurus” jawab Dara dengan senyum terpaksa
Sedangkan yang lain sibuk menyantap makanan yang ada di depannya.
“Oh iya pah kebetulan di perusahaan ada lowongan pekerjaan mungkin papah mau bekerja di sana meski hanya sebagai staf biasa yang penting bisa untuk menambah penghasilan kita” ujar Surya pada Rayhan
Rayhan menghentikan makannya dan melihat ke arah Surya “Apa papah diterima karna kasus sebelumnya? Setahu papah semua perusahaan sudah memblack list nama papah karna kasus itu” ucap Rayhan
“Kita coba saja dulu pah kebetulan perusahaan itu milik Nita, aku akan mencoba membujuknya supaya bisa diterima di sana, aku yakin Nita pasti mau membantu” ucap Surya
“Kamu mau ketemu mantan istri kamu itu mas?!” sahut Fifi tak terima
__ADS_1
Sepertinya Surya salah membicarakan masalah ini saat ada Fifi, pasti istrinya itu akan mengamuk tak terima padahal ini juga demi kebaikan keluarga kalau papahnya bekerja pasti ada yang membantunya untuk biaya sehari-hari tidak seperti saat ini yang hanya bisa makan tahu, tempe dan telur. Bahkan untuk membeli ikan hanya seminggu sekali agar mereka bisa menghemat karna selain kebutuhan makan tentu Fifi dan juga Ninik ingin berbelanja walau hanya sepotong baju.
“Aku ketemu Nita juga hanya untuk masalah pekerjaan jadi kamu tidak perlu sampai seperti itu, aku juga tidak pernah macam-macam kok” jawab Surya menghindari keributan di pagi hari
Tentu saja Fifi masih tidak terima dan tidak percaya dengan Surya, karna bisa saja mereka bertemu dan mengobrol hal-hal lainnya dan Fifi tak mau itu terjadi apalagi sampai Surya kembali pada Nita meski sepertinya Nita sudah tak mau lagi kembali pada Surya.
“Aku ikut”
Hal itu membuat Surya menghela nafasnya dan menatap Fifi dengan serius.
“Aku bekerja Fi, kamu jangan kekanak-kanakan. Kalau aku membawa kamu ke kantor untuk apa yang ada aku malu Fi, pasti kamu juga tidak akan diam saja kalau sudah bertemu Nita, entah akan seperti apa jadinya kalau nanti kamu ke sana bisa jadi aku dipecat karna kelakuan kamu” ucap Surya
“Aku tidak peduli, pokoknya aku mau ikut kalau aku tidak ikut lebih baik papah tidak perlu bekerja dan kamu tidak usah bertemu dengan mantan istri kamu yang sok itu” tegas Fifi
Rayhan hanya diam saja tanpa menanggapi perdebatan antara putri dan menantunya itu, baginya itu tidak penting karna yang ia inginkan sekarang hanya bersantai di rumah dan nongkrong bersama teman-temannya itu pun Rayhan bisa meminta uang pada Fifi, meski tidak banyak yang diberikan tapi setidaknya ia masih bisa main-main ke luar bersama teman-temannya.
“Sudahlah Fi, lagian Surya juga hanya berbicara dengan Nita tidak akan melakukan yang aneh-aneh kamu tidak perlu segitunya juga kasihan Surya kalau kamu seperti itu bukannya niatnya sudah baik untuk membantu papah kamu mendapatkan pekerjaan dan menambah biaya sehari-hari” Dara menimpali
__ADS_1
Fifi menatap tajam Dara, tentu saja ia tak meminta pendapat orang lain. Tapi Dara malah ikut menimpali ucapannya bersama Surya sedangkan kedua orang tuanya hanya diam saja sedari tadi.
Dara menyadari kalau Fifi tidak suka dengan ucapannya barusan, tapi menurutnya itu benar lagian Fifi terlalu curiga menganggap Surya akan bermain belakang dengan Nita jelas semua itu tak akan terjadi. Dara kembali melanjutkan makannya, baginya cukup menjadi penengah dan memberikan solusi meski tidak didengar karna bagaimanapun Surya adalah anaknya dan ia adalah ibunya yang tak akan tega jika melihat anaknya seperti ini.
“Pokoknya kalau kamu mau ketemu Nita harus ajak aku, kalau kamu ketahuan diam-diam ketemu dia awas saja kamu mas” ucap Fifi tegas
Surya hanya menghela nafasnya mendengar keinginan Fifi, Surya tak mungkin membawa Fifi masuk ke kantornya apalagi sampai ke ruangan Nita, apa nanti kata para karyawan. Surya juga tak mau melibatkan Fifi dalam urusan pekerjaan padahal ini kesempatan untuk Rayhan mendapatkan pekerjaan dan setidaknya memperbaiki namanya yang sempat buruk karna kasus korupsi yang pernah dilakukannya.
Tak mau memikirkan hal yang membuatnya pusing, Surya memilih untuk berangkat bekerja. Surya berpamitan pada semua orang dan langsung berangkat karna tak mau urusan ini semakin panjang nantinya.
Fifi masih mengoceh meski Surya sudah ke luar dari rumah, tentu saja agar Surya tidak menemui Nita seorang diri. Mungkin ini akibatnya jika mengambil dari seseorang, pasti akan ada ketakutan nantinya akan kembali pada pemiliknya meski mereka sudah tak lagi bersama tapi dari awal sudah niat dan mengganggunya.
*
Selama di kantor Surya tak melihat Nita, ia ingin membicarakan masalah mertuanya meski Fifi melarangnya untuk bertemu dengan Nita tapi Surya juga tak ada pilihan lain. Membawa Fifi bertemu dengan Nita sama saja membuat keributan karna Surya yakin kalau istrinya itu tidak akan bisa baik-baik kalau bicara. Terbukti pada terakhir pertemuan mereka yang tidak baik karna kesalah pahaman jadi Fifi pasti akan mengungkit masalah itu.
Sampai sat makan siang pun Surya tak melihat Nita, hingga akhirnya Surya menghampiri sekretarisnya untuk menanyakan keberadaan Nita dan mengapa ia tak ada di kantor.
__ADS_1
Surya menghampiri sekretaris Nita di dalam ruangannya, Surya mulai menanyakan keberadaan Nita dan ia menjawab kalau Nita memang tidak masuk hari ini, Nita juga sempat mengabadinya untuk mengcancel semua meeting hari ini karna Nita tidak bisa hadir ke kantor. Namun sang sekretaris tidak tahu alasannya apa karna Nita pun tidak memberitahu padanya apa alasannya, ia juga tidak bertanya alasannya pada Nita.