
Keesokan harinya, Hengki diperbolehkan pulang karna keadaannya sudah membaik.
Beberapa hari berlalu, Nita juga sudah bekerja seperti biasa. Hengki pun sudah kembali bekerja di perusahaannya karna lecet-lecet di mukanya sudah hilang.
Malam nanti Hengki berniat untuk pergi ke rumah Nita untuk menepati janjinya, yaitu mengajaknya jalan-jalan dan makan bareng.
Tentu Hengki tak akan melupakan semua itu meski sudah beberapa hari berlalu, karna baginya bisa jalan dengan Nita itu kesempatan langka apalagi hanya berdua.
Sebelum pulang Hengki pergi ke sebuah tempat untuk menyiapkan acara nanti malam, meski hanya makan malam Hengki tak masalah yang penting terlihat romantis karna mereka akan jalan-jalan dulu sebelum makan. Jadi pelayan pun masih memiliki waktu untuk mendekor tempat itu. Hengki menyewa tempat itu dan tak ingin ada orang lain datang ke tempat itu karna suasananya haruslah mendukung agar Hengki bisa meluluhkan hati Nita.
Dirasa semuanya sudah selesai, Hengki kembali pulang. Namun sebelum itu ia mengabari Nita untuk menepati ucapannya sewaktu di rumah sakit dan menyuruh Nita bersiap nanti malam karna dirinya akan menjemput Nita.
Malam harinya, Hengki sudah sampai di depan rumah Nita. Ia disambut oleh Aryo, Aryo sudah mengetahui karna Hengki sudah meminta izin terlebih dahulu.
“Selamat malam om” sapa Hengki
“Malam Ki, ayo masuk sepertinya Nita masih di kamarnya biasalah kalau wanita lagi dandan bisa sampai satu jam” ucap Aryo bercanda
“Iya om, tidak apa-apa aku bakal tunggu kok” jawabnya
“Ayo duduk sini sambil nunggu Nita kita ngobrol-ngobrol dulu” ajak Aryo
Aryo dan Hengki pun duduk, mereka berdua mengobrol mulai dari pekerjaan sampai membahas masalah bola. Biasalah laki-laki kalau sudah mengobrol juga sama seperti perempuan bisa merembet ke mana-mana.
Yang ditunggu-tunggu pun sudah keluar dari kamarnya.
“Papah” ucap Nita
Hengki dan Aryo menoleh ke sumber suara.
Aryo sudah biasa melihat penampilan Nita, karna bagaimana pun anaknya itu tetaplah cantik, berbeda dengan Hengki yang masih menatap Nita sampai tak sadar kalau Nita sudah ada di depannya.
“Kalau ditatap terus kapan berangkatnya” ledek Aryo
“Ehh i-iya om kalau begitu kami pamit dulu ya om” ucap Hengki salah tingkah
“Iya kamu hati-hati bawa anak om ya pulangnya juga harus utuh jangan ada yang tertinggal” ucap Aryo
__ADS_1
“Iissh papah dikira aku apaan sampai begitunya” Nita memanyunkan bibirnya
“Sudah-sudah sana berangkat nanti kemalaman lagi” ucap Aryo
“Aku berangkat dulu ya pah” Nita mencium punggung tangan Aryo diikuti oleh Hengki
Hengki dan Nita masuk ke dalam mobil.
“Kita mau ke mana?” tanya Nita
Hengki fokus menyetir dan menjawab pertanyaan Nita.
“kita akan jalan-jalan sebentar sebelum nanti makan, aku ada tempat yang indah banget aku harap kamu suka” ucap Hengki
Nita tak menyahuti, ia juga penasaran dengan tempat yang akan ia datangi dengan Hengki.
Sesampainya di parkiran, Hengki membukakan pintu untuk Nita. Mereka berdua berjalan beriringan. Bukan hanya mereka, ada juga pengunjung yang datang di sana tentu saja bersama orang yang mereka sayangi.
“Bagus kan tempatnya?”
“Kamu tahu dari mana tempat ini?” tatapan Nita masih menatap sekelilingnya
“Aku tahu dari teman aku, yang kebetulan juga dia memiliki usaha sekitar sini jadi dia mengajak aku ke sini hanya untuk menghilangkan penat karna terlalu keras bekerja”
“Cewek?” Kini Nita menatap Hengki dan menunggu jawaban darinya
Entahlah arti tatapan itu, sepertinya tatapan penasaran dan juga ada cemburu namun Hengki tak menangkap itu.
Hengki mengangguk pertanda iya.
“Tapi dia sudah punya suami kok, aku ke sini juga sama suami dan anaknya” seakan memberi penjelasan pada Nita agar tidak salah paham padanya.
Nita pun mengangguk, ia merasa lega karna bukan seseorang spesial.
“Ayo kita ke sana” ajak Hengki
Mereka berkeliling di tempat itu, setelah puas berkeliling mereka duduk di pinggir danau yang sudah disediakan tempat duduknya.
__ADS_1
“Kamu belum jawab pertanyaan aku” ucap Hengki seketika Nita menoleh
“Pertanyaan? Yang mana?” Nita tak ingat dengan pertanyaan yang ditanyakan oleh Hengki
“Bagus kan tempatnya? Kamu suka?” ulang Hengki
Nita mengangguk mengiyakan pertanyaan Hengki “Aku suka banget, aku baru tahu kalu ada tempat sebagus ini” ucap Nita kagum
“Makanya jangan sibuk kerja terus sesekali jalan biar tahu” ledek Hengki
“Aku sering kok jalan tapi Cuma ke Mal, karna aku memang tidak terlalu tahu tempat-tempat seperti ini” jawab Nita jujur
Hengki melihat Nita, dia tak pernah menatap Nita dengan jarak sedekat ini, Hengki lagi-lagi tersenyum. Nita yang tersadar Hengki memperhatikannya langsung bertanya.
“Kamu kenapa menatap aku seperti itu?” tanya Nita
“Tidak apa-apa, kalau kamu mau aku bisa ajak kamu ke tempat-tempat yang lebih indah dari ini. Itu pun kalau kamu mau” tawar Hengki
Nita berpikir dengan ucapan Hengki, sebenarnya ia mau hanya saja ia tak mau nantinya ada kesalah pahaman antara dirinya dan juga Hengki apalagi sudah ada Agnes sekarang. Tapi satu sisi ia juga ingin jika libur nanti mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah ia datangi sebelumnya.
“Tapi-“ ucapan Nita menggantung hal itu membuat Hengki bingung
“Tapi kenapa?” tanya Hengki
“Kamu sudah ada Agnes kalau nanti Agnes salah paham sama kita gimana? Aku tidak mau ya disebut pelakor” ucap Nita
“Memang aku sama Agnes sudah menikah sampai harus bilang sama Agnes dan kamu dibilang pelakor, lagi pula kita juga punya dunia masing-masing tidak harus setiap waktu bersama. Belum tentu juga aku sama Agnes jodoh, bisa jadi aku jodohnya sama kamu” Hengki menaik turunkan alisnya
“Sejak kapan kamu jadi pintar gombal seperti ini” cibir Nita
Hengki hanya tertawa menanggapi ucapan Nita.
Puas mengobrol dan menikmati suasana itu, Hengki mengajak Nita untuk makan malam di sebuah tempat yang sudah ia siapkan sebelumnya.
Selama perjalanan Nita tak hentinya bertanya di mana mereka akan makan. Namun Hengki tak pernah memberi tahunya, Hengki ingin membuat kejutan untuk Nita meski tidak terlalu wah tapi setidaknya Nita terkejut saja itu sudah cukup bagi Hengki.
Sesampainya di sebuah Restoran, Nita menatap sekeliling Restoran yang terlihat sepi tak ada pengunjung yang datang. Awalnya Nita sempat heran karna biasanya saat makan malam seperti ini akan banyak pengunjung yang akan datang, tapi malam ini Restoran ini sangatlah sepi. Suasananya pun juga terlihat berbeda sekali dari biasanya.
__ADS_1