Menantu Yang Tidak Diinginkan

Menantu Yang Tidak Diinginkan
59


__ADS_3

Hari-hari berjalan seperti biasa, Hengki masih terus menjalankan rencananya dengan Agnes. Ia juga masih meyakinkan Nita kalau dirinya sudah mulai menyukai Hengki namun Nita masih tak mau mengakuinya. Rasa nyaman itu bisa menimbulkan rasa suka meski terkadang tidak sampai jatuh cinta.


Hari ini Aryo mengajak Nita untuk makan malam bersama Hengki yang pastinya Hengki mengajak Agnes. Aryo ingin Nita cepat-cepat menyadari kalau sebenarnya Nita cemburu melihat Hengki dengan Agnes. Kalau Hengki dibiarkan lama-lama takutnya nanti malah menimbulkan rasa yang tidak diinginkan.


Meski semua itu tidak terjadi tapi masih ada kemungkinan semua itu terjadi karna kita tidak bisa mencegah kapan rasa itu akan muncul, dan Aryo tidak mau nantinya Hengki malah terperangkap oleh permainannya sendiri.


“Kenapa aku harus ikut sih pah, papah saja lagian aku malas ketemu sama dia” ujar Nita


“Kamu malas atau tidak suka lihat Hengki sama Agnes” goda Sinta


“Iishh mamah aku bukannya tidak suka, aku malas kalau nantinya ketemu malah membahas hal yang tidak penting di sana buang-buang waktu saja” Nita mencoba untuk menolak ajakan Aryo


Sinta menggelengkan kepalanya melihat putrinya yang sudah tidak remaja lagi, namun sifatnya seperti remaja yang sedang menghindar dari pacarnya agar tidak bertemu.


Beberapa hari terakhir Surya tidak pernah lagi mengganggu Nita, ia lebih fokus pada pekerjaannya dan terbukti pekerjaannya hasilnya memuaskan dan itu semua membuat Nita bernafas lega. Ia tak perlu lagi menghindar agar tidak bertemu dengan Surya.


“Memangnya kenapa sih lagian bukan hanya Hengki saja ada Dina di sana, kamu kan juga dekat dengan Dina. Kasihan Dina sudah mau ikut karna ingin ketemu kamu katanya akhir-akhir ini kamu tidak pernah mengajaknya bertemu, dia juga rindu katanya” bujuk Aryo


Nita memang dekat dengan Dina adiknya Hengki, semenjak makan malam waktu itu Dina meminta nomor ponselnya dan mereka menyempatkan untuk bertemu walau hanya sekedar belanja dan makan siang bersama.


Dari awal Dina memang sudah suka dengan sikap Nita yang menurutnya cocok menjadi kakak iparnya, selain pengertian dan bisa dijadikan tempat curhat, Nita bisa membuat Hengki banyak berubah. Salah satunya Hengki mulai banyak bicara dan ia bisa meluangkan waktunya untuk dirinya dan juga sang mamah.


Sukma juga tidak mempermasalahkan jika nantinya Hengki akan memilih Nita, meski statusnya janda tapi baginya yang paling penting adalah kepribadiannya. Nita baik dan ia juga anak dari sahabatnya sudah pasti bibit bebet dan bobotnya sudah jelas.


“Tumben Dina mau diajak, papah tidak bohongkan biar aku ikut”


Dina memang jarang mau kalau diajak makan malam menemani kakaknya dengan pacarnya itu, setahu Nita begitu dari cerita Dina yang pernah ia dengar.


Dulu pernah Dina diajak oleh Hengki untuk makan malam bersama pacarnya namun yang terjadi malah Dina menjadi nyamuk diantara keduanya dan dikacangin, apalagi Dina memang tidak terlalu suka dengan pacar Hengki yang menurutnya hanya mau dengan uangnya saja.


Hengki tidak pernah percaya karna ia sudah sangat menyayangi pacarnya itu tapi setelah ia tahu dan mendengar sendiri barulah Hengki percaya dan mereka pun putus.

__ADS_1


“Ngapain sih papah bohong, kalau mau ajak mamah sekalian deh biar kamu percaya” ujar Aryo


“Tapi ini kan masalah papah dengan dia lagian juga bicarain masalah bisnis apa kan aku sekarang yang ambil alih semuanya”


“Sudah jangan berdebat terus, nanti keburu malam kamu Nita temani saja papah kamu sana ganti baju” ujar Sinta menengahi


Mau tak mau Nita pun masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian.


Aryo dan Nita sudah siap mereka menuju ke sebuah Restoran tempat Hengki saat ini berada. Benar saja Dina sudah berada di sana.


Dina melambaikan tangannya pada Nita dan menyapanya.


“Kak Nita” Dina memeluk Nita


“Kebiasaan nih bocah kalau ketemu langsung peluk-peluk” ucap Hengki


“Kalau kamu mau meluk cepat halalin dulu” bisik Aryo


“Gimana mau halalin dia hatinya saja sudah kayak beton” balas Hengki


Mereka berdua pun tertawa pelan karna candaan yang mereka buat.


“Duduk dulu Din, lagian Nita baru saja datang kamu malah cerewet banget sih” omel Hengki


“Biarin saja wleek”


Nita selalu tersenyum melihat tingkat Hengki dan Dina yang menurutnya seperti kucing dan tikus yang tak pernah akur, namun Nita yakin Hengki pasti sangat menyayangi Dina tanpa Hengki ungkapkan.


Memang kebanyakan saudara begitu, ketika sedang bersama selalu saja bertengkar tapi kalau ada yang tidak ada salah satunya terasa kehilangan.


Mereka mengobrol ringan, tanpa mereka sadari kalau Hengki dan Nita saling melirik hingga pandangan mereka bertemu.

__ADS_1


Deg


Jantung Nita seperti tidak terkontrol, setelah sekian lama ia tak pernah merasakan degupan seperti ini. Nita membuang pandangannya ke arah lain sedangkan Hengki hanya tersenyum melihat Nita yang membuang muka dan menahan malu karna ketahuan melirik ke arah Hengki.


Agnes yang juga melihat itu pun hanya mendengus kesal, entahlah kenapa ia sangat ingin sekali membuat Hengki menyukainya padahal kalau dilihat dari sikap Hengki yang terkesan cuek dan dingin padanya seperti tak ada harapan lagi untuknya.


Pembahasan mereka pun sudah selesai, Aryo mengajak Nita pulang.


Selama di perjalanan Nita hanya bertanya pada papahnya itu.


“Perasaan tadi tidak bahas masalah bisnis, papah pasti bohong kan” selidik Nita


Aryo hanya tertawa pelan “Papah membahas tentang bisnis cuma kamu saja yang tidak mendengarkan dan hanya melirik seseorang” goda Aryo


Aryo memperhatikan Nita karna takut putrinya itu tidak nyaman namun ternyata Aryo salah, Nita malah mencuri pandang pada Hengki. Aryo juga melihat bagaimana Nita malu karna saling pandang dengan Hengki, Aryo hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah putrinya itu.


“Papah apaan sih” pipi Nita merah


Nita pun menatap ke arah luar jendela dan itu membuat Aryo tertawa.


Sesampainya di rumah, Nita dan Aryo masuk ke dalam kamarnya masing-masing. Mereka langsung beristirahat karna hari pun juga sudah malam.


*


“Sepertinya rencana ini tidak berhasil, kita harus pakai rencana yang lain dan aku yakin rencana ini pasti berhasil” ucapnya tersenyum


“Memangnya rencana apa? Apa kamu yakin rencana ini akan berhasil kalau tidak bagaimana?” tanyanya


“Aku yakin kok kali ini pasti berhasil dan Nita pasti akan sangat khawatir dan membuatnya sadar” ucap Hengki


Hengki dan Aryo sedang berada di sebuah Cafe, mereka berjanjian untuk membahas rencana mereka. Niat Aryo baik, ia hanya tidak mau nantinya Nita mendapatkan laki-laki yang tidak bisa menjaganya, Aryo percaya pada Hengki.

__ADS_1


__ADS_2