Menantu Yang Tidak Diinginkan

Menantu Yang Tidak Diinginkan
55


__ADS_3

“Sudah om, om pesan saja dulu. Tidak apa-apa om lagian aku juga tidak buru-buru. Memangnya ada om sepertinya serius sekali sampai mengajak aku bertemu seperti ini”


Aryo sudah memesan pada pelayan, ia menatap Hengki.


“Ada yang ingin om tanyakan pada kamu, kalau dikatakan penting? Sangat penting karna ini menyangkut kebahagiaan putri om”


Hal itu membuat Hengki serius, ya biasanya Hengki akan bersikap santai jika yang diobrolkan itu santai tapi jika sudah serius maka Hengki juga akan serius.


Melihat Hengki yang serius membuat Aryo tersenyum “Tidak perlu setegang itu, santai saja” ujar Aryo


“Apa kamu menyukai Nita?” tanya Aryo to the point


Pertanyaan itu membuat Hengki terkejut, karna ia tak pernah berpikir kalau Aryo mengajak bertemu untuk membahas hal ini.


“Sebelumnya aku minta maaf sama om Aryo” Ucap Hengki menggantung


Aryo yang siap mendengar apapun jawaban Hengki menerimanya karna memang mereka bukan anak remaja lagi dan sudah pasti tahu yang terbaik untuk hidupnya.


“Aku menyukai Nita jauh sebelum tahu kalau Nita adalah anak om Aryo, aku sempat menyampaikan perasaanku pada Nita namun sepertinya Nita masih menyimpan sakit akibat rumah tangganya yang berakhir, maka dari itu aku bersikap biasa saja agar Nita tak merasa risih dengan aku dan setelah aku tahu Nita anak om aku kaget dan sempat ingin mundur tapi perasaan itu tidak bisa hilang” jawab Hengki


“Kenapa kamu tidak mendekatinya?” tanya Aryo


Selama Nita bekerja di perusahaannya tak pernah Ryo melihat Hengki menemui Nita atau bahkan bertemu di luar. Makanya Aryo bingung kalau memang Hengki menyukai Nita kenapa ia tidak memperjuangkannya.


“Aku takut nanti Nita menolak lagi dan membuat aku semakin jauh darinya, seperti ini saja sudah cukup. Aku tahu Nita belum sepenuhnya pulih dari rasa sakit yang ia rasakan meski dari luar ia tampak biasa saja namun jauh dalam hatinya banyak luka yang belum mengering” jelas Hengki


Jawaban Hengki cukup membuat Aryo paham, kalau di sini hanya Nita yang butuh waktu agar tak terlalu memikirkan masa lalunya dan ia bisa memulai lembaran baru dan mengubur kenangan pahit yang pernah ia rasakan.


Sebagai seorang ayah, Aryo tak mau nantinya Nita terus berlarut dalam rasa sakitnya. Sebisa mungkin ia akan membuat Nita kembali merajut rumah tangga dan merasakan kebahagiaan yang pernah hilang.

__ADS_1


“Om punya rencana buat kamu dan mungkin ini bisa membantu kamu” Aryo tersenyum dengan rencana yang akan dilakukan dengan Hengki


*


“Tumben papah berangkat pagi mah?” tanya Nita kala tak melihat Aryo sarapan bersama


“Iya papah ada janji ketemu temannya yang baru datang dari luar negeri dan mereka bisanya pagi karna akan ada meeting jadi papah kamu menyempatkan itu sebelum nanti temannya kembali ke luar negeri” jelas Sinta yang dibalas anggukan oleh Nita


Nita percaya dengan ucapan Sinta karna cukup masuk akal. Mereka berdua pun sarapan dengan hidangan yang sudah disiapkan di atas meja.


Setelah sarapan selesai Nita pamit berangkat kantor karna ia juga ada meeting pagi ini.


“Aku pamit ya mah” ucap Nita


“Iya kamu hati-hati ya”


Nita pun berangkat ke kantornya mengendarai mobil. Aryo menawarkan sopir pada Nita namun ia menolak dan lebih memilih menyetir sendiri karna itu membuat Nita lebih nyaman.


Sedangkan di lain tempat, Fifi yang sudah kalang kabut karna Surya tak kembali bingung mencarinya ke mana lagi. Fifi hanya takut Surya kembali ke mantan istrinya dan akan menceraikannya.


Fifi sempat mendatangi ke rumah Nita, namun tak ada orang di sana dan kata mereka pemilik rumah itu sudah pindah saat Fifi bertanya ia tak tahu berpindah ke mana.


“Aarggh sial ke mana perginya kamu mas, awas saja kalau dugaan ku benar jangan harap kamu bisa bertemu lagi dengan perempuan itu” amarah Fifi meluap-luap


Surya mengirim uang bulanan, semakin berkurang. Karna itu pula Fifi mencari dan ingin bertanya kenapa jatah bulanannya berkurang. Pikiran negatif muncul di benak Fifi, mulai dari takut Surya kembali ke Nita dan juga takut Surya bermain dengan perempuan lain di luar sana.


Sampai akhirnya Fifi mendatangi perusahaan tempat Surya bekerja karna ia sudah bingung mau mencari Surya ke mana lagi.


“Kenapa aku tidak kepikiran sih” gerutunya karna baru ingat ia bisa menemui Surya di tempat kerjanya.

__ADS_1


Namun saat ia tiba di perusahaan tempat Surya bekerja, Fifi malah melihat Surya yang sedang berduaan dengan Fifi hal itu membuat Fifi emosi dan langsung menghampirinya.


“Ooh jadi ini alasan kamu pergi dari rumah mas?!” teriak Fifi


Di sana memang hanya ada Surya dan Nita namun ketika mendengar teriakan Fifi semua orang berkumpul untuk melihat siapa yang sudah berteriak di perusahaan.


“Fifi” gumam Surya


“Dasar perempuan tidak tahu diri sini kamu” Fifi menghampiri Nita dan hendak menjambaknya beruntung Nita langsung berlindung ke belakang Surya


Padahal kejadian yang sebenarnya, Surya berusaha mengajak Nita mengobrol tapi Nita menolak karna ia sudah ada janjian dengan kliennya sehingga Surya terus mengejarnya terus dan memaksa Nita untuk berbicara sebentar saja dengannya.


Tapi Fifi yang sudah dikuasai amarah jadi ia merasa kalau Nita dan Surya sedang berduaan.


“Silakan selesaikan urusan kalian tanpa melibatkan aku dan untuk kamu mas selesaikan urusan kamu di luar perusahaan karna aku tidak suka urusan pribadi disangkutpautkan dalam pekerjaan.” Ujar Nita


Setelah mengatakan itu, Nita pergi dan kembali ke ruangannya dengan dada gemuruh.


Melihat Nita pergi membuat Fifi tambah emosi, ia mengejar Nita namun Surya menghalangi dan menyeret Fifi keluar dari perusahaan agar tidak menjadi pusat perhatian.


“Kenapa kamu malah menyeret aku mas, biar aku kasih pelajaran sama dia sudah berani ganggu kamu dan malah sok-sok an kayak perusahaan itu miliknya”


Surya yang sudah tidak sabar karna dari tadi Fifi hanya berteriak-teriak dan mendahulukan emosinya langsung membentaknya.


“Diam Fi!” sentak Surya


Fifi pun langsung diam karna Surya tak pernah membentaknya seperti ini dan kali ini pertama Fifi melihat amarah Surya.


“Kamu tahu kalau ini perusahaan Nita?! Wajar kalau dia berkata seperti ini dan jika nanti terjadi sesuatu sama aku semua itu karna kamu. Aku sudah menyuruh kamu untuk menenangkan diri dan berpikir tapi sepertinya kamu tambah menjadi, kalau kamu seperti ini terus aku tidak akan tahan sama kamu”

__ADS_1


Sontak Fifi mengangkat wajahnya menatap Surya “Kamu bilang apa mas” ucap Fifi lirih


 


__ADS_2