
Siang hari ketika Nita sedang makan siang bersama asistennya, tiba-tiba ponselnya berdering dan yang menghubunginya adalah Sinta.
“Halo mah” ucap Nita
“Nita kamu di mana? Kamu bisa ke sini sekarang” suara Sinta terdengar panik
Nita yang mendengarnya pun ikut panik “Ada apa mah? Mamah di mana?” tanya Nita khawatir
“Mamah di rumah sakit, kamu ke sini ya cepat nanti mamah kirim alamatnya”
“Iya mah aku ke sana”
Nita memutuskan sambungan teleponnya dan langsung bergegas ke rumah sakit setelah mamahnya mengirimkan alamatnya padanya.
Sesampainya di rumah sakit, di sana Nita di sambut oleh Sinta.
“Mah ada apa?” tanya Nita khawatir namun ia juga bingung
Kalau memang mamah dan papahnya yang sedang terluka tak mungkin mereka ada di sini dan berdiri di depannya, di sana juga ada mamahnya Hengki dan Dina. Pandangan Nita beralih pada mereka yang sedang menangis tersedu-sedu. Nita bingung sebenarnya apa yang telah terjadi kenapa mamah dan papahnya ada di rumah sakit dan juga ada Sukma dan Dina di sana.
“Hengki Nit, Hengki” ucap Sinta
Semakin penasaran dengan apa yang diucapkan oleh Sinta karna mamahnya itu tak kunjung memberitahu apa yang sebenarnya terjadi.
“Iya kenapa mah, mamah tenang dulu bicara pelan-pelan ya” Nita mencoba menenangkan Sinta
“Hengki kecelakaan dia di dalam” Sinta menunjuk ruangan di mana Hengki sedang ditangani oleh dokter
Nita terkejut, perasaan tadi ia masih berpapasan dengan Hengki dan baik-baik saja tapi sekarang ia malah sedang berjuang di dalam. Hal itu membuat Nita terkejut, ia khawatir sekaligus takut.
__ADS_1
Sekarang Sintalah yang menenangkan Nita, karna Nita malah bengong dengan tatapan kosong yang membuat Sinta khawatir dengan putrinya itu. Tak lupa Dina juga mencoba menghibur Nita, meski Nita tak menangis tapi dari tatapannya bisa dilihat kalau Nita juga sedang khawatir pada Hengki. Terbukti dirinya tak berkata apa-apa setelah mendengar jawaban dari Sinta.
“Kak, kak Nita tidak apa-apa kan?” tanya Dina membuat Nita tersadar dan mencoba terlihat baik-baik saja
“Ti-tidak, kamu yang sabar ya kita berdo’a bersama-sama semoga kakak kamu baik-baik saja di dalam” ucap Nita menenangkan Dina
Ia tahu Dina pasti sama khawatirnya dengan dirinya, dan di sini bukan hanya dirinya saja yang juga mengharapkan Hengki baik-baik saja Sukma dan Dina pun lebih mengkhawatirkan Hengki jadi Nita harus bisa lebih tegar agar Dina baik-baik saja.
“Iya kak, aku takut kak Hengki kenapa-napa meski kami sering bertengkar tapi kalau tidak ada kak Hengki rasanya sepi banget, apalagi dia sedang berjuang di dalam” ucap Dina sendu
Nita merasa kasihan melihat Dina, ia tahu kedua kakak adik ini saling menyayangi namun mereka punya cara tersendiri untuk mengungkapkannya, mungkin dengan cara seperti ini cara mereka mengungkapkan kasih sayang mereka.
“Kamu yang sabar ya, kita harus yakin kalau kakak kamu baik-baik saja, dan kamu juga harus jaga mamah kamu sekarang kamu harus bisa lebih tegar agar mamah kamu juga tidak bersedih lagi” Nita memeluk Dina
Hari mulai sore, Sinta dan Aryo berpamitan untuk pulang sedangkan Nita masih di sana menemani Dina dan Sukma.
Pintu terbuka, dokter yang menangani Hengki pun keluar.
“Alhamdulillah keadaan pak Hengki baik, tidak ada luka serius” jawab sang dokter
“Apa boleh kami menjenguknya?”
“Boleh tapi kita pindahkan dulu pak Hengki ke ruang rawat, kalau begitu saya permisi dulu”
Setelah kepergian dokter, Sukma, Dina dan Nita melihat Hengki. Mereka bertiga masuk ke dalam dan melihat Hengki masih belum sadarkan diri.
“Dasar bodoh” omel Sukma pada Hengki yang masih belum sadar
Nita heran dengan ucapan Sukma, biasanya ketika anaknya baru saja kecelakaan dia akan memeluknya dan terharu karna masih bisa selamat, sedangkan Sukma malah mengomelinya dan mengatakan seperti itu. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh Nita yang pasti ia bingung.
__ADS_1
“Tante kenapa tante malah bicara seperti itu, mas Hengki baru saja dipindahkan dan tante malah mengomelinya” ujar Nita
“Iya Nita hiks hik” Sukma menangis ia lupa kalau Nita masih berada di sana “Aku mengomelinya agar segera sadar biasanya dia akan marah ketika aku mengatainya bodoh dan langsung tak terima” jelas Sukma
Nita mengerti kalau Sukma sedang khawatir pada Hengki dan ia juga merasakan hal yang sama tapi saat ini kondisi Hengki belum stabil jadi Nita menenangkan Sukma dan Dina agar mereka nantinya tidak mengomeli Hengki karna kecelakaan yang dialaminya.
“Oh iya tante kalau boleh tahu kenapa mas Hengki bisa seperti ini?” tanya Nita
Sedari tadi ia ingin menanyakan hal itu namun ia masih menahannya karna orang-orang sedang khawatir dengan keadaan Hengki yang belum sadarkan diri. Dan sekarang Nita berani bertanya karna Sukma dan Dina sudah mulai tenang dan bisa diajak bicara.
“Sebenarnya tadi saat Hengki keluar dari kantor, ia hendak menyeberang namun karna dia tidak hati-hati malah ada mobil yang sedang mengebut dan menabrak dirinya” jelas Sukma
Sebenarnya kejadiannya bukan seperti itu, Sukma hanya mengarang cerita karna kecerobohan Hengki malah dirinya mengalami kecelakaan sungguhan beruntung tak ada luka serius pada dirinya.
Flash back on
“Aku mau menemui dokter untuk diajak kerja sama, jadi mamah dan Dina jangan bilang-bilang ya sama Nita biar rencana ini berhasil” ujar Hengki
Sukma dan Dina mengerti karna sebelumnya pun ia juga mengikuti semua rencana Hengki dan Aryo dan sepertinya itu belum berhasil membuat Nita sadar dengan perasaannya.
Hengki pun pergi ke rumah sakit di mana dirinya sudah berjanjian dengan seorang dokter namun ternyata semesta mendukung rencananya agar lebih totalitas. Hengki terserempet motor, sebenarnya lukanya hanya sedikit di dahi dan di tangannya namun Hengki malah meminta sang mamah dan juga Sinta untuk mendrama dengan kondisi Hengki.
Mereka semua bersekongkol agar Nita merasa khawatir dan mengakui perasaannya, Hengki sebenarnya sadar hanya saja dirinya tidak mau menunjukkan pada Nita. Hengki ingin melihat kekhawatiran pada Nita.
Flash back off
“Lebih baik tante dan Dina pulang untuk beristirahat biar aku saja yang menjaganya tante kan harus menjaga kesehatan tante, dan kamu Dina besok kamu harus kuliah lebih baik kamu beristirahat di rumah agar besok ketika kuliah lebih segar” ujar Nita
Nita tahu dari manahnya kalau kesehatan Sukma menurun, entah disebabkan karna apa karna mamahnya tidak menceritakan. Nita hanya khawatir kalau nanti Sukma malah jatuh sakit, sedangkan Hengki masih terbaring lemah di sana.
__ADS_1
“Tidak, kamu tidak mungkin menjaga Hengki seorang diri kamu juga pasti lelah kan?”