
Rizal pulang ke apartemen nya, dia kaget melihat linda ketiduran di sofa. Mungkin linda sudah menunggu nya dari tadi.
" Kalau aku lihat, kamu itu manis dan polos", kata rizal.
Rizal menggendong linda ke kamar, dia pun menyelimuti nya dan mengecup kening nya linda. Rizal ke luar dari kamar linda, dia mandi dan tidur.
****
CERITA LINDA
Aku bangun pagi dan kaget perasaan semalam ketiduran di sofa, kok sekarang aku bangun sudah ada dikamar ku.
"Jangan jangan si kutub utara semalam pulang dan gendong aku", gumam ku.
Aku pun cepat cepat mandi dan menyiapkan sarapan pagi.
"Kak, bangun sarapan nya sudah jadi", teriak ku.
"Ya berisik banget", protes kak rizal.
"Eh maaf kak", jawab ku.
Kak rizal turun dari kamar nya, aku gak mau nanya sama kak rizal kemana waktu kemarin. Ada pesan masuk dari rayn.
"Lin berangkat bareng yu, aku tunggu didepan", pesan dari Rayn.
" Ya kak, tunggu sebentar", jawab ku.
Aku menghabiskan makanan ku dengan cepat.
"Gak bakalan ada yang ngambil", kata kak rizal.
"Kak aku berangkat duluan ya", kata ku sambil menelan makanan yang masih tersisa.
"Sama siapa?", tanya kak rizal.
"Kak rayn", jawab ku.
Aku berlari ke luar dan meninggalkan kak rizal.
"Kak maaf ya lama", kata ku ke kak rayn.
"Ya, gak apa apa lin", jawab kak rayn.
"Berangkat yu kak", ajakku.
"Ya", jawab rayn.
Aku dan kak rayn berangkat naik mobil nya kak rayn ke kampus.
"Lin, kok bisa ya punya kakak kaya kak rizal? Secara kamu periang sedangkan kak rizal cuek", tanya kak rayn.
"Ya bisa lah saling melengkapi", jawab ku sambil tersenyum.
Ada pesan masuk dari kak rizal.
"Jangan terlalu dekat sama rayn", pesan dari kak rizal.
"Ya kak", jawab ku.
"Pulang nanti jangan sama dia lagi, tunggu aku saja", pesan kembali kak rizal.
__ADS_1
"Ya bawel, suruh siapa kemarin menghilang di telan bumi", jawab ku.
Gak ada balasan lagi dari kak rizal. Kita sampai di parkiran kampus, ku lihat kak rizal belum sampai sini. Aku dan kak rayn berjalan menuju kelas nya masing-masing, kita berpisah karena beda kelas.
"Pagi guys", sapa ku.
"Pagi nona", jawab ai.
"Eh ted, kamu tau gak pacar nya kak rayn?", tanya ku.
"Ngapain kamu nanyain dia?", tanya ai.
"Kak rayn itu setau ku playboy lin", jawab tedy.
"Tau gak apartemen nya dekat sama kak rizal dan kemarin aku pulang ikut sama dia. Tadi pagi ke sini aku sama dia juga", jawab ku.
"Wah lin lu tuh cepat banget ya", kata ai.
"Hati hati lin, aku cuman gak mau kamu jatuh cinta sama orang yang salah", kata tedy.
"Lu sama kaya kak Rizal", jawab ku.
Dosen pun datang dan aku lupa ternyata sekarang kak rizal, hari ini kak Rizal mengadakan ulangan mendadak.
"Sial si kutub Utara, semalam gue gak belajar gara gara dia dan sekarang dia mengadakan ulangan", umpat ku.
Kak rizal tersenyum jahat sama aku, aku mengerjakan nya seingat aku saja dan sebisa nya saja. Ulangan selesai, semua orang mengumpulkan hasil nya ke depan termasuk aku.
"Kalau gak mau hari ini terulang kembali, jangan macam macam", bisik kak rizal.
"Dasar kutub utara", umpat ku.
Aku pun kembali ke meja ku.
"Mana gue tau, semalam gue gak belajar gara gara menunggu dia pulang malam", jawab ku.
"Sudah yu kita ke kantin", ajak tedy.
"Aku ke perpustakaan saja ya", jawab ku.
"Ok, nanti aku beliin makanan ke sukaan mu", jawab ai.
Aku berangkat menuju perpustakaan dan bertemu sama kak rayn.
"Hai lin mau kemana?", tanya rayn.
"Mau ke perpus kak", jawab ku.
"Bareng yu, kebetulan aku juga mau ke perpus", jawab rayn.
Aku dan rayn berjalan menuju perpus ternyata disana ada kak cellin dan kak rizal lagi berduaan. Aku cuek sama dia, masa bodo lah. Eh kak rizal malah nyamperin kita, dia tinggalkan kak cellin sendiri.
"Apa sih kak?", tanya ku.
Kak rizal duduk di pinggir aku, padahal di depan juga bisa.
"Kak mau disini dekat adik", jawab kak rizal.
Aku tahu kalau kak rayn merasa tidak nyaman semenjak kak rizal datang.
"Lin, aku pergi dulu ya. Nanti pulang tunggu aja di parkiran", kata kak rayn.
__ADS_1
"Ya kak", jawab ku.
Kak rayn sudah pergi, aku masih melihat kak rizal yang aneh itu.
"Belajar yang benar, jangan malu maluin kakak sendiri", kata kak rizal.
Aku memanyunkan bibir ku.
"Jangan berexpresi seperti itu didepan cowo lain", kata kak rizal.
"Dasar kutub utara", umpat ku.
Pletakkk.
"Awww sakit", kata ku.
Aku kembali membaca buku nya, rasa ingin pergi saja dari sini. Benar juga kata kak rayn, kok bisa aku punya kakak kaya dia. Tapi emang dia kakak tiri ku bukan kakak kandung ku, itu jelas berbeda dong.
Aku pergi meninggalkan kak rizal karena kelas sebentar lagi mau di mulai, aku sengaja gak pamit sama kak rizal. Namun kak rizal gak protes sama aku atau malah nanti di rumah aku diceramahin sama dia, karena aku gak sopan.
Aku masuk ke kelas dan mengikuti pelajaran nya, setelah selesai kita bertiga ke kantin.
"Lin, lihat di belakang lu ada kak rizal sama teman nya", kata ai.
Aku noleh ke belakang.
"Ya biarin saja lah ai", jawab ku.
"Kaya nya sekarang kak lu posesif ya lin", kata tedy.
"Tau tuh, gue gak bisa tebak mood nya dia", jawab ku.
Tiba-tiba kak rayn datang dan duduk di pinggir aku.
"Hai boleh gabung?", tanya kak rayn.
"Boleh", jawab ku.
"Hah jadi linda teman lu ted?", tanya kak rayn.
"Ya ray", jawab tedy.
"Lu gak ngenalin gue ke linda dulu", protes rayn.
"Lah mana gue tau lu mau kenalan sama linda", jawab tedy.
"Titip linda ya, kalau ada yang nyakitin dia. Lu kasih tau gue", kata rayn.
"Ya, gak usah lu bilang. Disini cowok gue aja, jadi gue jagain sahabat gue dari dulu", jawab tedy.
"Jadi kalian sudah kenal sejak dulu?", tanya rayn.
"Ya, kita bertiga teman sejak SMa", jawab tedy.
"Hai kak rayn, kenalin aku ai", kata ai.
"Hai salam kenal rayn", jawab rayn.
"Kak boleh tukeran wechat nya?", tanya ai.
"Mmm boleh", jawab rayn.
__ADS_1
Mereka saling tuker wechat nya.
"Lin, nanti pulang bareng ya", ajak rayn.