Mencintai Kakak Tiri

Mencintai Kakak Tiri
Its momen


__ADS_3

Didalam perjalanan menuju apartemen cukup hening tidak ada kata atau pembicara apapun, cuman terdengar suara napas masing-masing. Sampai lah di apartemen, aku dan kak rizal masuk.


"Dik mau makan apa?", tanya kak rizal.


"Terserah kak", jawab ku sambil masuk ke kamar.


Aku mandi dan ganti baju, setelah selesai aku ke luar dan ku lihat kak rizal lagi menonton televisi.


"Kak, kata nya mau makan?", tanya ku.


"Ya, kakak lagi pesan makanan", jawab kak rizal.


Aku duduk di samping kak rizal.


"Kak ke atas dulu", kata kak rizal.


Kak rizal naik ke atas, aku ngemil dulu sebelum makanan datang.


Ting tong


Tingg tongg.


Aku buka pintu dan ternyata makanan sudah datang, aku yang biasa nya teriak kini lebih baik nyamperin kakak di atas.


Tok tokk


"Kak makanan nya sudah datang", kata ku.


Tapi belum ada jawaban.


Tokk tokk tokkk


"Kak, kak makanan sudah datang", kata ku.


Ceklekkk


Aku membuka pintu nya ternyata gak di kunci, ku lihat disekeliling gak ada kak rizal. Aku takut kak rizal kenapa napa.


"Kakak, kak, kak", panggil ku.


Belum ada jawaban dari kak rizal, aku menuju kamar mandi nya kak rizal.


Tokk tokk tokk.


Gak ada yang jawab, aku semakin takut kakak kenapa napa. Pas aku lagi mau membalikkan badan, ternyata aku ke pleset. Untung ada tangan yang cepat untuk menopang ku agar tidak jatuh, aku lihat ternyata kak rizal.


"Awwwww kakak", teriak ku.


Aku cepat bangkit dan menutup mata.


"Kak sana pakai baju dulu", kata ku.


"Kamu mau apa ke sini?", tanya kak Rizal.

__ADS_1


"Dari tadi aku panggil panggil kak gak nyaut, itu makanan sudah ada", jawab ku.


"Oh, tunggu di bawah aku segera ke sana", kata kak rizal.


Aku segera berlari dan kebawah, masing teringat jelas bentuk tubuh yang berotot itu, putih dan mulus.


"Akhhh gara gara kak rizal mata ku jadi kotor", gumam ku.


Kak rizal turun, kita langsung makan. Dia terlihat begitu mempesona ku, sehabis mandi dengan keadaan rambut masih basah. Setelah makan aku masuk ke kamar dan tidur.


****


CERITA KAK RIZAL.


Semakin hari perasaan ini semakin bertambah, apalagi keakraban linda sama rayn. Membuat rizal cemburu dan gak karuan atas tingkah nya, dalam hal ini rizal tidak salah. Karena dengan bersama setiap hari membuat tumbuh cinta dan linda pun bukan adik kandung nya.


"Sial kenapa aku bisa jantuh cinta sama adik tiri ku", gumam rizal.


Setiap jauh dari linda ada rasa curiga terselimuti dan akhir nya meskipun sedang sakit. Rizal berusaha untuk antar jemput linda, agar linda tidak bersama rayn.


Sampai saat ini hati nya gundah, mau di ungkap takut cinta nya bertepuk sebelah tangan dan akan membuat suasana kaku.


Peristiwa dikamar membuat rizal menjadi salah tingkah, tapi rizal besikap seolah tidak terjadi apa apa. Malam ini setelah makan rizal masih bergelut dengan laptop nya, sedangkan linda sudah pergi ke kamar.


"Kak kak kak rizal", teriak linda.


Rizal ke luar dari ruang belajar nya.


"Kak bisa minta tolong belikan obat pereda sakit", jawab linda.


"Kamu sakit apa dik? Sini kakak bantu", kata kak rizal.


Rizal merangkul linda dan membawa nya ke kursi.


"Obat pereda sakit, aku lagi datang tamu kak", kata linda.


"Oh ya sudah kamu tunggu disini, kakak beli ke luar dulu", jawab kak rizal.


Segera rizal ke luar dan menuju apotik yang dekat dari apartemen, meskipun bingung obat apa tapi nanti bisa nanya sama penjaga nya.


"Beli obat pereda buat datang bulan", kata rizal dengan suara kecil.


"Wahhh mas so sweet banget, jarang jarang ada laki-laki yang mau beli ginian", kata pegawai toko itu.


Memang malu tapi rizal gak mau kenapa napa sama adik nya, karena tadi wajah nya sudah pucat.


"Mas mau sekalian pembalut nya?", tanya pegawai itu.


"Ya terserah lah, pokok nya yang berkaitan sama wanita", jawab rizal dengan cuek.


Sudah mendapatkan semua nya, rizal lari dengan terburu buru. Sampailah di depan pintu dan langsung masuk.


"Ini dik", rizal ngasih kantong kresek nya.

__ADS_1


"Trimakasih kak", jawab linda.


Segera rizal ke dapur dan membawakan botol air hangat untuk mengompress perut nya yang sakit.


"Sini kakak bantu, kompres dengan air hangat", kata kak rizal.


Linda pun menuruti apa kata kakak nya, sekitar satu jam berlalu dan perut linda sudah baikkan.


"Kak, istirahat lah aku sudah membaik", kata linda.


"Oh, sini kakak antar ke kamar", jawab rizal.


Tak lama rizal malah menggendong linda pergi ke kamar, tidak ada reaksi dari linda. Biasa nya bicara atau bereaksi, kini cuman diam saja mungkin efek sakit perut nya.


Ketika linda sudah di bawa ke kamar dan rizal pun pergi ke atas untuk istirahat. Pagi hari nya rizal bangun dan segera menelpon pihak kampus agar linda bisa istirahat, rizal pun bikin bubur buat linda.


"Kak sudah masak?", tanya linda yang tiba-tiba sudah datang ke dapur.


"Ya, kakak bikin bubur. Hari ini kamu gak usah ke kampus", kata rizal.


"Kakak aku sudah baikkan kok", jawab linda.


"Istirahat lah seharian ini, kak temenin", jawab rizal.


Bubur nya sudah jadi kita berdua sarapan dengan bubur, setelah selesai rizal membereskan di dapur sedang kan linda sudah ada di depan televisi.


"Kakak kenapa gak ke kampus?", tanya linda.


"Kakak mau jagain kamu", jawab rizal.


"Aku sudah membaik kok kak, kalau lagi dapat sakit cuman sehari. Ke sini nya biasa lagi", kata linda.


"Ya sudah kakak mau ke ruang belajar dulu", jawab rizal.


Rizal berdiri dan malah ditarik sama linda, akhir nya tubuh rizal menindih tubuh nya linda. Adegan paling mendebarkan hati, mereka sedang adu pandang.


"Kata nya kakak mau nemenin aku", kata linda.


Rizal pun langsung bangun.


"Ya, mau nemenin apa?", tanya rizal.


"Bagaimana kalau jalan jalan keliling apartemen kak?", kata linda.


"Ok, cepat", jawab rizal.


Rizal dan linda berkeliling apartemen dengan bahagia nya, pemandangan yang bagus dan hijau. Biasa nya kalau weekend pasti ramai disini, memang apartemen ini kawasan elit khusus orang ternama yang sibuk. Mereka ada di rumah cuman weekend saja, sedangkan hari hari biasa seperti ini sepi banget.


Itu yang menjadi penyebab kenapa rizal membeli apartemen ini, karena rizal menyukai tempat sepi tidak mau ramai sama orang lain.


"Kak, cape pulang yu", kata linda.


Kita berjalan memang sudah lama, makanya sudah terasa cape.

__ADS_1


__ADS_2