
Tedy yang peka dia tau kalau kak Rizal sering memperhatikan ku.
"Lin, kakak mu itu menjelaskan materi tapi mata nya tertuju pada mu", bisik tedy.
Untung bel istirahat sudah berbunyi, kita bertiga ke kantin untuk makan. Semua wanita teriak histeris ketika 3 cowok memasuki kantin, aku tahu salah satu nya kak rizal bersama teman nya.
"Lin heboh bener kak lu datang", kata tedy.
"Ya, heran gue", jawab ku.
"Pantas sih idola perfect", jawab ai.
"Wahhh kak cellin juga datang", kata tedy.
"Dasar lu masa aja", kata ai.
"Gue mau makan bareng dia akh", kata tedy.
Tedy langsung nyamperin kak cellin.
"Itu si playboy masih saja beraksi", kata ai.
"Sudah lah makan saja", kata ku.
Kak rizal melewati ku sambil membawa makanan dan susu kotak ditangan nya, susu nya dia taro dimeja ku. Sedangkan dia meninggalkan ku, dia duduk di belakang ku.
"Ngapain sih si kutub utara ini, fans nya bisa bisa nyandra gue atau membunuh gue", gumam ku.
"Perhatian sekali kakak mu", kata ai.
Banyak mata yang gak suka melihat kak rizal perhatian sama aku, aku mulai tidak nyaman.
"Kita ke perpus yu", ajak ku.
"Ya", jawab ai.
Aku dan ai ke perpus tapi dihadang oleh 3 cewek itu mungkin fans dari kak rizal.
"Heh anak baru, lo jangan tebar pesona sama gebetan gue hah", kata cewe itu.
"Huhff aku gak nyari perhatian kak", jawab ku.
"Lu itu so cantik lagi", kata cewe itu.
Tangan ku dipegang sangat kencang sama cewek itu, aku kesakitan.
"Lepas kak, tangan ku sakit", teriak ku.
"Lepaskan tangan teman ku", teriak ai.
Tangan ai juga dipegang sama ke dua teman nya, aku menangis dan untung nya kak rizal datang.
"Lepaskan tangan nya", teriak kak rizal membuat semua orang memandangi nya.
"Awww brengsek", gumam ku sambil melihat tangan ku yang memerah.
"Lu jangan sekali kali nyakitin adik gue, kalau lu berani nyentuh di ujung rambut nya. Lu berhadapan sama gue", kata kak rizal.
Aku terdiam dan kak rizal menggendong ku, perasaan tangan yang sakit bukan kaki. Tapi lumayan lah asik juga digendong sama kak rizal, semua tertuju pada kita.
__ADS_1
Sampailah di klinik kampus, kak rizal membawakan kotak obat nya.
"Sini kakak obatin dik", kata kak rizal.
Aku diam dan hanya memberikan tangan tadi yang terluka, tiba-tiba kak cellin masuk dengan buru buru.
"Lin bagaimana keadaan mu?", tanya cellin.
"Seperti yang kakak lihat", jawab ku.
Kak rizal ngobatin tangan ku.
"Zal, aku yang bawa linda masuk ke kelas, kan kamu harus ngajar", kata cellin.
"Kakak nanti jemput kamu di kelas, jangan kemana mana ya", kata rizal.
"Ya kak", jawab ku.
Kak rizal ke luar dari klinik.
"Kak, aku harus masuk masih ada 2 mata pelajaran lagi", kata ku.
"Sini kakak bantu dan temenin", kata cellin.
"Aku tidak apa-apa kak, aku sakit tangan bukan kaki", jawab ku sambil tersenyum.
"Aku harus memastikan kamu selamat sampai kelas, ayo", ajak kak cellin.
"Trimakasih kak", jawab ku.
Aku, ai dan kak cellin ke luar dari klinik. Ternyata ketiga cewek tadi sudah ada di depan klinik.
Aku mengangguk takut.
"Kalian siapa sih, berani berani nya nyakitin adik kesayangan nya rizal", kata cellin.
"Maaf kak cellin, aku kira linda menggoda kak rizal. Aku tidak tahu kalau kak rizal perhatian sejak malam itu dan sampai tadi dikantin ku lihat. Itu perhatian sama seorang adik, maafkan aku lin", kata cewek itu.
"Ya kak gak apa apa kok", jawab ku.
"Boleh kita berteman?", tanya cewek itu.
Aku menganggukkan kepala.
"Nama ku rina", kata cewek itu.
"Salam kenal kak, aku masuk dulu ya", kata ku.
Aku berjalan menuju kelas ku, sampai lah di kelas ku.
Di meja penuh bunga, coklat dan makanan serta kertas bertuliskan BUAT ADIK IPAR TERSAYANG.
"Gila gue", kata ku.
"Lin, aku beresin ini semua ya, tedy bantuin", kata ai.
Kak cellin ke luar kelas ku, tak lama semua itu disingkirkan tedy dan ai. Dosen pun sudah datang, kita belajar dengan baik. Sampai mata kuliah yang terakhir.
"Lin, mau di asrama lagi?", tanya ai.
__ADS_1
"Nanti aku bilang kak rizal", jawab ku.
Tedy yang dari tadi asik makan kue nya.
"Enak punya sahabat yang kakak nya terkenal, banyak bunga dan makanan", kata tedy.
"Aku mau coklat nya", kata ai.
Aku pun bawa sebagian coklat dan makanan ringan, sisa nya di bawa ai dan tedy.
"Dik pulang yu", kata kak rizal yang sudah sampai di kelas ku.
"Kak boleh aku nginap lagi di asrama?", tanya ku.
"Gak, pulang", jawab rizal.
Aku nurut sama kak rizal, aku pamit sama ai dan tedy. Aku berjalan berdua sama kak rizal dan sampailah diparkiran, aku masuk ke mobil dan kak rizal mulai mengendarai mobil nya.
Sampailah diapartemen, aku dan kak rizal masuk.
"Istirahat lah, aku nanti bawain makanan ke kamar mu", kata kak rizal.
Aku nurut sama dia, aku pun mandi terlebih dahulu.
"Sial tuh cewe, tangan ku jadi bengkak begini", gumam ku.
Pintu terbuka dan kak rizal masuk ke kamar ku.
"Ini makan dulu, sini kak suapin", kata kak rizal.
Aku disuapin kak rizal sampai habis dan aku pun minum obat pereda nyeri.
"Istirahat lah", kata kak rizal.
"Kak kalau begini terus jangan salahkan aku kalau aku sampai jatuh cinta", gumam ku.
"Apa lin?", tanya kak rizal.
"Awww sakit kak", alasan ku.
Kak rizal ke luar meninggalkan ku.
****
CERITA KAK RIZAL
Ayah rizal sudah lama menduda, semenjak kepergian mamah, ayah belum mau menikah. Tapi akhir akhir ini ayah terlihat bahagia, ayah meminta restu rizal untuk menikahi seorang janda anak satu.
Janda itu punya toko baju, kata ayah dia sering ke sana. Rizal terlalu sibuk dengan kuliah S2 nya dan rizal pun menjadi dosen di sana.
"Nak, boleh ayah nikah lagi?", tanya ayah.
"Aku dari dulu juga bilang boleh ayah asal ayah bahagia", jawab rizal.
"Ayah besok nikah dan kamu harus pulang", kata ayah.
Rizal pun pulang ke rumah nya, ayah pun resmi menikah dengan ibu yang bernama ros. Dia punya anak semata wayang nya perempuan bernama linda.
Kata ayah linda mau kuliah di kota Y dan universitas yang sama dengan rizal dan jurusan nya pun sama. Ayah meminta linda tinggal bersama rizal di apartemen yang lima bulan lalu rizal beli pakai uang nya sendiri.
__ADS_1