Mencintai Kakak Tiri

Mencintai Kakak Tiri
Punya kakak populer


__ADS_3

Hari ini cuman ada 1 mata kuliah saja, jadi pulang lebih awal. Setelah selesai belajar, kita bertiga menuju cafe di depan kampus itu.


"Akhir nya kita bisa main bareng", kata tedy.


"Ya, mau pesan apa nih?", tanya ai.


"Aku jus alpukat sama kentang goreng deh", jawab ku.


"Aku kopi saja", jawab tedy.


"Aku ingin yang segar, jus jeruk sama kentang dan nuget", jawab ai.


Pesanan kita sedang di bikin.


"Lin, kak rizal tidak macam macam kan sama kamu?", tanya ai.


"Gak lah, aku ya aku dan dia ya dia. Kita juga jarang ngobrol", jawab ku.


"Eh kalian tahu gak primadona kampus ini siapa?", tanya tedy.


"Gak, siapa?", tanya ai.


Aku menggelengkan kepala.


"Nama nya Kak cellin yang sekarang lagi mengejar S2 nya disini", jawab tedy.


"What?", aku dan ai kaget,


"Kenapa kalian? ", tanya tedy.


"Kak cellin itu pacar nya kak rizal", jawab ku.


"Ya sih kak cellin cantik, putih, sexsi dan smart", kata ai.


"Kalian sudah tau orang nya?", tanya tedy.


Aku dan ai mengangguk kan kepala.


"Kenalin aku dong lin sama kak cellin", kata tedy.


"Wah ini si playboy beraksi kembali", kata ai.


Tedy tertawa saja, ada dua wanita yang berjalan ke arah ku. Salah satu nya aku tau itu adalah kak cellin sama teman nya.


"Hai lin", sapa kak cellin.


"Hai kak", jawab ku.


"Oh iya boleh minta nomer telpon mu?", tanya kak cellin.


"Boleh ini kak", jawab ku.


"Ok trimakasih lin", jawab kak cellin.


Kak cellin berjalan kembali bersama teman cewek nya itu.


"Siapa lin?", tanya tedy.


"Itu kak cellin", jawab ku.


"Wah cantik nya, sial lu gak ngenalin gue lin", kata tedy.


"Oh iya lupa ted", jawab ku sambil tersenyum.


Tiba-tiba ada nomer baru yang masuk ke ponsel ku.

__ADS_1


"Hai lin, ini nomer kak cellin", pesan dari nomer baru itu.


Aku save nomer kak cellin, mungkin saja nanti aku membutuhkan nya atau malah dia yang butuh aku. Sudah cukup lama kita nongkrong di cafe tapi belum juga ada kabar dari kak rizal.


"Ke asrama yu, lama nih kak rizal nya", ajak ku.


"Ya sudah ok", jawab ai.


Aku dan ai ke asrama putri sedangkan tedy pulang ke asrama putra. Sampailah di sebuah kamar yang rapih dan nuansa putih, disana ada tempat tidur 4. Atas nya tempat tidur dan bawah nya meja belajar sama lemari pakaian.


"Ai ini siapa?", tanya teman yang bareng satu kamar.


"Kenalkan ini linda yang sekamar sama kita", jawab ai.


"Hai perkenalkan aku linda", jawab ku.


"Hai lin, aku aisyah", kata teman itu.


"Aku siti", kata teman satu nya.


"Kok kamu gak tinggal di asrama lin?", tanya aisyah.


"Aku tinggal di apartemen kakak, kalau mendesak mungkin aku tinggal di asrama ini", jawab ku.


"Kamu disini aja lin, biar rame", kata siti.


"Mau nya sih gituh", jawab ku sambil tersenyum.


Tempat tidur ku di samping ai.


"Oh iya lin, malam ini kamu tidur disini saja", kata ai.


"Aku gak bawa baju", jawab ku.


"Aku hubungi kakak dulu ya sebentar", kata ku.


Aku ke luar dan nelpon di balkon, kebetulan kita di lantai dua. Sedangkan asrama ini punya lantai tiga, jadi banyak sekali kamar nya.


"Hallo kak, boleh hari ini aku nginap di asrama?", tanya ku.


"Kamu gak bawa baju ganti nya kan?", tanya kak rizal.


"Bisa pinjam punya teman", jawab ku.


"Ok", jawab kak rizal.


Telpon langsung di tutup sama kak rizal.


"Dasar si kutub utara", guman ku.


Aku masuk kembali ke dalam.


"Gimana lin?", tanya ai.


"Boleh dong", jawab ku.


Akhirnya aku bisa nginap di asrama ini. Tak lama baru juga 30 menit kak rizal sudah kirim pesan lagi.


"Aku tunggu di bawah, cepetan", pesan dari kak rizal.


Dari tadi aisyah dan siti tertawa di balkon sampai teriak teriak.


"Ganteng nya", kata aisyah.


"Ihh cakep banget", kata siti.

__ADS_1


Itu yang dari tadi mereka ulang terus.


Aku dan ai ke luar, ingin tahu ada apa sih.


"Apa sih?", tanya ai.


"Lihat dosen termuda, terganteng, dia ada di depan asrama kita sedang apa dia", jawab siti.


"Mungkin dia menunggu kekasih nya kak cellin", jawab aisyah.


Semua kampus sudah tahu kalau kak rizal pacaran sama kak cellin.


"Waduh gawat", teriak ku sambil berlari menuju tangga dan aku segera nyamperin kak rizal.


"Ini semua perlengkapan mu aku bawain, jangan lupa makan" , kata kak rizal.


Kak rizal ngasih paperbag coklat dan kantong kresek putih isi makanan.


"Trimakasih kak", jawab ku.


Kak rizal menghilang begitu saja dari hadapan ku tanpa permisi, aku pun kembali ke kamar. Diperjalanan menuju kamar ku, semua mata tertuju pada ku seakan mereka marah dan mau memakan ku.


Sampai lah di kamar, aku langsung menutup pintu nya.


"Sial punya kakak ganteng, ya seperti ini", gumam ku.


Dari tadi aisyah dan siti menatap ku.


"Kenapa lagi dengan kalian?", tanya ku.


"Serius kamu adik nya pak rizal?", tanya aisyah.


Aku mengangguk kan kepala.


"Ok silakan duduk adik ipar ku", kata aisyah.


"Mau makan sama apa, aku yang beliin dan traktir", kata siti.


"Apaan sih kalian?", tanya ku.


"Ternyata adik nya calon suami ku adalah teman sekamar ku", kata aisyah.


"Dunia ini gila", teriak ku.


Ai dari tadi ketawa puas banget.


"Ai bantuin aku", aku merengek meminta tolong.


"Lin, dibawain apa sama kak rizal?", tanya ai.


"Ini makanan sama baju terus buku", jawab ku.


"Wah enak banget punya kakak ganteng, idola, baik, perhatian lagi", kata ai.


"Sudah makan bareng aja yu", ajak ku.


Kita makan berempat, ternyata kak rizal tau suasana di asrama dia bawain makanan cukup banyak juga.


Setelah selesai kita pun tidur, sebelum nya aku mandi dulu biar bisa tidur pulas.


Pagi hari nya aku bangun dan mandi, rencana nya sebelum masuk kelas aku dan ai mau makan dulu dikantin. Hari ini ada 3 mata kuliah, pasti sampai sore dan hari ini juga ada mata kuliah dosen nya kakak sendiri.


Aku dan ai sarapan pagi dikantin, aku beli roti sama susu saja karena lagi malas makan nasi. Sudah selesai kita pun masuk ke kelas, jam pertama itu dosen nya kak rizal.


Kak rizal masuk dan aku mendengarkan dia sampai selesai juga, aku terkadang risih kalau dosen nya dia. Dari tadi mata nya selalu tertuju pada ku, seakan dia mau memakan ku.

__ADS_1


__ADS_2