
"Mau masuk dulu?", tanya cellin.
"Trimakasih kak, kita pulang saja", jawab ku.
Kak rizal cuman diam aja.
"Kak ayo pulang", ajak ku.
"Heh dikira kakak mu ini supir", kata kak rizal.
"Upzz maaf, aku pindah ke depan", jawab ku.
"Cepat", kata rizal.
"Ya bawel, dadah kak cellin", kata ku.
Kak rizal segera melajukan mobil nya dan meninggalkan rumah kak cellin. Sampailah kita di apartemen, aku dan kak rizal masuk ke dalam.
"Aduhh lelah", kata ku sambil duduk di sofa.
Kak rizal langsung ke kamar nya diatas.
"Meskipun dingin, tapi tetap tampan", guman ku.
Aku pun masuk ke kamar, mandi dan istirahat. Pagi hari nya aku siapkan sarapan karena tangan ku sudah membaik.
"Kak sarapan nya sudah siap", teriak ku.
Kak rizal langsung turun.
"Tangan mu sudah baikkan?", tanya kak rizal.
"Sudah kak", jawab ku.
Kita sarapan pagi bareng, setelah selesai aku beresin dan aku pun segera ke luar karena mau berangkat bareng ke kampus.
Mobil kak rizal sudah meninggalkan apartemen dan menuju ke kampus. Sampai lah di parkiran area kampus, aku dan rizal turun.
"Kak aku dulu an", kata ku sambil berlari.
Sampai dikelas, aku langsung bergabung sama ai dan tedy.
"Eh hari ini aku ada tanding basket, kalian liat aku dong", ajak tedy.
Tedy itu dari SMA memang suka main basket, tapi tidak pernah jadi kapten nya.
"Ya, nanti ke sana", jawab ku.
"Banyak cowok cakep", kata ai.
"Huh lu mikir nya cowok cakep aja", kata tedy.
Dosen sudah masuk, kita waktu nya belajar. Hari ini cuman ada 2 mata kuliah saja, setelah selesai ke dua nya kita pun pergi kelapangan basket.
Aku dan ai duduk di kursi penonton, tedy pergi ke ruang ganti.
"Lin kaptennya cakep ya", kata ai.
"Ya", jawab ku.
Semua tim basket masuk kelapangan, ternyata lawan nya kak rizal. Kak rizal kapten dari tim lawan dan kapten dari tim nya tedy bernama rayn.
"Rayn rayn rayn", sorak penonton mahasiswa yang mendukung.
__ADS_1
"Rizal rizal rizal", sorak penonton yang mendukung.
"Waww kakak lu benar-benar perfect lin", kata ai.
Aku melihat kak rizal sungguh tampan nya dia, eh di sebrang sana aku lihat kak cellin pun lagi mendukung kak rizal.
"Rayn pun tidak kalah ganteng nya dari kakak mu", kata ai.
Aku diam dan menikmati jalan nya pertandingan basket, sampai selesai dan akhirnya tim kak rizal yang menang.
"Ayoo pulang", ajak ku.
"Ya", jawab ai.
Aku dan ai ke luar dari lapangan basket.
"Aku pulang ya", kata ku.
"Hati hati lin", jawab ai.
Aku pergi menuju tempat parkir dimana ada mobil kak rizal disana. Sudah ada 10 menit tapi kak rizal belum juga datang.
"Sial lama banget kutub utara", kata ku.
"Siapa?", tanya seseorang dari belakang.
Aku kaget jangan jangan kak rizal, aku nengok ke belakang ternyata bukan kak rizal tapi rayn.
"Eh bukan siapa siapa", jawab ku.
"Perkenalkan nama ku rayn, kamu adik nya kak rizal ya?", tanya rayn.
"Ya kak, nama ku linda", jawab ku.
"Tapi aku harus nunggu kak rizal", jawab ku.
"Kamu telpon saja, bilang pulang duluan. Kebetulan apartemen kak rizal sebelahan sama apartemen punya aku, aku sering melihat kamu ke luar masuk apartemen kak rizal kok", jawab rayn.
"Oh gituh, maaf aku gak tau", jawab ku.
"Jadi gimana nih mau ikut gak?", tanya rayn.
"Ya sudah aku ikut", jawab ku.
Dari pada aku harus nunggu kak rizal lama, aku ikut mobil nya kak rayn. Mobil kak rayn sudah meninggalkan kampus.
"Kak, aku pulang duluan", pesan aku kirim ke kak rizal.
"Lin boleh aku minta wechat mu?", tanya rayn.
"Boleh kak", jawab ku.
Rayn menambahkan wechat ku ke ponsel nya, aku sangat gugup bersebelahan sama cowo terpopuler kaya kak rizal. Aku takut habis lagi dikeroyok sama fans nya.
Kita sampai di apartemen nya.
"Lin mau masuk dulu gak?", tanya rayn.
"Trimakasih kak, tapi aku pulang saja", jawab ku.
"Nanti aku telpon ya", kata rayn.
Aku masuk dan rayn pun masuk ke apartemen nya sendiri, aku masak dan habis itu aku mandi. Untung gak nunggu kak rizal sampai sekarang dia belum pulang dari kampusnya.
__ADS_1
Waktu sudah malam, kak rizal belum pulang juga. Aku putuskan untuk menunggu nya sambil nonton televisi.
"Lin lagi apa?", ada pesan masuk dari Rayn.
"Lagi nunggu kak rizal", jawab ku.
"Masih belum datang juga?", tanya rayn.
"Ya, mana ponsel nya gak aktif lagi", jawab ku.
"Ya sudah mau aku temenin gak?", tanya rayn.
"Gak usah kak, aku mau tidur aja. Mungkin kak rizal sibuk", jawab ku.
Aku tidak membalas nya lagi, aku tidur di sofa sambil televisi masih menyala.
****
CERITA RIZAL
Setelah pertandingan selesai dan tim menang, rizal kembali ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas. Setelah selesai tim basket tadi ngadain acara perayaan kemenangan nya tadi.
"Zal, ikut kita makan yu", ajak salah satu teman basket nya.
"Adik gue nunggu di rumah", jawab rizal.
"Come on adik lu sudah gede bro", kata teman nya.
"Ya sudah aku ikut", jawab rizal.
Rizal dan teman-teman nya berangkat ke tempat makan yang sudah di pesan sama temannya. Rizal dan temannya menikmati hidangan dan minuman yang ada, malam ini bahagia sampai dia pun lupa untuk menghubungi adik nya.
"Zal, lu kok gak pacaran sama cellin?", tanya teman nya.
"Gak lah, gue gak tertarik", jawab rizal.
"Lu kan deket, gue kira kalian pacaran", kata temen nya.
"Cellin nya aja yang terus ngejar gue, gue sudah suka sama seseorang", kata rizal.
"What siapa?", tanya teman itu.
"Ada, gue belum bisa ngasih tau lu", kata rizal.
"Masih satu kampus apa?", tanya teman itu.
"Ya, dia baru masuk tahun pertama", jawab rizal.
"Wah jangan jangan teman nya adik lu ya?", tanya teman itu.
"Sial", jawab rizal.
"Lu jangan ngasih harapan sama cellin, nanti dia sakit hati", kata teman nya.
"Dari dulu gue sudah bilang, gak lebih dari teman saja. Tapi percuma dia dekat dekat gue terus", jawab rizal.
"Zal, adik lu buat gue lah, cantik juga adik lu", kata temen nya.
"Dikh gue gak bakalan lepasin adik gue buat playboy kaya lu", jawab rizal.
"Lah kan nanti lu jadi abang gue kalau gue nikah sama adik lu", jawab teman nya.
Ada rasa kesal ketika teman nya rizal bilang mau jadi pacarnya linda.
__ADS_1