Mencintai Kakak Tiri

Mencintai Kakak Tiri
Kak Rizal lulus


__ADS_3

Kak Rizal menghampiri ku dan aku malah mundur sampai kepentok pintu.


"Sabar sayang, kok calon istri ku gak sabaran", goda Rizal.


"Ikh kakak apaan sih", kata ku sambil mendorong tubuh nya.


"Ada apa ke sini?", tanya kak Rizal.


"Kak, lapar", kata ku.


"Masak lah", jawab kak Rizal.


"Stok nya habis kak", jawab ku.


"Oh lupa, ya sudah kita belanja dulu", ajak kak Rizal.


Kita berdua ke luar dari apartemen menuju supermarket biasa nya, aku memilih barang buat stok. Ya yang bayar kak Rizal lah bukan aku, setelah selesai kita pulang.


"Dik, makan dulu yu", ajak kak Rizal.


"Ayoo kak, aku juga lapar", jawab ku.


Sebelum pulang kita mampir dulu di sebuah restoran, kita pesan banyak makanan. Tiba tiba ada yang nyapa kak Rizal ternyata kak cellin.


"Hai zal lagi apa kalian?", tanya cellin.


"Mau makan", jawab Rizal cuek.


"Lin, habis dari mana?", tanya cellin .


"Belanja kak, stok di rumah habis", Jawab ku.


"Aku ikut gabung ya disini", kata cellin.


Aku cuman melirik kak Rizal, kak Rizal gak merespon nya. Kita bertiga makan bareng, aku diam saja sambil menikmati makan.


"Zal, besok kamu ada jadwal ngajar gak?", tanya cellin.


"Dik, besok kakak ada jadwal ngajar di kelas mu gak?", kak Rizal malah nanya sama aku.


"Ada kak", jawab ku.


"Habis ngajar kita ketemuan di kantin ya zal?", tanya kak cellin.


"Aku sibuk, harus mempersiapkan untuk sidang", jawab Rizal.


"Kak ,aku ijin ke toilet dulu ya", kata ku.


Aku pergi ke toilet, keadaan saat ini begitu membuat ku kaku. Setelah 10 menit, aku ke luar dan ternyata kak Rizal sudah menunggu ku di depan toilet.


"Kak kok disini?", tanya ku.


"Pulang yu", ajak kak Rizal.


Aku ditarik ke luar sama kak Rizal, aku masuk ke mobil.


"Kak, kak cellin gimana?", tanya ku.


"Pulang kali", jawab kak Rizal .


"Dasar kutub Utara", gumam ku.

__ADS_1


"Aku menjadi kutub sama orang yang gak aku suka sayang", jawab kak Rizal.


Aku tersenyum, sampai di apartemen aku masuk dan membereskan belanjaan nya.


"Sayang sini kakak bantu", kata kak Rizal.


"Sudah sedikit lagi kok, kakak tunggu di depan saja", jawab ku.


Kak Rizal menunggu ku di depan televisi, setelah selesai aku pun duduk di samping nya kak Rizal.


"Kak, kenapa gak suka sama kak cellin?", tanya ku.


"Kakak menganggap dia teman saja", jawab kak Rizal.


Tiba tiba mati lampu.


"Kak kok gelap", kata ku.


"Ada kakak disini sayang", jawab kak Rizal.


Aku mau mencari tangan nya kak rizal ,tapi malah salah meraba nya.


"Jangan membangunkan dia,nanti kamu habis", bisik kak Rizal.


"Maaf kak gak sengaja", jawab ku.


Untung cuman sebentar, lampu sudah terang kembali.


"Kak, aku tidur duluan ya", kata ku sambil pergi karena aku malu .


Aku masuk kamar dan tidur. Pagi ini aku bangun dan bikin sarapan buat kak Rizal.


"Kak, sarapan sudah siap", teriak ku.


Kak Rizal turun dari kamar nya, kita berdua sarapan pagi. Setelah itu kita berangkat ke kampus bersama sama, sampai di kampus aku duluan ke kelas.


"Lin, ceria banget hari ini?", tanya ai.


"Sini deh", kata ku ke ai dan Tedy.


"Aku jadian sama kak Rizal", bisik ku.


"Apa?", teriak ai.


Aku menutup mulut nya ai.


"Jangan teriak", kata ku.


"Lin kamu serius?", tanya Tedy.


"Ya", jawab ku.


Belum selesai dosen Rizal sudah masuk ke kelas, kita belajar dengan nya. Pandangan nya selalu tertuju pada ku membuat ku malu, hari ini bukan lagi kakak beradik tapi kekasih. Setelah selesai kita ke kantin dan makan.


"Sayang ,aku tunggu di perpus", pesan dari kak Rizal.


"Ok sayang", jawab ku.


Aku segera menghabiskan makanan nya.


"Eh aku mau ke perpus ya, my honey sudah menunggu", kata ku sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ya, sana nanti di rebut kak cellin", goda ai.


Aku berlari dari kantin ke perpus,aku cari kak Rizal dan akhirnya ketemu.


"Kak", sapa ku.


"Sini duduk", ajak kak Rizal.


Aku dan kak Rizal belajar bersama, setelah itu aku pamit karena masih ada satu mata kuliah lagi.


"Kakak tunggu di parkiran ya", kata Rizal.


"Ya kak, aku masuk dulu", jawab ku.


Aku pergi ke kelas dan mengikuti pelajaran, setelah itu aku segera berlari ke parkiran dan lupa pamitan ke ai dan Tedy.


"Hai kak", sapa ku.


"Masuk, pulang ", jawab kak Rizal.


Aku masuk dan pulang ke apartemen. Aku ganti baju dulu dan memulai masak, setelah selesai kita langsung makan.


"Dik, kakak mau ke ruangan baca ya", kata Rizal.


"Ya kak", jawab ku.


Aku masuk ke kamar dan aku pun belajar, setelah itu aku mandi dan tidur. Aku sengaja pakai baju miniset karena ingin leluasa tidur saja. Malam hari seperti biasa aku bangun dan pergi ke dapur, aku lupa menutupi pakaian ku yang terbuka ini. Aku sedang minum sambil menghadap ke arah kulkas, tiba tiba pundak ku di cium kak Rizal. Tangan kak Rizal sudah di pinggang ku.


"Kenapa pakaian baju ini sayang", bisik kak Rizal.


"Aku lupa kak", jawab ku sambil memutar tubuh ku.


Aku berhadapan sama kak Rizal.


"Mau menggoda kakak", kata kak Rizal.


"Gak ...", jawab ku.


Bibir ku mulai di cu**u sama kak Rizal, kenapa aku pasrah saja. Tangan kak Rizal sudah menggerayami ku , tangan nya bermain di gundukan punya ku.


"Arghjhhh", erangan yang ke luar dari mulut ku.


Kak Rizal mencium semua tubuh ku dari atas sampai gundukan punya ku, baju ku sedikit terbuka. P***Ng ku di mainkan sama l***h nya kak Rizal.


"Kak sudah geli", kata ku.


"Enak sayang", kata kak Rizal.


Punya ku sudah mulai basah, kak Rizal menghentikan aktivitas nya.


"Sayang ,aku gak bakalan memaksa mu", kata kak Rizal.


Kak Rizal pergi ke kamar mandi yang di bawah, aku kembali ke kamar ku.


"Apa aku sudah gila", gumam ku.


Aku tertidur pulas. Pagi nya aku bangun dan bersiap siap untuk ke kampus, sebelum nya kita sarapan dulu.


"Sayang berangkat yu", ajak kak Rizal.


"Ya sayang", jawab ku.

__ADS_1


Kita berdua berangkat ke kampus, hari ini kak Rizal sidang. Aku menyaksikan nya bersama ai dan Tedy , kak Rizal yang mau sidang, aku yang gemetaran nya.


Dari pagi sampai siang acara nya berjalan dengan lancar dan akhir nya kak Rizal lulus S2 nya. Tinggal nunggu 2 bulan lagi untuk acara wisuda nya.


__ADS_2