Mencintai Kakak Tiri

Mencintai Kakak Tiri
Di asrama


__ADS_3

CERITA LINDA


Aku masuk ke kamar, aku gak ngerti lagi sama kak rizal. Kenapa gak bilang saja kalau dia tuh suka sama aku, tapi tetap saja dia masih gengsi nya minta apun.


Malam hari aku pergi ke dapur, aku bikin roti selai dan susu. Eh ada kak rizal turun dari atas, aku segera menghabis kan roti nya dan tidak menoleh ke arah kak rizal. Aku masuk ke kamar membawa susu yang belum aku minum, kak rizal lagi mengisi gelas nya dengan air. Ku habis kan susu nya dan tidur kembali.


Pagi hari nya aku bangun dan siap siap pergi ke kampus, aku ke luar kamar ternyata kak rizal sudah ada di meja makan.


"Dik, sini sarapan bareng", ajak rizal.


Aku cuman nyamperin tanpa ada kata apapun, aku makan spaghetti buatan kak rizal sampai habis dan minum susu nya.


"Bareng ya sama kakak berangkat nya", ajak kak rizal.


"Gak usah kak, aku sendiri aja", jawab ku.


Aku pergi meninggal kan kak rizal diapartemen nya, aku nungguin taxi lewat. Aku pergi ke kampus naik taxi dan sampai lah didepan kampus. Aku masuk menuju kelas ku dan ternyata ai sama tedy belum datang, ya aku nungguin mereka. Tak lama mereka berdua datang.


"Pagi lin", sapa ai.


"Tumben lin sudah datang?", tanya tedy.


"Ya, aku bertengkar sama kak rizal. Tadi aku ke kampus naik raxi", jawab ku.


"Pasti masalah cemburu sama rayn lagi?", tanya tedy.


"Ya seperti itu", jawab ku.


"Dewa itu sungguh cuek dan tidak mudah di mengerti", kata ai.


"Sudah lah, nanti aku pulang ke asrama saja. Gak mau ke apartemen", kata ku.


"Horee kita bisa jalan jalan dulu dong", kata ai.


Aku sama tedy tersenyum. Dosen itu sudah masuk, kita belajar dan aku mencoba untuk fokus sama pelajaran. Hari ini ada 3 mata kuliah, mungkin sampai sore. Setelah selesai 2 mata kuliah, kita putuskan ke kantin dulu.


"Tinggal satu lagi tapi aku sudah malas", kata tedy.


"Ya, aku paling gak mau kalau ada 3 mata kuliah dalam sehari tuh pusing", kata ai.


"Sudah cepat makan", jawab ku.


Kak rizal dari belakang ku berjalan mendekati ku, kaki dan mata ai mengisyaratkan ku bahwa ada kak rizal.


"Dik ini susu dan roti nya", kata rizal.


Kak rizal cuman ngasih itu saja dan dia langsung pergi lagi.


"Lihat lihat lah aneh kan", kata ku.


"Isshhh dewa ini bikin aku penasaran", kata ai.


"Kalau sama cewe nya dia cuek gak ya?", tanya tedy.


"Menurut sepengetahuan ku, dia belum pernah pacaran", jawab ku.

__ADS_1


"Itu kak cellin?", tanya tedy.


"Kak cellin suka sama kak rizal, sedangkan kak rizal mengganggap kak cellin teman. Terkadang kak celin yang menganggapnya pacar", jelas ku.


"Mana ada sih yang bisa menaklukkan hati dewa yang dingin itu", kata ai.


Kita makan terus kembali masuk ke kelas untuk melanjutkan satu mata kuliah lagi, setelah selesai kita siap siap untuk pulang.


"Lin jadi kan ke asrama?", tanya ai.


"Ya dong jadi", jawab ku sambil merangkul ai.


"Eh nongkrong dulu yu di cafe", ajak tedy.


"Ok", jawab ku dan ai.


Kita menuju ke cafe dekat kampus, seperti biasa kita pesan makanan yang banyak untuk 3 orang.


"Akhirnya kita bisa kumpul", kata tedy.


"Ya semenjak linda tinggal di apartemen, kita jarang nongkrong", kata ai.


"Ya sekarang kita habiskan waktu bertiga", jawab ku.


Kita nongkrong di cafe sampai malam dan setelah itu barulah kita pulang ke asrama.


"Ai, aku duluan mandi ya", kata ku.


"Ya, sana", jawab ai.


Aku gantian mandi sama ai, setelah itu kita istirahat besok ke kampus lagi. Pagi nya aku bangun dan mandi.


"Ya lin", jawab ai.


Ai mandi, aku siap siap untuk berangkat ke kampus. Kita pun berangkat bareng, sampai di kelas kita duduk dan menunggu dosen datang. Dosen hari ini kak rizal, aku sebenar nya gak mau masuk. Tapi nanti malah dicariin sama kak rizal lagi, kak rizal masuk aku siap siap menerima materi nya.


"Lin, kak rizal dari tadi melihat mu terus", kata tedy.


"Sudah lah biarkan saja", jawab ku.


Setelah selesai, kita pergi ke kantin. Eh di kantin bertemu kembali sama kak rizal.


"Ted, tukeran tempat duduk nya", kata ku.


"Kenapa lin?", tanya tedy.


"Aku gak mau melihat dia", jawab ku.


"Ooohh", jawab tedy.


Aku tukeran tempat duduk sama tedy, jadi kali ini aku ngebelakangi rizal.


"Aku heran sama dewa itu, kenapa sih gak bilang kalau dia suka sama lu lin", kata ai.


"Apa lu aja yang duluan nembak dia", usul tedy.

__ADS_1


"Gila, gak mau lah", jawab ku.


"Dasar sama sama egois", kata ai dan tedy.


"Masuk yu", ajak ku.


Kita kembali masuk karena sebentar lagi ada mata kuliah terakhir. Untung dosen nya cuman sebentar, tapi dia malah buat tugas. Kita beres beres dan mau lanjut ke cafe untuk mengerjakan tugas ini.


"Lin, aku duluan ya mau ke toilet", kata ai.


"Ya, lin aku duluan juga mau boking tempatnya", kata tedy.


"Ok nanti aku nyusul", jawab ku.


Aku lagi beresin buku dan tiba-tiba rizal masuk menghampiri ku.


"Dik, masih marah ya?", tanya rizal.


"Gak kak", jawab ku.


"Kalau gituh pulang yu", ajak rizal.


"Aku ada tugas dulu kak, ini mau ke cafe", jawab ku.


"Ya sudah nanti kakak jemput ya kalau sudah selesai", kata rizal.


"Ya kak, aku duluan", jawab ku.


Aku meninggalkan kak rizal yang masih ada di kelas ku. Aku pergi menuju cafe dan ternyata mereka sudah menunggu ku disana.


"Haii maaf telat", kata ku.


"Habis ngapain lin?", tanya ai.


"Tadi kak rizal nyamperin aku, dia ngajak aku pulang. Tapi kan aku mau ngerjain tugas dulu sama kalian", jawab ku.


"Terus kak rizal bagaimana lin?", tanya ai.


"Nanti mau dijemput lagi", jawab ku.


"Sudah baikan nih?", tanya tedy.


"Kalau kak rizal ngajak pulang, ya aku pulang lah gak enak juga", jawab ku.


"Dasar aneh", kata ai.


"Sudah cepat kerjakan ini", kata ku.


Kita mengerjakan tugas sambil makanan tepatnya cemilan lah, sekitar 1jam berlalu akhir nya tugas selesai.


"Lin, mau pulang apa ke asrama?", tanya ai.


"Asrama lah", jawab ku sambil tersenyum.


"Dasar, nanti aja tiba-tiba kak rizal sudah jemput", kata tedy.

__ADS_1


"Handphone gak aku aktifkan", jawab ku.


Kita menghabiskan makanan terlebih dahulu sebelum pulang ke asrama.


__ADS_2