
"Jadi semalam mas dimana?", tanya ku.
"Mas sama Andre tidur di hotel", jawab mas Rizal.
"Dasar mas ini gak ngasih kabar sama aku", protes ku.
"Tapi kamu senang kan mas pulang?", tanya Rizal sambil mencium bibir ku.
"Ya aku senang banget sayang", jawab ku.
"Hari ini kita pulang yu", ajak mas Rizal.
"Gak mas, aku harus tuntas kan pekerjaan ku", jawab ku.
"Hmmmm sayang mas rindu", bujuk Rizal.
"Ya sabar kalau sudah waktu nya pulang", jawab ku.
"Ok kalau begitu", jawab mas Rizal
Mas Rizal tiba tiba menelepon Andre.
"Dre jangan sampai ada orang masuk ke sini", perintah mas Rizal.
"Mas kenapa?", tanya ku.
Mas Rizal tidak menjawab pertanyaan ku dan langsung menutup telpon nya Andre. Mas Rizal menc**m ku dan aku membalas nya, kita saling berpagutan b***r.
"Mas,ini kantor", aku mengingatkan nya.
"Bebas sayang", jawab mas Rizal.
Mas Rizal melancarkan aksinya tapi disana kita cuman berc**Bu saja tidak lebih dari itu.
"Sudah mas ,aku mau kembali kerja", kata ku.
Aku membereskan baju dan merapihkan rambut ku yang berantakan.
"Ok, tapi nanti malam harus kuat ok sayang, ini buat mu", kata mas Rizal
Mas Rizal memberikan ku sebuah paperbag, aku buka dan isi nya baju,tas dan sepatu .
"Trimakasih sayang", kata ku.
Aku mencium bibir suami ku dan langsung pergi karena takut nanti di bisa bisa aku diterkam lagi. Aku kembali ke tempat nya mba Yuli, mba Yuli tersenyum sama ku, aku balik senyum.
"Mba ada lagi yang bisa aku bantu?", tanya ku.
"Gak ada mba , mba hari ini boleh pulang. Tapi cuman hari ini saja", jawab Yuli sambil tersenyum.
"Maksud nya", tanya ku.
__ADS_1
"Ya mba Linda cuman hari ini bisa pulang lebih awal dan pekerjaan nya bisa besok saja, mungpung aku lagi baik ", jawab Yuli.
"Trimakasih ya mba Yuli", kata ku sambil memeluk nya.
"Ya, pulang lah tapi ingat besok kerja lagi", jawab Yuli.
Aku segera pulang dan ternyata di depan sudah di tunggu mas Rizal sama kak Andre.
"Mas kok disini?", tanya ku.
"Mau pulang kan ,yu", jawab Rizal.
"Hmmm mentang mentang atasan ini gak bisa sebentar saja sudah dibawa pulang", ledek ku.
"Sudah pulang cepat", kata Rizal.
Rizal menggendong ku masuk ke mobil.
"Hai kak Andre apa kabar?", sapa ku.
"Baik non", jawab Andre.
"Dre ke hotel xxx ya", kata Rizal.
Aku melirik mas Rizal.
"Baik bos", jawab Andre.
"Ntar kamu langsung ke kantor saja tapi naik taxi", kata Rizal.
"Mas kenapa gak pulang?", tanya ku.
"Aku mau honeymoon pertama yang tertunda bersama istri tercinta", jawab Rizal.
"Hmmm honeymoon nya kan bisa di apartemen sayang", jawab ku.
"Gak mau, kamu diam dan nikmatin saja sayang, kasih gerakkan yang hot", goda Rizal.
Aku mencubit pinggang nya, Rizal merangkul ku. Betapa bahagia nya aku bertemu kembali dengan suami tercinta ku. Sampai di hotel xxx aku dan mas Rizal turun, ternyata mas Rizal sudah cek in jadi kita langsung ke kamar yang berada di lantai atas.
Sampai di lantai atas baru juga masuk aku langsung diserang oleh badan nya mas Rizal, dengan rakus nya dia menc**m b***r ku. Aku tidak berdaya dan ku balas juga, aku pun sudah sangat rindu dengan semua ini bersama suami ku.
Aku di giring menuju tempat tidur, c**man kita masih berlangsung. Tangan mas Rizal sudah bergerak,satu persatu kancing baju ku terbuka dan menampakan gundukkan punya ku.
"Mas sabar", kata ku.
"Aku gak bisa tahan sayang sudah rindu", jawab Rizal.
Mas Rizal tidak melepaskan c**man nya, tangan nya bergerak dan mer***s pa**d**a ku.
"Arhhjhg", aku pun mendesah.
__ADS_1
"Sayang sebut nama ku", pinta mas Rizal.
C***an nya mulai mendarat ke leher dan terus kebawah, aku sudah terbaring dan pasrah di tempat tidur. Mas Rizal bermain dengan p***Ng ku dan satu jari sudah masuk di daerah sensitif ku.
Aku menggeliat geli tapi bersensasi enak, ada cairan yang akan ke luar dari bawah punya ku. Mas Rizal segera melepaskan semua yang melekat di tubuh nya dan langsung memasukkan nya ke punya ku.
"Sayang tahan dan nikmatin", kata mas Rizal.
Sudah penuh punya mas Rizal masuk ke dalam, mas Rizal mulai menggerakkan tubuh nya.
"Rizal...enak", aku mulai meracau .
"Sayang terus panggil nama ku", pinta mas Rizal.
"Rizal...arghhh", racau ku.
Mas Rizal semakin asik dengan permainan nya, kita bermain satu jam dan bersama sama mengeluarkan nya.
"Sayang mas rindu", kata Rizal sambil mengecup keningku.
Nafas kita saling bersautan, mas Rizal tidur disamping ku. Aku pun sama kelelahan karena permainan nya, aku bangkit dan mau membersihkan nya. Baru juga berendam dan memejamkan mata,eh mas Rizal sudah datang saja dan malah ikut berendam.
"Mas", aku kaget.
"Mas ingin mandi bersama mu sayang", jawab mas Rizal .
Aku memejamkan mata tapi ternyata ada yang bergerak di bawah sana, tangan mas Rizal sedang mengelus paha ku. Aku menikmati sensasi itu, terkadang aku merejang kenikmatan. Mas Rizal memainkan daerah sensitif ku dengan bibir nya, aku membukakan mata.
Ternyata aku merasakan kehangatan dan seperti tersetrum listrik saja, aku refleks malah semakin menekan kepala nya kebawah.
"Aghh zal mau", kata ku.
Punya ku ke luar dan mas Rizal menghentikan nya, tubuh ku diangkat dan dibawa ke tempat tidur. Pergulatan seperti tadi terjadi kembali, ini berlangsung selama dua jam lebih lama dari awal. Aku sudah beberapa kali keluar dan sampai akhir nya kita ke luar bersamaan.
"Sayang aku lemas", kata ku.
"Sama sayang, istirahat lah", kata mas Rizal.
Kita berdua tertidur dalam satu selimut, tiga jam berarti kita melakukan aktivitas panas itu dan membuat kita lemas. Kita tertidur sampai sore sekitar jam 17.30, aku bangun dan ternyata mas Rizal masih tertidur.
Aku segera mandi dan membereskan semua nya akibat ulah suami ku hari ini, setelah selesai aku memesan makanan.
"Sayang bangun", aku membangunkan mas Rizal .
"Hmmm ya sayang", jawab mas Rizal yang masih merem.
Aku mencium bibir nya ,eh dia langsung bangun.
"Mau lagi?", tanya mas Rizal.
"Gak ,mas sana mandi . Aku sudah pesan makanan", kata ku.
__ADS_1
"Ok lah, nanti malam kita lanjut ", kata mas Rizal.
Mas Rizal pergi ke kamar mandi, tak lama pesanan makanan ku sudah datang.