
Setelah aku menutup telpon dari rayn, aku kembali berbaring.
"Sayang dimana?", teriak kak Rizal dari luar.
Aku segera bangun dan ke depan.
"Aku disini kak", jawab ku.
"Ok, kakak ke atas dulu ya nanti kita makan", kata kak Rizal.
Aku segera menyiapkan makanan nya dan menghangatkan makanan nya. Kak Rizal sudah mandi dan ganteng, dia ke bawah.
"Kak ini sudah siap", kata ku.
"Ok kita makan sayang", jawab kak Rizal.
Kita menikmati makanan nya sampai habis, setelah itu aku membereskan nya. Kak Rizal pergi ke ruang baca, aku membuatkan kopi dan mengantarkan nya ke ruang baca.
"Kak, ini kopi buat kakak", kata ku.
"Trimakasih sayang, sini duduk", kata kak Rizal.
Aku duduk dipangkuan kak Rizal, kak Rizal masih bermain dengan laptop nya.
"Kak, kalau lagi kerja aku tinggal saja ya", kata ku.
"Jangan, disini saja bantu kakak", kata kak Rizal.
Aku di ajarin kak Rizal disana, untung otak ku encer jadi setiap kali kak Rizal memberitahu aku langsung paham.
"Oh jadi ini pekerjaan kakak?", tanya ku.
"Ya sayang, nanti kalau kamu sudah lulus , kakak akan memasukkan kamu di sana dan menjadi asisten nya kakak", kata kak Rizal.
"Kan sudah ada kak Yuli sama kak Andre", jawab ku.
"Nanti kamu yang gantiin Yuli", kata Rizal.
"Hmzzz gak mau", kata ku.
"Kenapa?", tanya kak Rizal.
"Masa di rumah ketemu, di kantor ketemu bosen kan", kata ku.
Kak Rizal menghentikan aktivitas nya.
"Apa kata mu bosen?", goda Rizal sambil mencium bibir ku.
"Gak, aku pergi ke kamar ", jawab ku.
Aku langsung berdiri dan pergi ke kamar.
"Huh punya pacar mesum aja", lirih ku tapi sambil tersenyum.
Aku kembali tidur karena besok harus ke kampus. Pagi hari nya aku bangun dan siap siap pergi ke kampus, seperti biasa setelah sarapan aku di antar kak Rizal ke kampus.
"Hai ai, Tedy mana?", tanya ku.
"Biasa lagi galau", kata ai.
"Galau?", tanya ku.
"Ya ,dia habis diputusin sama cewek nya", kata ai.
__ADS_1
"What? baru kali ini seorang Tedy di putusin", jawab ku.
Dosen pun datang, kita belajar dulu dan Tedy benar benar gak masuk hari ini. Setelah selesai semua nya pulang.
"Ted ketemuan yu di cafe", pesan ku ke Tedy.
"Ok", jawab Tedy.
"Ai, kita ke cafe dulu yu, aku sudah mengajak Tedy", kata ku.
"Ok Lin", jawab ai.
Aku dan ai pergi menuju ke cafe tempat biasa kita nongkrong, ternyata Tedy sudah sampai duluan disana.
"Ted are you ok?", tanya ku.
"Hmzzz", jawab Tedy.
Ai duduk disebelahnya Tedy.
"Come on Ted, jangan galau masa Tedy galau", kata ai.
"Gue lagi sayang sayang nya malah diputusin", kata Tedy.
"Sudah lah nyari masih banyak, ayoo kita pesan makanan yang banyak", ajak ku.
"Hmm ok", jawab Tedy.
"Biar aku yang pesan", kata ai.
Ai memesan makanan dan minuman nya, setelah pesanan datang kita langsung memakan nya.
"Ted sudah lupakan ?", tanyaku.
"Ok begitu dong", kata ai dan aku.
Ada pesan masuk dari kak Rizal.
"Sayang lagi apa?", pesan dari Rizal
"Lagi di cafe sayang sama teman", jawab ku.
"Oh jangan main lagi cepat pulang, kekasih mu sebentar lagi pulang", kata Rizal .
"Ok sayang", jawab ku.
Aku dan mereka sedang asik makan dan berbincang bincang.
"Ai, Ted, aku duluan ya, kak Rizal mau pulang nih", kata ku.
"Ok deh kita ngerti kok Lin", kata ai.
"Dahhhh aku duluan", kata ku.
Aku pergi dan naik taxi, sampai di apartemen untung kak Rizal belum pulang aku langsung masak. Setelah selesai aku mandi dan ganti baju.
"Sayang dimana", teriak kak Rizal yang baru pulang.
"Lagi ganti baju kak", jawab ku.
Mungkin kak Rizal ke atas, aku ke luar dari kamar ku. Cukup lama aku menunggu kak Rizal di meja makan dan akhir nya kak Rizal turun juga.
"Sayang", kata kak Rizal sambil mencium kening ku.
__ADS_1
"Makan yu kak", ajak ku.
Kita berdua makan, setelah itu nonton televisi.
"Sayang besok kan libur, bagaimana kalau kita ke puncak", ajak kak Rizal.
"Wah mau kak", jawab ku.
"Ok besok kita berangkat", kata Rizal.
Handphone ku berdering dan ternyata kak rayn yang telpon.
"Siapa malam malam begini telpon?", tanya Rizal.
"Kak rayn", jawab ku.
Kak Rizal diam saja gak berkomentar lagi.
"Sayang jangan cemberut, nih gak aku angkat kok", bujuk ku.
"Bukannya rayn sudah gak disini?", tanya Rizal.
"Ya, kemarin kak rayn ngehubungi aku dan dia bilang lagi di Australia berobat. Katanya sih sakit", kata ku.
"Emang sakit apa?", tanya Rizal.
"Gak tau, kak rayn gak bilang sakit apa", jawab ku.
"Terus ngapain lagi?", tanya Rizal.
"Kak rayn masih mengharapkan ku, tapi sudah ku tolak dan aku jelas kan. Cuman masalah nya....", kata ku terpotong.
"Masalah nya apa?", tanya Rizal
"Nanti kalau kak rayn pulang, dia mau lihat cowok nya aku", jawab ku.
"Ok nanti dia bisa lihat siapa pemilik bidadari ini", jawab Rizal.
"Kakak gak apa apakan?", tanya ku.
"Itu bagus biar rayn tau dong", jawab Rizal.
"Ok, sekarang kita beres beres dulu kan besok mau berlibur", kata ku
Aku pergi meninggalkan kak Rizal dan masuk kamar ku, aku membereskan apa yang mau aku bawa nanti nya. Setelah selesai aku tidur dan seperti biasa aku bangun untuk minum, aku pergi kedapur ngambil air minum di kulkas.
Tiba tiba ada tangan yang melingkar di pinggang ku, ya pasti nya itu kak Rizal.
"Kak ngapain?", tanya ku.
"Kamu seksi sayang", kata kak Rizal.
Aku membalikkan tubuh dan sekarang kita saling berhadapan. Tak lama kak Rizal langsung menc**m bibir ku, aku pun membalas nya dengan penuh nafsu. Kita disana cuman beraksi c***an saja, setelah nafas ku mulai terasa cape kak Rizal melepaskan nya .
"Kak, aku masuk dulu ya", kata ku sambil mengatur nafas ku yang tak karuan.
Aku pergi meninggalkan kak Rizal, aku langsung tidur kembali. Pagi hari nya aku bangun dan siap siap untuk berangkat ke puncak, setelah sarapan kita berdua berangkat.
Dalam perjalanan aku tertidur dan setelah sampai barulah aku di bangunkan oleh kak Rizal.
"Sayang bangun sudah sampai ", kata kak Rizal.
"Sudah sampai", jawab ku.
__ADS_1
Aku membukakan mata ternyata benar sudah sampai di puncak, mobil kita terparkir di sebuah hotel. Kak Rizal memesan satu kamar buat kita nginap disini.