Mencintai Kakak Tiri

Mencintai Kakak Tiri
Hari yang berawan


__ADS_3

CERITA LINDA


Peristiwa yang ku dengar di rumah sakit ketika ayah dan kak rizal mengobrol, aku tak sengaja menguping nya. Tadi nya aku mau menemani kak rizal tapi ternyata ayah sudah sadar kan diri dan ayah bilang kak rizal harus menikahi ku.


Aku bersikap seperti biasa, tidak menunjukkan perilaku yang aneh. Pemakaman ayah selesai, kita berkumpul di rumah ayah.


"Nad, zal, kalian nginap disini dulu ya temani ibu sama rifky", pinta ibu.


"Ya bu", jawab ku.


Kak rizal cuman mengangguk saja.


"Kak, aku boleh ikut kakak tidak?", tanya rifky.


"Kamu masih sekolah, tinggallah bersama ibu. Nanti kalau kuliah kamu bisa ikut", jawab kak rizal.


"Ya sayang benar kata kakak mu, temani ibu disini", kata ibu sambil memeluk rifky.


"Bu, aku tidur sama ibu ya", pinta ku.


"Ya sayang", jawab ibu.


Kita tidur karena malam sudah larut, aku belum mengantuk karena teringat pesan ayah. Ingin aku cerita sama ibu tapi aku takut ibu tidak merestui nya, aku ingin bilang ke kak rizal takut dia tidak suka sama aku.


Pagi hari nya ibu dan aku memasak untuk sarapan pagi, setelah selesai kak rizal dan rifky sudah duduk di meja makan.


"Aku kangen masakan ibu", kata ku.


"Ya puas puas in dua hari ini makan yang banyak", jawab ibu sambil tersenyum.


"Bu, nanti kita balik ke sini lagi kalau ayah 40 harian nya ya. Soal nya rizal mau ada sidang skripsi ", kata rizal.


"Ya nak, biar ibu dan rifky disini yang urus. Kalian fokus belajar, jangan terbebani", jawab ibu.


Setelah sarapan kita berkumpul di ruang tengah sambil nonton film, tapi tidak dengan kak rizal. Dia memilih ke kamar nya, aku tidak tega melihat nya.


"Bu, aku ke kak rizal dulu ya", kata ku.


"Ya nak", jawab ibu.


Aku pergi ke kamar nya kak rizal.


Tokk tokkk tokk


"Masuk", jawab kak rizal.


"Kak kenapa malah dikamar?", tanya ku.


"Gak, kakak cuman ingin saja disini", jawab kak rizal.


"Aku tahu kakak sangat terpukul, sama aku juga begitu. Dua ayah meninggalkan ku sebelum aku menikah", jawab ku.


Kak rizal menatapku.


"Kenapa kak?", tanya ku.


"Kalau ayah masih ada, kamu mau nikah sama siapa?", tanya kak rizal.

__ADS_1


"Sama cowo pilihan ku lah, tapi sayang jika nanti aku menikah ayah tidak bisa melihat ku", sesal ku.


"Sama rayn?", selidik kak rizal.


"Mmmm ide kakak boleh juga", jawab ku sambil tersenyum.


Kak rizal mendorong ku dan aku terpojok di kursi, mata kita saling menatap satu sama lain.


"Jangan harap kamu bisa nikah sama cowok lain", kata kak rizal.


Aku terpesona dengan mata nya yang tajam itu.


"Sudah ke luar sana", usir kak rizal.


"Ikhh kutub utara bisa nya cuman ngusir saja", ledek ku sambil berlari menuju pintu.


Aku ke luar dari kamar kak rizal, ku lihat ibu masih sama rifky.


"Bagaimana kakak mu?", tanya ibu.


"Kakak masih sedih", jawab ku.


"Ya sama kak, aku juga", kata rifky.


Aku memeluk rifky.


Seharian kita cuman nonton sambil makan saja, sore hari nya ada pengajian di rumah. Biasa orang meninggal kalau sore suka ada pengajian di rumah sampai 40 hari nya.


Pengajian selesai dan kita makan malam, setelah itu tidur karena besok aku dan kak rizal harus berangkat pagi.


"Nak, hati hati ya. Zal tolong jagain linda ya", pinta ibu.


"Ya bu", jawab rizal.


"Bu, jangan banyak pikiran ya. Dik titip ibu", kata ku.


"Ya kak, nanti aku dan ibu kalau ada waktu akan main ke sana, ya kan bu? ", kata rifky.


"Ya nanti ibu dan rifky ke sana", jawab ibu.


Aku masuk mobil yang sudah dikendarai kak rizal.


"Selamat tinggal ibiu, adik dadahhhh", kata ku.


Aku melambaikan tangan ku, mobil sudah melaju kencang meninggalkan rumah. Dalam perjalanan sangatlah hening membuat aku mengantuk dan tak terasa tidur.


Sampai tak tahu perjalanan seperti apa dan aku bangun sudah sampai di apartemen lagi.


"Dik bangun sudah sampai", kata kak rizal.


Aku buka mata ku dan benar ini di parkiran apartemen, aku dan kak rizal turun menuju apartemen menggunakan lift. Akhirnya sampai juga, kak Rizal langsung ke atas dan aku ke kamar.


Aku cuman tiduran sambil mainin handphone, ntah males untuk masak.


Tokk tokkk tokkkk


"Ya kak", jawab ku.

__ADS_1


"Makanan sudah datang, cepat ke luar", kata rizal.


"Ya kak", jawab ku.


Aku mengekor kak rizal dari belakang.


"Waww kakak sudah tahu makanan favorit ku", kata ku.


"Cepat makan nanti dingin", jawab rizal.


"Terkadang baik, jutek dan cuek kembali", gumam ku.


Aku makan sambil habis.


"Kamu yang beresin ini dan jangan ganggu aku", kata kak rizal.


"Ya kak", jawab ku.


Aku beresin meja makan dan aku tau kak rizal lagi bikin skripsi. Setelah itu aku kembali ke kamar mainin ponsel kembali sampai aku ketiduran.


Pagi ini aku bangun dan menyiapkan sarapan yang sederhana nasi goreng baso, setelah jadi kak rizal ternyata sudah turun. Kita makan sampai habis dan segera bergegas ke kampu, aku pun tak lupa membawa oleh oleh untuk teman ku.


Sampai di kampus aku lari meninggal kan kak rizal dan bertemu sama kak rayn di jalan.


"Hai lin", sapa kak rayn.


"Hai kak", jawab ku.


"Sudah 3 hari aku tidak melihat mu, habis dari mana?", tanya kak rayn.


"Aku habis pulang kampung, ini ada oleh oleh buat kakak", jawab ku.


"Oh pantesan, trimakasih ya", jawab kak rayn.


"Kak, aku pergi ya takut telat masuk", kata ku.


Aku pergi meninggalkan kak rayn menuju kelas ku.


"Hai guys", sapa ku.


"Lin, sabar ya aku tahu ayah mu meninggal", kata ai.


"Ya lin sabar ya", kata tedy.


"Ya, maaf ya aku gak ngasih kabar karena disana aku sibuk dan gak sempat pegang ponsel", jawab ku.


"Ya, bagaimana keadaan kakak mu?", tanya ai.


"Ya kakak terpukul dengan keadaan ini, tadi nya kita mau agak lama cuman kakak lagi sibuk nyusun skripsi nya", jawab ku.


"Wah hebat kak rizal sudah mau S2 lagi", kata tedy.


"Ini aku bawain oleh oleh", kata ku.


"Trimakasih friend ku", jawab ai.


Setelah itu dosen yang mau mengajar kita datang, kita dengan baik mendengar kan nya sampai selesai. Setelah selesai kita masih ada satu mata kuliah lagi sebelum pulang.

__ADS_1


__ADS_2