Mencintai Kakak Tiri

Mencintai Kakak Tiri
Ibu menikah


__ADS_3

Pagi ini aku bangun dan mandi, setelah selesai aku pergi makan.


"Pagi bu", sapa ku.


"Pagi sayang", jawab ibu.


"Bu, hari ini aku mau belajar di rumah nya ai. Kan besok mau ujian", kata ku.


"Ya, hati hati sayang. Mau ibu anterin?", tanya ibu.


"Dijemput tedy bu", jawab ku.


"Oh ok habisin makan nya", kata ibu.


Setelah selesai aku ke kamar untuk siap siap, tedy datang untuk menjemput ku.


"Pagi tante", sapa tedy.


"Pagi ted, bentar ya tante panggilin linda nya", jawab ibu.


Ibu pergi ke kamar ku.


"Lin, tedy udah di depan", kata ibu.


"Ya bu", jawab ku.


Aku keluar kamar dan pamitan pergi ke ibu, memang ibu dan ai juga tedy sudah dekat. Sahabat ku cuman mereka, terkadang juga ai dan tedy nginap di rumah ku. Aku dan tedy naik mobil, tedy anak pengusaha orang tua nya tajir tapi dia terlihat sederhana. Orang tua tedy bisnis kuliner dimana mana dan di kelola berdua.


Sampailah ditempat ai, kita masuk. Orang tua ai sibuk di luar negri, mereka pulang 1bulan sekali. Ai cuman bertiga di rumah nya, ada bibi dan pak ali supir nya ai.


"Eh ada non linda sama den tedy, silahkan masuk", sapa bibi.


"Trimakasih bi", jawab ku.


Aku dan tedy masuk, kita pergi ke samping rumah nya ai dekat kolam. Kalau belajar di rumah ai, kita selalu ingin dekat kolam renang karena disana tempat favorit.


"Eh kalian sudah datang", kata ai.


"Ayo belajar", ajak tedy.


Kita bertiga belajar dan bibi sudah menyiapkan cemilan dan minuman nya. Kita belajar dari jam 08.00 sampai jam 12.00 siang.


"Eh udahan yu, otak gue udah gak kuat lagi", kata ai.


"Ok, lapar nih", jawab tedy.


"Masuk kita makan dulu", kata ai.

__ADS_1


Kita bertiga masuk dan pergi ke ruang makan, sudah tersedia makanan di atas meja. Kita pun langsung makan dengan lahap nya, setelah selesai aku dan tedy pamit untuk pulang.


Aku diantar tedy sampai rumah, sampai rumah tedy langsung pulang. Aku masuk dan ternyata ibu masih di toko, aku pergi ke kamar dan tidur siang.


Sore hari aku bangun, mandi dan segera ke ruang makan. Ibu sedang menata masakan di meja makan.


"Bu, sini aku bantu", kata ku.


"Sudah selesai kok lin", jawab ibu.


Kita mulai makan, aku makan cuman berdua sama ibu. Setelah selesai makan, aku dan ibu nonton televisi. Tak terasa malam sudah mulai larut, aku masuk kamar dan tidur.


Pagi hari nya aku bangun dan bergegas makan, hari ini aku ujian sekolah.


" Pagi sayang", sapa ibu.


"Pagi bu", jawab ku.


"Kita sarapan ini aja ya sayang", kata ibu.


Aku mengangguk, ku habiskan sarapan nya dan segera berangkat ke sekolah. Aku berangkat naik mobil umum, sampai disekolah aku masuk dan bel berbunyi. Lima hari ke depan aku mengikuti ujian akhir sampai selesai, semoga hasil nya memuaskan agar bisa diterima di universitas kota Y itu.


Aku dan teman teman sedang menunggu hasil lulus atau gak nya, kelulusan pun sudah mau di umumkan dan aku lulus beserta teman teman.


"Lin, besok kita daftar lewat online ke universitas yang ada di kota Y yah", kata ai.


Aku pulang dan bertemu ibu di toko.


"Bu, aku lulus ujian akhir dengan nilai tinggi", kata ku.


"Wah selamat ya anakku", jawab ibu.


"Lihat mah ini", aku memberikan kertas yang isi nya nilai ku dan hasil lulus nya.


"Nanti malam kita rayakan yah, kita makan diluar", ajak ibu.


"Ok, tapi aku ajak ai dan teddy juga ya", kata ku.


"Ok sayang", jawab ibu.


Aku pamit pulang dan aku kirim chat ke ai dan tedy.


"Nanti malam aku dan ibu mengundang kalian untuk merayakan kelulusan nya, kita bertemu di restoran A jam 19.00", pesan chat aku ke mereka.


Malam nya aku siap siap mau pergi sama ibu dan kita pun pergi menggunakan motor ke restoran A yang dekat rumah. Tedy dan ai juga baru sampai ke tempat itu.


"Tante", sapa ai dan tedy.

__ADS_1


"Ayo kita masuk sayang", ajak ibu ku.


"Tante trimakasih ya", kata ai.


Setiap tahun ai dan tedy selalu merayakan nya sama ibu ku dan aku karena orang tua mereka sibuk semua. Mana sempet mereka mau merayakan keberhasilan anak nya, ibu ku seperti pengganti orang tua mereka.


Kita menikmati hidangan yang sudah di sajikan, bercanda dan tertawa sampai pada pukul 22.00. Kita pun berpisah dan segera pulang ke rumah masing-masing, aku pun tidur.


Pagi hari nya aku setelah sarapan langsung membuka laptop dan mendaftar ke universal jurusan astronomi di kota Y. Setelah selesai mengisi formulir, tinggal besok saja tunggu hasil nya.


Esokkan hari nya sudah ada pengumuman keterima atau gak nya dari universitas itu. Ai nelpon aku.


"Lin sudah dilihat belum?", tanya ai.


"Belum", jawab ku.


"Coba lihat, aku dan tedy diterima", jawab ai.


Aku mematikan ponsel ku dan mencari laptop nya, dengan hati hati dan mata tertutup sebelah. Aku takut gak lulus, tapi aku lihat ada nama ku dan hasil nya aku juga lulus.


Aku pergi ke toko ibu dan ibu lagi ditempat kasir.


"Sayang ada apa?", tanya ibu.


"Bu, aku diterima", jawab ku.


Ibu memelukku dan rasa bahagia ku, tapi terkadang ada rasa sedih karena nanti harus meninggalkan ibu disini. Besok ibu dan om rahmat mau nikah, pernikahan ibu sederhana mengundang saudara saja.


Saudara ibu sudah datang, mereka nginap disini. Banyak ponakan dan om tante serta kakak nya ibu, rumah biasa nya sepi tapi hari ini mendadak ramai.


Esok hari nya ibu menikah dengan om rahmat, aku bahagia melihat ibu bahagia.


"Selamat ya bu dan om, eh ayah", kata ku.


"Trimakasih sayang ku", jawab ibu sambil mencium pipi ku.


"Trimakasih princes", jawab ayah baru ku.


Semua orang yang hadir sedang memberikan ucapan bahagia pada ibu dan ayah rahmat. Ai dan tedy pun datang, kita ngobrol sambil makan cemilan yang sudah disediakan.


"Lin, mana kakak tiri mu yang cakep", kata ai.


"Lu kaya yang tau aja mereka cakep", jawab ku.


"Lihat om rahmat aja sudah berumur, dia masih ganteng apalagi produk yang dia hasilkan", jawab ai yang tertawa.


"Aku juga belum dikenalkan sama anak nya", jawab ku.

__ADS_1


Tedy yang sibuk dengan makanan serta handphone nya.


__ADS_2