Mencintai Kakak Tiri

Mencintai Kakak Tiri
persiapan baju nikah


__ADS_3

"Oh iya lupa aku", jawab ku.


"Berapa lama?", tanya Rizal.


"Tiga bulan kak", jawab ku.


"Oh ya sudah nanti aku persiapkan sama Yuli", jawab kak rizal.


"Kak, aku duluan tidur ya", kata ku.


"Ya sayang selamat tidur", jawab rizal.


Aku masuk ke kamar dan Rizal naik ke atas, aku sudah dalam mimpi ku sendiri . Pagi hari nya aku bangun ,mandi dan setelah itu mempersiapkan sarapan nya.


"Kak ini sudah selesai", teriak ku.


"Ya sayang", jawab kak Rizal yang baru turun.


Kita berdua sarapan bareng.


"Sayang sekarang pulang jam berapa?", tanya kak Rizal.


"Mmm cuman satu pelajaran kak", jawab ku.


"Nanti kakak jemput ya, kita mau feeting baju dulu", jawab Rizal.


"Oh,ok kak", jawab ku.


Setelah sarapan, kita langsung berangkat. Aku diantar ke kampus terlebih dahulu sebelum kak Rizal berangkat ke kantor. Sampai di kampus aku masuk dan bertemu ke dua sahabat ku.


"Hai ai, ted sudah move on?", tanya ku.


"Ya, aku sudah move on Lin", jawab Tedy.


"Mmm tapi kok ada yang aneh sih?", heran ku.


Aku melihat Tedy dan ai bukan seperti sahabat melainkan mereka seperti seorang kekasih.


"Apa kalian???", aku sambil tersenyum.


"Ya Lin, kita jadian", jawab Tedy.


"Wah surpraise banget", jawab ku.


"Kemarin aku sadar ternyata nyaman bersama ai, cuman aku takut ditolak tapi ternyata aku diterima", kata tedy.


"Ai, kok gak bilang aku kalau kamu suka sama Tedy?", tanya ku.


"Aku takut Lin, takut memecah belahkan persahabatan kita", jawab ai.


"Kita gak bakalan pecah ai, kalian harus sampai nikah ok" , kata ku sambil memeluk ai.


Dosen pembimbing datang, kita belajar sampai selesai. Setelah selesai aku pamit pulang duluan.


"Ai, Ted ,aku duluan ya", kata ku.


"Ya, hati hati Lin", jawab ai.


Aku segera ke luar kampus ,ternyata sudah ada Andre disana.


"Kak, mana kak Rizal nya?", tanya ku.

__ADS_1


"Bos masih meeting non, aku disuruh jemput non", jawab Andre.


"Oh ya sudah", jawab ku.


Aku naik ke mobil dan kita menuju ke kantor nya kak Rizal, sampai di kantor mata semua staff tertuju pada ku. Mungkin aku bahan jadi pergosipan disana, sekarang kan undangan sudah pasti tersebar jadi aku bahan pergosipan mereka.


"Silahkan non, tunggu disini. Sebentar lagi bos sudah selesai", kata Andre.


"Trimakasih kak", jawab ku.


Aku duduk di sofa dan tak lama pintu terbuka, aku kira kak Rizal tapi ternyata kak cellin.


"Hai kak ", sapa ku.


"Gak usah basa basi ", jawab cellin.


"Ada apa ?", tanya ku.


"Aku ingin bicara sama kamu", jawab cellin penuh selidik.


"Hmmm boleh", jawab ku.


"Kamu bukan nya adik dari Rizal? kenapa malah menikah?", tanya cellin.


"Ya, dulu kita memang adik cuman setelah bersama rasa ini tumbuh berbeda", jawab ku.


"Bukan nya kamu suka sama rayn dan kamu tau aku suka sama kakak mu?", tanya cellin.


"Aku tidak pernah suka rayn dan aku tau kakak suka sama kak Rizal", jawab ku.


"Dasar sial", jawab kak cellin.


"Jangan sentuh wanita ku", kata Rizal.


Kak cellin terkaget kedatangan kak Rizal.


"Zal", kata cellin tertahan.


"Lu tidak berhak menampar wanita ku", kata Rizal .


Kak Rizal mendekati ku dan merangkul ku.


"Sayang its ok ", tanya Rizal.


"Hmmm ok kak", jawab ku.


"Pergi dari sini", usir Rizal .


Kak cellin langsung ke luar dari ruangan kak Rizal, aku cuman ketakutan saja.


"Sayang mana yang sakit?", tanya Rizal.


Aku menggelengkan kepala ku.


"Maaf baby , aku telat", jawab Rizal.


"Ya, kak. No problem ", kata ku


Aku dipeluk kak Rizal, eh datang kak Andre ke ruangan.


"Maaf bos ,mobil sudah siap", kata Andre .

__ADS_1


"Sayang ayoo pergi", kata Rizal.


Aku cuman mengangguk saja , kita pergi ke sebuah butik dan mau memilih baju buat nikahan. Sampai disana banyak banget gaun nya yang mewah membuat ku bingung mau milih yang mana.


"Sudah kakak siapkan, nih coba", kata Rizal yang membawa baju pengantin warna putih mirip baju pengantin cinderela .


Aku pergi ke ruang ganti dan mencobanya, baju nya bagus dan nyaman. Aku ke luar dan kak Rizal sudah memakai jas warna putih nya, betapa tampan nya dia.


"Sayang cantik", kata kak Rizal sambil mendekati ku.


"Gimana kak?", tanya ku.


"Ok kita pilih yang ini saja", jawab kak Rizal.


Ternyata selera kak Rizal itu tidak salah, meskipun cowo tapi kalau masalah selera tidak di ragukan lagi. Setelah itu aku ganti pakaian dan lanjut ke toko perhiasan.


"Sayang mau yang mana?", tanya kak Rizal.


"Terserah saja lah kak yang penting tidak rame motif nya", jawab ku.


Kak Rizal memberikan ku 3 pilihan dan aku memilih yang sederhana.


"Kak yang ini", kata ku.


"Ya bagus", jawab kak Rizal.


Kak Rizal memberikan ku perhiasan yang kumplit buat nanti maskawin nya, ya sekitar 50 juta kalau di uang kan. Begitu bahagia nya aku bisa memiliki kak Rizal ya walaupun umur nya lebih tua dari ku tapi dia tetap dewasa dan itu yang aku mau.


Setelah selesai kita mencari restoran yang terdekat dari sana, perut ku sudah berbunyi ingin makan. Sampai direstoran aku segera pesan beberapa makanan dan tinggal menunggu saja.


"Sayang, bahagia kah?", tanya kak Rizal.


"Mmm bahagia, trimakasih kak", jawab ku.


"Kalau nanti kakak pergi jangan nakal ya, kakak pasti cepat pulang", kata kak Rizal.


"Kakak juga jangan melirik yang lain apalagi pergi nya sama kak Ainun dan kak cellin bukan?", tanya ku.


"Cuman Ainun saja yang pergi, kebetulan proyek nya bareng", jawab kak Rizal.


Setelah pesanan sampai kita pun menyantap nya sampai habis, kita langsung pulang ke apartemen. Sampai diapartemen aku ke kamar dan kak Rizal ke ruang baca, aku kembali ke dapur untuk membuatkan kopi buat kak Rizal.


Tokk tok tokk


"Masuk sayang", kata kak Rizal.


"Kak ini kopi nya", kata ku.


"Sini sayang duduk", ajak kak Rizal.


Aku duduk dipangkuan nya sambil menatap laptop.


"Kakak lagi kerja?", tanya ku.


"Mmm ya sayang", jawab kak Rizal.


"Ya sudah aku ke luar biar kakak kerja", jawab ku.


"Ok, nanti kakak kalau sudah selesai nemenin kamu", kata kak Rizal.


Kak Rizal mencium bibir ku, aku ke luar dan nonton televisi. Handphone ku berdering ternyata kak rayn telpon, aku bingung mau diangkat takut kak Rizal marah.

__ADS_1


__ADS_2