
"Kak, kita kuliner yu?", ajak ku.
"Hmzzz boleh", jawab kak Rizal.
Dari pedagang satu ke pedagang lain nya ,semua cemilan aku beli tapi cuman makanan ringan. Aku sudah membawa 10 kantong kresek, makanan dan minuman.
"Sayang itu beneran?", tanya Rizal.
"Ya, kita cari tempat duduk yu", ajak ku.
Aku dan kak Rizal mencari tempat duduk, kita menemukan tempat yang agak sepi. Kita menikmati kulineran berdua.
"Kakak bisa gemuk nih", kata Rizal.
"Biarin, biar tidak ada yang suka lagi", jawab ku.
"Terus kalau kakak gemuk, kamu juga gak suka?", tanya Rizal.
"Aku suka, cuman aku lebih ...... suka", jawab ku.
Kak Rizal tertawa sambil memeluk ku, kita menghabiskan makanan dan minuman nya.
"Kak, jangan sakitin adik ya", kata ku.
"Gak bakalan sayang", jawab Rizal
Setelah kita puas jalan jalan, kita pun pulang ke apartemen kembali. Sampai di apartemen ku lihat ada kak cellin di depan pintu.
"Zal", kak cellin menangis dan memeluk kak Rizal.
Aku hanya diam dan membiarkan nya saja.
"Cell lepas, ada apa ?", tanya Rizal.
"Aku mau di jodohkan , tapi aku gak mau. Akhirnya aku ke luar dari rumah ", kata cellin.
"Kak kita masuk dulu yu", ajak ku.
Akhirnya kita semua masuk, kak Rizal nemenin kak cellin,aku membuat kan minum.
"Terus sekarang kamu mau kemana?", tanya Rizal.
"Aku gak tau", jawab cellin.
"Kenapa kamu gak menerima perjodohan nya?", tanya Rizal.
Disana aku cuman menjadi pendengar saja.
"Aku suka nya sama kamu dan aku gak mau menerima perjodohan itu", kata cellin.
"Cell, kamu coba dulu siapa tau kan cocok", jawab Rizal.
"Tapii", cellin terdiam.
"Kak cellin disini aja dulu, kakak bisa tidur sama aku. Biarkan hati dan pikiran kakak tenang", kata ku.
"Beneran aku bisa tinggal disini dulu?", tanya cellin.
__ADS_1
Rizal menatap ku dengan tajam, aku mengangguk sambil tersenyum.
"Ok, kak cellin istirahat di kamar ku. Aku mau membereskan ini dulu", jawab ku.
Kak cellin pergi ke kamar ku, aku ke dapur dan kak Rizal masih diam sambil cemberut. Setelah membereskan nya aku kembali tapi kak Rizal sudah naik ke atas, aku pun masuk ke kamar.
"Kak cellin istirahat duluan aja", kata ku.
"Trimakasih ya Lin", kata cellin.
Aku masih mau belajar dan belum ngantuk, ku lihat kak cellin sudah terlelap. Aku haus dan ternyata air nya habis, aku ke dapur untuk ngambil air. Eh ada tangan yang melingkar di pinggang ku.
"Kakak, jangan begitu nanti kak cellin liat", kata ku.
"Oh, kita lakukan diatas saja", jawab kak Rizal.
Kak Rizal menggendongku menuju ke kamar nya diatas.
"Dasar selalu memaksa", ketus ku.
Aku dibawa ke kamar nya dan aku di tindih sama kak Rizal.
"Kenapa kamu yang putuskan dan membiarkan cellin disini?", tanya Rizal.
"Aku kasihan kak, biarkan dia disini", jawab ku.
"Dasar bocah", kata kak Rizal.
Pletakkk
Kening ku di sentil sama kak Rizal.
Kak Rizal mencium bibir ku, aku membalas nya. Sekarang kenapa kak Rizal sangat hebat bermain ciuman nya, tangan kak Rizal menyusup ke dalam piyama ku. Aku segera menepisnya tapi di lawan sama kak Rizal, tangan nya sudah bermain di gundukan punya ku.
Ada yang sudah mengeras di bawah Sana, membuat ku tidak nyaman.
"Kak akhhh jangan akhhh", kata ku meracau.
"Nikmati sayang ku", kata kak Rizal.
Kak Rizal mulai bermain di area sensitif ku, satu jari masuk dan membuat ku sakit tapi nikmat.
"Kak akhhh sakit ", kata ku.
"Kakak pelan pelan sayang", jawab kak Rizal.
Kak Rizal mengorek ngorek benda sensitif ku ,aku pun ingin pipis.
"Kak, sudah aku mau pipis", kata ku.
"Diam sayang pipis lah", jawab kak Rizal.
Semakin dalam dan semakin kencang jari nya memainkan benda sensitif ku.
"Awww akhhh nanti akhhh basahhh disini akhhh kakak aku pipis", kata ku.
Kak Rizal membuka semua baju dan celana nya, baju ku pun di buka oleh nya. Tak lama punya kak Rizal sudah masuk setengah nya.
__ADS_1
"Akhh sakit kak", kata ku.
"Pelan sayang nikmati", kata kak Rizal.
Pelan pelan kak Rizal menggoyang kan nya sampai punya dia masuk semua, awal nya sakit tapi setelah masuk semua begitu nikmat. Kak Rizal yang bekerja diatas, aku di bawah cuman mendesah. Setiap ******* ke luar ,semakin kencang kak Rizal menggoyangkan nya.
"Zal akhh sayang", racau ku.
"Terus sayang panggil nama ku biar malam ini kamu milik ku", kata kak Rizal.
"Zal, aku mau pipis lagi", kata ku.
"Kita barengan pipis nya", jawab Rizal.
Akhir nya ada cairan hangat menerobos ke dalam benda sensitif ku dan aku berkali kali pipis. Kak Rizal memelukku, nafas ku dan kak Rizal menyatu.
"Sayang, aku janji bakalan nikah sama kamu", kata Rizal sambil mencium keningku.
"Zal, janji ya", kata ku.
"Pasti sayang", jawab Rizal.
Aku mau ke kamar mandi tapi yang bawah sakit seperti lecet.
"Sini kakak bantu", kata kak Rizal.
Kak Rizal membawa ku ke kamar mandi, kita berdua mandi bersama. Setelah itu aku kembali memakai baju.
"Kak, aku ke kamar ya takut di cariin kak cellin", kata ku.
"Ya baby, makasih untuk malam ini", kata Rizal sambil mencium bibir ku.
Aku segera ke bawah dan masuk kamar, ternyata kak cellin masih terlelap tidur. Aku langsung tidur , karena tadi sudah beradegan panas diranjang.
Pagi hari nya aku bangun dan mandi, ku lihat kak cellin sudah bangun. Aku langsung ke depan dan ternyata kak cellin sudah ada di meja makan.
"Kak, kok gak bangunin aku", kata ku.
"Kamu terlihat cape jadi kak saja yang masak", kata cellin.
"Maaf ya kak", kata ku.
"Ya, tolong panggilkan kakak mu Lin" , kata cellin.
"Ya kak ", jawab ku.
Aku pergi ke atas.
Tokk tokk tokk
Kak Rizal ke luar dan langsung mencium bibir ku.
"Apa sayang mau lagi?", tanya kak Rizal.
"Dasar mesum, ayoo makan . Kak cellin sudah masak" , jawab ku .
Aku dan kak Rizal segera turun dan kita duduk untuk makan pagi bersama. Aku memakai dress dibawah lutut karena hari ini aku gak ada jadwal ke kampus, jadi aku mau santai di sini .
__ADS_1
Ada tangan menyelinap dibawa meja dan tangan itu bergerak dari paha menembus benda sensitif ku. Mata ku terbelalak memandangi kak Rizal, aku berusaha memberikan kode tapi gak di hirau kan.
Tangan nya sudah bermain di daerah sensitif ku semalam satu ini dia masukkan dua jari. Aku berusaha tidak mendesak, itu membuat ku keenakkan.