
Hari ini aku berangkat sekolah, ibu sibuk di dapur lagi masak dan katanya mau bikin kue juga.
"Bu, sibuk sekali", ledek ku.
"Apa sayang, ibu cuman masak dan bikin kue aja", jawab ibu.
"Aku berangkat ya", kata ku.
"Ya, nanti ibu jemput pulang nya", kata ibu.
Aku berangkat naik mobil umum dan sampai lah di sekolah, aku menuju kelas. Sudah datang ai dan tedy.
"Ted, lu ngapain cerita sama ibu?", tanya ku.
"Ya biarin, agar kamu di bolehin kuliah bareng kita", jawab tedy.
"Lin terus gimana? Apa ibu mu melarang mu?", tanya ai.
"Ibu...", aku berakting dengan wajah murung.
"Ya sudah kita ambil jurusan yang lain saja lin", kata tedy.
"Ibu bolehin aku ikut kalian", jawab ku dengan tersenyum.
"Linda kirain ibu mu melarang", kata ai.
Kita bertiga bersorak gembira, bel pulang berbunyi. Aku menunggu dijemput ibu dan akhir nya ibu datang juga.
"Sayang ayo pulang", ajak ibu.
"Ya bu", jawab ku.
Aku naik motor bersama ibu, sampailah dirumah dan tamu yang ibu nanti ternyata sudah datang.
"Oh ini princes nya ibu ros itu", kata bapak itu.
"Sayang kenalin ini om rahmat", kata ibu.
"Siang om perkenalkan nama saya linda", jawab ku.
"Cantik ya seperti ibu nya", kata om rahmat.
"Om, aku permisi ke dalam", jawab ku.
Aku masuk ke kamar dan ganti baju, ibu mengetuk kamar ku.
"Lin cepatan kita makan siang bareng", kata ibu.
"Ya sebentar bu", jawab ku.
Aku pun menuju keruang makan, kita bertiga makan bareng.
"Linda kelas berapa?", tanya om rahmat.
"Kelas 3 om", jawab ku.
"Mau kuliah dimana?", tanya om rahmat.
"Rencana nya dikota Y om", jawab ku.
"Ngambil jurusan apa?", tanya om rahmat.
"Astronomi om", jawab ku.
__ADS_1
"Kebetulan anak om juga yang besar ada disana, dia kuliah S2 dan sekalian jadi dosen juga", jawab om rahmat.
"Oh gituh om", jawab ku.
"Lin kalau mau, nanti om kasih tau anak om. Anak om tinggal di apartemen, nanti linda bisa bareng sama anak om disana", kata om rahmat.
"Om, sebelum nya boleh aku nanya?", tanya ku.
"Boleh apa?", tanya om rahmat.
"Kalau aku jauh dari ibu, maukah om nemenin ibu?", tanya ku.
"Insyaallah lin", jawab om rahmat.
"Aku mungkin baru kenal om, tapi dari cerita ibu. Ibu terlihat bahagia kenal sama om, kalau om serius sama ibu, linda ijinin ibu buat nikah sama om", jawab ku.
"Linda", kata ibu sambil malu malu.
"Aku ingin sebelum aku pergi, om sudah menikah sama ibu", jawab ku.
"Kalau begitu karena linda sudah mengijinkan om buat nikah sama ibu mu. 2 minggu lagi om akan menikah sama ibu mu", kata om rahmat.
"Ok setuju", jawab ku.
Ibu memeluk ku dan mencium ku.
"Ibu sudah lama tidak bahagia dan mungkin sudah waktu nya ibu harus bahagia", kata ku.
"Trimakasih princes nya ibu", kata ibu.
"Aku pamit ke kamar ya om, bu", kata ku.
"Ya lin", jawab om rahmat.
Aku meninggalkan ibu dan om rahmat, aku kembali belajar karena minggu depan harus ujian. Aku bahagia melihat ibu tersenyum.
Tak terasa aku pun tidur karena lelah belajar. Pagi hari nya aku berangkat sekolah.
"Lin ibu antar ya", ajak ibu.
"Ok mommy", jawab ku.
Aku diantar ibu naik sepeda motor ke sekolah, sampai disekolah ibu kembali pulang dan aku masuk ke kelas.
"Kayak nya ada yang bahagia nih", kata ai.
"Ya lah, eh nanti 2 minggu lagi kalian datang ya ke rumah ku", kata ku.
"Ada acara apa lin?", tanya ai.
"Ibu mau menikah", jawab ku.
"Tante nikah sama siapa?", tanya ai.
"Sama om rahmat langganan toko ibu", jawab ku.
"Dia pengusaha lin?", tanya tedy.
"Ya, dia bisnis properti dan kuliner", jawab ku.
"Waw tajir bener, punya anak gak?", tanya ai.
"Punya 2 cowo semua , yang pertama lagi kuliah S2 dan jadi dosen di kota Y yang nanti kita juga kesana. Kalau yang bungsu tidak tau", jawab ku.
__ADS_1
"Waw kenalin ya calon kakak ipar mu lin", kata ai.
"Ya, aku juga belum tau muka nya", jawab ku.
"2 hari lagi kita bisa begini, nanti hari senin sudah mau ujian saja", kata tedy.
"Semangat lah", jawab ku.
Kita bertiga menghabiskan waktu belajar bersama dan kemana mana bersama, tedy punya waktu sama cewek nya di hari weekend sedangkan hari biasa tedy bersama kita.
Kalau si bucin ai, terkadang membawa cowok nya meskipun kita lagi belajar bersama. Maklum lah namanya juga bucin, ya seperti ini.
Aku pulang dijemput sama ibu dan kebetulan ibu telat jadi agak lama nungguin nya.
"Sayang maaf ibu telat", kata ibu.
"Ya, aku mengerti kok bu", jawab ku.
Aku dan ibu meninggalkan sekolah, sampailah di rumah.
"Lin, ibu ke toko. Kamu makan dan istirahat sayang", kata ibu.
"Ok ibu sayang", jawab ku.
Ibu pergi ke toko, aku masuk ganti baju dan makan. Setelah itu ke kamar main handphone, tak terasa aku ketiduran sampai sore.
"Lin bangun, mandi, ibu tunggu di meja makan", kata ibu.
"Ya bu", jawab ku.
Aku segera bangun dan mandi, setelah itu aku berlari ke meja makan.
"Bu, masak apa?", tanya ku.
"Cumi pedas manis", jawab ibu.
Aku langsung makan sampai kenyang setelah itu aku pergi ke kamar untuk belajar.
"Lin boleh ibu masuk?", tanya ibu.
"Boleh bu, buka aja", jawab ku.
Ibu masuk ke kamar ku.
"Lin apa kamu benar-benar mengijinkan ibu menikah lagi?", tanya ibu.
"Ya bu, aku mengijinkan ibu menikah dengan siapapun asal ibu bahagia", jawab ku.
"Apa ibu egois kalau menikah lagi?", tanya ibu.
"Ibu tidak egois, ibu juga bukan melupakan bapak. Ibu hanya sekedar ingin mencari pendamping hidup kembali bukan pengganti bapak. Karena sampai kapapun linda itu anak ibu dan bapak meskipun bapak sudah pergi", jawab ku.
"Anak ibu sudah besar ya, bisa berpikir dewasa", kata ibu.
"Linda sayang ibu", kata ku.
Aku memeluk ibu.
"Ibu juga sayang princes", jawab ku.
Aku melepaskan pelukkan ibu.
"Ibu ke luar ya, selamat belajar dan jangan terlalu larut malam belajar nya", kata ibu.
__ADS_1
"Ya, ibu istirahat lah", jawab ku.
Ibu meninggalkan kamar ku, aku mulai belajar kembali sampai waktu menunjukan pukul 22.00 Wib. Aku mengakhiri belajar nya dan aku tidur, saking lelap nya aku sampai bermimpi bertemu lakilaki yang tampan.