
Kak Rizal ke luar dari gedung, aku ,ai dan Tedy menunggu di luar gedung.
"Kak selamat ya", kata ku.
Aku memeluk kak Rizal.
"Terimakasih dik", jawab kak Rizal.
"Selamat kak", kata ai.
"Selamat ya kak", kata Tedy.
"Hari ini kakak traktir makan ", kata Rizal.
"Horeee", jawab kita.
"Kak, makan di cafe depan saja", kata Tedy.
"Setuju", jawab ku dan ai.
Kita berjalan ke depan kampus dan menuju ke cafe, disana kita memesan banyak makanan. Hari ini begitu indah, akhir nya kak Rizal menyelesaikan S2 nya dengan nilai tinggi.
Setelah selesai aku dan kak Rizal pamit pulang, kita pulang ke apartemen.
"Kak cape ya", kata ku.
Aku pergi ke kamar, aku berendam 20 menit an agar fress. Setelah itu aku tidur, kalau tidur memang aku selalu pakai miniset. Tengah malam aku terbangun, aku ke dapur mencari minum. Sebelum nya aku memastikan tidak ada kak Rizal disana, Untung lah sepi.
Aku mau kembali ke kamar ternyata kak Rizal baru mau turun, aku segera ke kamar dan menutup pintu. Aku kembali tidur.
Pagi harinya aku bangun dan menyiapkan sarapan buat kak Rizal.
"Dik, kakak gak bisa nganter kamu soal nya kakak mau interview di perusahaan xxx lembaga penelitian dikota ini", kata kak Rizal.
"Oh gak apa apa kak,aku bisa naik taxi, semoga kakak diterima", jawab ku.
Setelah selesai aku berangkat ke kampus dan kak Rizal ke perusahaan xxx itu, aku pergi naik taxi. Sampai dikampus aku masuk ke kelas.
"Ai, pulang nanti aku nginap ya di asrama", kata ku.
"Kenapa Lin?", tanya ai.
"Kakak lagi interview takut nya gak bisa jemput aku", jawab ku.
"Oh ok lah", kata ai.
Kita belajar, sekarang ada 3 mata kuliah pasti pulang nya sore. Kalau pulang ke apartemen aku takut, jadi nya aku nginap di asrama.
Hari ini aku gak ada kelas, judul nya mau jalan jalan tapi di depan sudah ada yang menunggu.
"Lin, my honey mu lihat sudah di bawah. Kita gak jadi deh jalan jalan", keluh ai.
"Ya sudah lain kali aja, dahhhh", jawab ku.
Aku meninggalkan ai dan menuju ke depan.
"Hai kak", sapa ku.
"Dasar ponsel di matiin, gak ada kabar", kata kak Rizal sambil memelukku.
"Malu kak lepasin", jawab ku.
"Pulang yu", kata kak Rizal.
Kita pulang menuju apartemen, sampai diapartemen aku di tarik sama kak Rizal. Posisi ku menduduki kak Rizal.
__ADS_1
"Kak bagaimana kemarin?", tanya ku.
"Kakak diterima sayang", jawab kak Rizal.
"Selamat ya kak", kata ku.
"Hadiah nya mana?", tanya kak Rizal.
"Aku bikin masakan yang enak buat kakak", jawab ku.
"Mmmm boleh ", jawab Rizal.
Aku pergi ke dapur dan memasak makanan ke sukaan nya kak Rizal ayam geprek dan spagethi.
"Kak ini sudah jadi",kata ku.
"Wah trimakasih sayang", jawab kak Rizal.
Kita berdua makan, setelah itu aku membereskan nya.
Tokk tokk tokk
Kak Rizal membukakan pintu, pas aku balik ternyata ada kak cellin datang.
"Hai Lin", sapa kak cellin.
"Hai, kak", jawab ku.
"Zal, kamu keterima ya selamat ya", kata cellin.
"Kak cellin selamat ya sudah lulus dan sekarang kak cellin kerja dimana?", tanya ku.
"Trimakasih Lin, aku bareng sama kakak mu. Aku fatner kerja nya", jawab kak cellin.
"Oh bareng ya", jawab ku sambil tersenyum sinis.
"Kak, ini minum an nya, aku masuk ke kamar dulu", kata ku.
Aku masuk ke kamar meninggalkan mereka berdua, aku cuman bisa mainin handphone.
"Sayang kok malah masuk sih", pesan dari Rizal.
Aku gak membalas nya.
"Kenapa marah?", tanya Rizal.
Aku masih diam, ku dengar kak cellin pamit pulang.
Tokk tokk tokk
"Sayang bukain pintu nya", kata kak Rizal.
Aku gak bukain pintu nya, sengaja lah . Tapi aku lupa kalau kak Rizal punya kunci cadangan nya.
Klekkk
Pintu terbuka dan kak Rizal masuk.
"Sayang kok marah", bujuk kak Rizal.
Aku masih diam.
"Gini kakak ceritakan, perusahaan itu bekerjasama sama kampus kita. Jadi setiap tahun nya di ambil 2 kandidat terbaik untuk membentuk kelompok penelitian, ya yang terpilih kakak sama cellin", kata kak Rizal.
"Oh kok kak Rizal gak bilang", tanya ku.
__ADS_1
"Kan mau cerita tapi belum ada waktu, keburu cellin yang ngasih tau", jawab Rizal.
"Berarti aku ada kesempatan buat di rekrut disana dong kak?", tanya ku.
"Bisa sayang, nanti kakak bantu ya", jawab Rizal.
Rizal mencium bibir ku.
"Gemas banget kalau sudah cemburuan begituh", goda Rizal.
"Jangan nakal disana nya, tar lirik cewe kanan kiri", kata ku.
"Gak dong, kan sudah punya kamu sayang", kata Rizal.
"Kak aku tidur ya ngantuk", kata ku.
"Ok sayang ku", jawab Rizal .
Aku tidur dan Rizal ke luar dari kamar ku. Aku terbiasa bangun tengah malam dan mencari minum di dapur, tiba tiba mati lampu.
"Kakak kak gelap", teriak ku.
Tapi gak ada yang nyaut.
"Kak aku takut gelap", sekali lagi aku teriak.
Eh tiba tiba ada yang menggendong ku.
"Eh ini siapa lepaskan", teriak ku.
"Berisik banget sih calon istri ku", bisik kak Rizal.
"Kakak, ngagetin saja", jawab ku.
"Tadi teriak minta tolong,sekarang di tolongin masih teriak", kata kak Rizal.
"Kak kok ke atas sih bukan ke kamar ku?", tanya ku.
"Kamu takut kegelapan,makanya kakak bawa kamu tidur di atas", kata kak Rizal.
"Oh, gituh", jawab ku.
Aku dibawa kak Rizal ke kamar nya, memang sih aku juga gak mau tidur sendiri mana mati lampu lagi . Sampai dikamar, aku di turunin sama kak Rizal dan kak Rizal mencari penerang.
"Nah, akhir nya ketemu juga", kata kak Rizal sambil membawa lampu emergency .
"Kak, aku tidur dimana?", tanya ku.
"Di kasur berdua sama kakak lah", jawab kak Rizal.
Kak Rizal langsung menarik ku dan aku terjatuh di atas kasur.
"Kak jangan ngapa ngapain aku ya", ancam ku.
"Kalau kakak mau gimana?", goda kak Rizal.
Aku mendorong kak Rizal.
"Dasar mesum", kata ku.
Aku menutupi semua tubuh ku dengan selimut.
"Kakak harus sabar ini mah sampai benar benar bisa memiliki mu", bisik kak Rizal.
"Tidur kak", jawab ku.
__ADS_1
Aku tidur dan gak tau kalau kak Rizal. Pagi nya aku bangun tubuh ku terasa berat, ternyata tangan kak Rizal berada di pinggang ku pantesan berat. Aku segera mandi dan menyiapkan sarapan nya, setelah selesai sarapan kak Rizal mengantar ku ke kampus dan setelah itu baru lah kak Rizal berangkat kerja.