Mencintai Kakak Tiri

Mencintai Kakak Tiri
Apartemen kak rizal


__ADS_3

Tiba-tiba ayah rahmat panggil aku dan ku lihat disamping nya ada cowok tampan dan gagah, terus ada cowo yang umuran nya seperti dibawah ku.


"Lin sini", kata ayah.


"Ada apa yah?", tanya ku.


"Perkenalkan ini anak ayah, ini Rizal yang lagi sekolah S2 dan ini rifky masih sekolah SMA baru masuk", kata ayah.


"Hai aku linda", kata ku.


Kita saling berkenalan.


"Anak ibu nambah 2, jadi pas cewe punya cowo pun punya", kata ibu.


"Lin gimana diterima gak di universitas nya?", tanya ayah.


"Diterima yah, nanti aku tidur di asrama", jawab ku.


"Gak usah, kamu tinggal diapartemen sama kakak mu rizal", jawab ayah.


Aku memandang wajah kakak ku dan waw dia begitu sempurna, mana bisa aku tinggal bareng. Yang ada aku bakalan jatuh cinta sama dia, mungkin kah dia juga mahasiswa populer.


Setelah acara selesai semua nya pada pulang, di rumah tinggal kita saja.


"Kapan lin berangkat nya", tanya ayah.


"Besok harus nya yah", jawab ku.


"Bareng sama kakak mu saja", kata ayah.


"Aku sama teman", jawab ku.


"Ya ajak teman mu, berangkat bareng pakai mobil kak rizal", kata ayah.


Aku cuman diam, sepertinya kakak tiri ku cukup dingin dan cuek.


"Rizal, ayah titip adik mu ya. Besok bareng dan jangan berantem disana", pesan ayah.


"Ya", jawab rizal.


Malam aku beresin pakaian yang mau dibawa dan ngasih kabar sama ai dan tedy.


"Besok kita naik mobil kak rizal berangkatnya", aku kirim chat ke ai dan tedy.


"Wah boleh tuh", jawab tedy.


"Hore sama kakak lu yang ganteng", jawab ai.


Esok hari nya setelah sarapan, kita pamit ke ibu dan ayah. Sebelumnya aku tidak pernah meninggalkan ibu dan sekarang aku harus jauh dari ibu.


"Jangan lupa makan ya", pesan ibu.


"Linda bakalan kangen ibu", jawab ku.


Ai dan tedy sudah datang, aku menangis sedih dipelukkan ibu. Kita pun pamit dan berangkat, aku duduk didepan bersama kak rizal. Sedangkan ai dan tedy di belakang, rasa canggung ada karena baru kali ini berdekatan sama cowok asing.

__ADS_1


Dalam perjalanan kita semua diam tanpa ada kata yang keluar, sampailah di universitas itu. Aku, tedy dan ai turun.


"Kalau mau pulang hubungi aku, ini kartu nama ku", kata rizal.


"Ya kak", jawab ku.


Kak rizal sudah pergi.


"Lin, cakep tapi cuek dan dingin", kata ai.


"Sudah ayo masuk dan daftar", kata tedy.


Kita masuk dan banyak banget mahasiswa baru disana, setelah registrasi selesai dan aku pun mendapat kan kamar asrama. Jaga jaga kalau di usir a rizal, aku sekamar sama ai. Aku mengirim chat sama kak rizal.


"Kak, ini aku linda. Aku sudah selesai", pesan aku untuk kak rizal.


Setelah semua nya selesai aku memutuskan untuk menunggu ka rizal di luar kampus.


"Eh aku pulang ya", kata ku.


"Kamu gak tinggal di asrama?", tanya ai.


"Gak, ayah sama ibu aku ingin nya tinggal sama kak rizal diapartemen nya dan kalau di asrama buat nanti jaga jaga kalau di usir", jawab ku sambil tertawa.


"Hati hati lin", kata ai.


Aku meninggalkan ai dan tedy, ternyata kak rizal baru sampe di depan gerbang.


"Masuk", kata kak rizal.


Aku menuruti nya, lalu aku masuk ke mobil nya. Aku diam karena gak tau mau bahas apa sama dia.


"Sudah kak barusan, jadi besok tinggal berangkat saja", jawab ku.


"Besok kebetulan aku juga ada jadwal mengajar, nanti kamu bareng saja", kata kak rizal.


"Gak usah kak, aku naik kendaraan umum saja", jawab ku.


"Kamu baru sehari disini dan belum tau jalan", kata kak rizal.


"Oh iya, ya udah", jawab ku.


Kita sampai di apartemen Xxx, kita menuju lantai 5 dan mencari kamar nomor 110.


"Pin nya 554357", kata kak rizal.


Kak rizal menekan tombol nya, aku masih di luar.


"Masuk lah", kata kak rizal.


Aku masuk dan ku lihat di dalam sangat indah, nuansa silver mungkin kesukaan nya, perabotan rumah tangga yang rapih, wangi sekali disini, kamar cuman 2 diatas dan bawah saja.


"Kamu dikamar yang itu, karena di atas itu kamar saya", kata kak rizal.


"Ya kak", jawab ku.

__ADS_1


Aku masuk ke kamar ku, membereskan semua baju ku di lemari.


"Wah ini cowok perfect, andai dia bukan kakak tiri ku. Aku mau jadi pacar nya", gumam ku.


Ibu menelepon ku.


"Hallo sayang", kata ibu.


"Ya bu", jawab ku.


"Bagaimana sudah selesai di kampus nya?", tanya ibu.


"Sudah bu, aku lagi diapartemen kak rizal", jawab ku.


"Bagus lah, jangan bikin kakak mu repot ya", kata ibu.


"Siap bu", jawab ku.


"Ya sudah ibu mau ke toko dulu", kata ibu.


"Ya bu, miss you", jawab ku.


Aku menutup telpon nya, aku rebahkan badan ku di atas kasur. Tiba-tiba pintu ku terketuk.


"Dik, mau makan apa?", tanya kak rizal di luar kamar.


"Terserah kak", jawab ku.


"Cepat ke luar, aku tunggu", kata kak rizal.


Aku bergegas membereskan baju dan ke luar kamar, ternyata kak rizal pandai masak.


"Mmm ini kak rizal yang masak?", tanya ku.


"Ya, coba lah", jawab kak rizal.


Ntah aku lapar atau memang enak sampai habis itu makanan, karena kak rizal sudah masak jadi aku yang giliran cuci piring nya. Kak rizal naik ke atas, begitu dingin dan cuek nya itu orang.


"Huhff begitu cuek nya, awas ya nanti aku buat kak rizal bucin sama aku. Gak apa apa kali kan kak rizal kakak tiri, bukan kandung", gumam ku sambil tersenyum.


Setelah selesai aku masuk ke kamar dan mandi selama 20 menit, aku berendam cukup lama juga.


"Wah ini cowo hebat, wangi bener sabun yang sudah dia siapkan", gumam ku.


Aku pakai baju dan segera tidur karena besok hari pertama ku masuk kuliah. Pagi nya aku bangun, ternyata kak rizal masih tidur. Aku siapkan sarapan pagi untuk kita berdua, cuman telur mata sapi, susu dan roti panggang. Kak rizal turun dari kamar nya.


"Pagi kak", sapa ku.


"Hmm", jawab kak rizal.


"Ini sarapan yang aku buat kak", kata ku.


Kita berdua sarapan pagi bersama, setelah itu aku cuci bekas sarapan tadi.


"Aku tunggu di depan, segera menyusul nanti terlambat", kata kak rizal.

__ADS_1


"Ya kak", jawab ku.


Setelah selesai membereskan nya, aku masuk ke kamar untuk mengambil tas ku. Segeralah aku ke luar agar tidak terlambat ke kampus.


__ADS_2