
"Akhhh uhukkk", aku tersedak.
"Lin makan nya pelan", kata cellin.
Aktivitas tangan kak Rizal diam, aku minum dulu. Kak Rizal tersenyum melihat wajah ku memerah, aku melanjutkan makan.
"Kak, aku sudah makan nya", kata ku.
Aku segera ke kamar dan menetralkan nafas ku. Kak cellin masuk dan bersiap siap untuk berangkat, aku keluar mengantarkan mereka.
"Jaga rumah Lin", kata Rizal sambil mengedipkan mata genit nya.
Aku tersenyum, mereka pun berlalu pergi. Aku masuk dan menonton film, setelah lama aku bosan dan gak tau mau apa.
"Aku ke kantor kak Rizal kali ya", gumam ku.
Aku kirim pesan dulu takut nya kak Rizal gak disana.
"Kak boleh aku main ke sana" ,aku mengirim pesan.
"Boleh sayang ke sini aja", kata Rizal.
Aku siap siap dan langsung pergi ke kantor nya, sampai di kantor aku ke resepsionis dulu.
"Mba saya mau bertemu pak Rizal", kata ku.
"Sudah ada janji?", tanya resepsionis itu.
"Sudah", jawab ku.
"Sebentar ya saya telpon dulu , ini siapa nya ya?", tanya resepsionis itu.
"Saya istri nya", jawab ku.
Aku tertawa di dalam hati, sambil nunggu menelepon dan akhirnya aku diperboleh kan masuk.
"Ibu naik ke atas lantai 4 ,nanti ada tulisan di pintu itu ada nama manager", kata resepsionis itu.
Aku naik menggunakan lift dan sampai di atas, ruangan nya luas dan ada 4 ruangan tapi tertutup semua mungkin ini ruangan khusus kali.
Tokk tokk tokk
"Masuk", jawab seseorang disana.
Aku masuk dan ternyata kak Rizal sudah di belakang pintu, dia mencium bibir ku.
"Kakak", aku kaget.
"Sini masuk sayang", kata kak Rizal .
Aku di pangku sama kak Rizal.
"Ada apa ke sini?", tanya Rizal.
"Aku mau lihat saja", jawab ku.
Tokk tokk tokk
"Siapa?", tanya kak Rizal.
"Andre pak", jawab orang di luar sana.
"Masuk", kata kak Rizal.
__ADS_1
Aku mau berdiri tapi kak Rizal melarang ku, aku malu ada teman kerja nya kak Rizal . Andre itu assisten pribadi nya kak Rizal, aku pun baru tahu. Dia tersenyum ramah sama aku.
"Jangan sok tersenyum ndre, ini punya ku", kata Rizal.
"Maaf pak, baru kali ini dibawa " , kata Andre.
"Sudah ini pergi sana ", kata Rizal .
Andre pergi dan kita cuman berdua, kak Rizal membukakan kancing baju ku, dia memainkan dua gundukkan ku sambil melihat laptop nya.
"Emang kaya gini masih bisa kerja?", tanya ku.
"Bisa lah", jawab Rizal sambil menjilati gundukan ku.
Tokk tokk tokk
"Siapa?", tanya Rizal.
"Ainun, zal", kata orang di pintu.
Aku segera turun dan sembunyi di kolong meja nya, aku mengerti Ainun itu orang penting fatner kerja nya.
"Masuk", kata Rizal.
Ainun masuk dan membawa berkas nya.
"Zal ini ada yang harus kita bicara kan", kata Ainun.
"Mmm ya silahkan", kata Rizal.
Kesempatan ku balas dendam, aku buka celana nya dan ku mainkan burung punya kak Rizal. Burung itu semakin mengeras dan terdengar suara nafas yang tidak beraturan.
"Akhhh", Suara erangan yang tertahan dari mulut Rizal.
"Gak, aku batuk", jawab Rizal.
Rizal memberi kode untuk ku berhenti tapi aku malah dengan seenak nya bermain kembali.
"Ainun kita nanti lanjut lagi ya, aku lapar gak fokus", kata Rizal.
"Ok, aku ke luar dulu. Mau aku temenin?", tanya Ainun.
"Mmmm gak usah", kata Rizal.
Ainun pergi dan Rizal mengangkat ku ke atas meja.
"Dasar bocah mau di hajar ya", kata Rizal.
Aku tersenyum, kaki ku di lebar kan dan masuk lah burung punya kak Rizal ke gua punya ku.
"Akhh zal pelan", kata ku.
"Sayang kamu memancing ku, jadi aku akan melayani mu", kata Rizal.
Segeralah Rizal menghantam ku dan beberapa kali aku ke luar . Punya Rizal pun sedikit lagi ke luar dan akhirnya kita menikmati bersama sama, kita segera memberes kan semua nya agar tidak terlihat orang lain.
"Aku sudah puas, kak aku pergi ya", kata ku.
"Ya, hati hati sayang. Trimakasih sayang ku", kata Rizal.
Aku segera pulang ke apartemen, sampai di apartemen aku masak terlebih dahulu dan setelah itu aku mandi. Sambil nunggu kak Rizal dan kak cellin pulang, aku menonton film.
Tokk tokk tokk
__ADS_1
Aku membukakan pintu nya, ternyata kak cellin yang datang.
"Kak, mana kak Rizal?", tanya ku.
"Oh dia lembur", jawab cellin.
Aku segera ngambil ponsel dan menghubungi kak Rizal, benar ponsel nya gak aktif . Kak cellin ke kamar, aku nunggu di depan.
"Lin, kita duluan makan yu", ajak kak cellin.
"Oh iya kak", jawab ku.
Kita berdua makan bersama .
"Kamu pintar masak juga Lin", puji kak cellin.
"Ya seperti ini lah kak", jawab ku sambil tersenyum.
"Oh iya besok kakak pindah ", kata cellin.
"Kakak mau kemana", tanya ku .
"Kakak pindah di lantai bawah, kemarin ada yang jual apartemen nya. Ya kakak langsung ambil", jawab cellin.
"Oh, dekat dong", jawab ku.
"Ya, besok bantu kakak ya", kata cellin.
"Ya kak, kebetulan besok cuman 2 mata kuliah saja paling pulang nya siang", jawab ku.
Setelah selesai makan kita nonton film bersama.
"Lin, kamu tau gak pacar nya kak Rizal?", tanya cellin.
Aku kaget, mata ku membelalak.
"Mmm gak tau kak, kenapa gak tanya aja", jawab ku.
"Rizal orang nya tertutup, aku sudah lama kenal sama dia dan sering bersama tapi dia tidak pernah menceritakan cewek", kata cellin.
"Kakak sendiri suka sama kak Rizal?", tanya ku.
"Ya, sempat beberapa kali kakak mengungkapkan nya tapi tidak pernah terbalas dan kakak sering bilang ke orang lain bahwa Rizal pacar kakak, tapi tidak ada respon apapun", kata cellin.
Aku terdiam tidak tahu harus bilang apa.
"Lin, bantu kakak bagaimana bisa dekat sama Rizal", pinta cellin .
"Ya kak, tapi aku gak bisa janji", jawab ku.
"Trimakasih Adik ipar", kata cellin sambil memelukku.
Ada rasa cemburu, tapi tidak enak dengan kak cellin. Memang bukan Rizal yang salah cuman terkadang aku menyalahkan ke tampanan nya itu yang membuat cewek tergila gila. Apalagi Rizal itu misterius gak gampang ditebak orang nya, cuek kutub Utara nya yang terkadang menjengkel kan.
"Kak aku tidur duluan ya", kata ku.
"Oh iya Lin", jawab cellin.
Aku pergi ke kamar meninggalkan cellin yang masih anteng dengan sinetron nya. Ada pesan masuk dari Rizal.
"Sayang maaf ,aku lembur malam ini", pesan singkat dari Rizal.
"Oh iya kak, aku juga tahu dari kak cellin", jawab ku.
__ADS_1