Mencintai Kakak Tiri

Mencintai Kakak Tiri
Ayah meninggal


__ADS_3

Kita pulang menuju apartemen dan masuk, cukup melelahkan jalan jalan kali ini. Kak rizal ke kamar dan linda pun sama, didalam kamar rizal mandi dan setelah itu main handphone.


Tokk tokk tokk.


Pintu terketuk pasti itu linda, rizal bangun dan membukakan pintu nya.


"Kak keran dikamar ku gak ke luar air, aku numpang mandi ya", kata linda.


"Ya sudah masuk, nanti kakak benerin", jawab rizal.


Linda sedang mandi dan rizal menyuruh orang untuk membetulkan kamar mandi nya linda. Kamar mandi linda sudah di betulkan, rizal kembali main handphone nya.


"Kak kak aku lupa bawa handuk", kata linda.


"Ya, kakak ambilin", jawab kak rizal.


Rizal mencari handuk baru di dalam lemari nya dan langsung memberikan nya ke linda.


"Dik, ini handuk nya",kata rizal.


Pintu terbuka walaupun sedikit, linda meraih handuk nya dari tangan rizal. Rizal kembali ke tempat tidur dan mainin ponsel nya, linda ke luar dari kamar mandi nya.


"Sudah bisa dipakai lagi kamar mandi mu dik", kata kak rizal.


"Oh trimakasih kak", jawab linda.


Linda kembali turun dan masuk ke dalam kamar nya, rizal nongkrong di balkon sambil bergelut dengan laptop nya. Sampai linda teriak teriak dan linda masuk pun rizal belum sadar.


"Kakak lagi apa?", tanya linda.


Rizal kaget dengan kedatangan linda ke kamar nya.


"Ini mengerjakan tugas, sebentar lagi kakak sidang skripsi", jawab rizal.


"Kak rizal hebat sudah mau lulus S2 lagi, sedang aku masih lama", jawab linda.


"Ya kakak ngambil S2 nya yang setahun agar bisa langsung bekerja", jawab rizal.


"Kakak kan sudah jadi dosen itu bekerja", kata linda.


"Ya, cuman kakak mau bekerja di lembaga penelitian yang ada di kota ini", jawab rizal.


"Oh nanti job kakak 2 dong", kata linda.


"Ya, kan biaya hidup kelak apalagi sudah berumah tangga dan punya anak cukup mahal", kata rizal.


"Ya sih, bahagia pasti orang yang akan menjadi kakak ipar ku nanti", jawab linda sambil tersenyum.


"Seandainya bisa, kamu lah yang akan mendapingi ku kelak lin", gumam rizal.


Ponsel rizal berbunyi dan ternyata ada telpon dari rifky.

__ADS_1


"Hallo dik", jawab rizal.


"Kak, ayah sakit. Segeralah kakak sama kak linda pulang", kata rifky.


"Sakit apa dik?", tanya rizal.


"Gak tahu, ayah lagi di tangani dokter. Tadi ibu menghubungi kak linda telpon nya gak di jawab", kata rifky.


"Ya sudah kakak segera pulang", jawab rizal.


Rizal menutup telpon nya rifky.


"Lin, ayah sakit. Kita segera pulang sekarang", kata rizal.


"Ya sudah, aku beres beres dulu kak", jawab linda.


Linda pergi ke kamar nya dan rizal segera berkemas pakaian yang akan dibawa nya. Rizal sudah beres dan langsung ke bawah.


"Lin cepatan sudah?", tanya rizal.


"Sudah sudah kak", jawab linda yang baru ke luar dari kamar nya.


Rizal dan linda berangkat menuju rumah sakit yang sudah dikasih tau rifky, perjalanan 5 jam yang tiada hentinya membuat badan terasa remuk.


Untung selamat sampai tujuan, rifky sudah menunggu kedatangan rizal dan linda di depan rumah sakit.


"Kakak disini", teriak rifky.


"Ibu dimana dik?", tanya linda.


"Ayah belum sadar kan diri sedang kan ibu di ruang dokter", jawab rifky.


Rifky mengantarkan rizal dan linda ke depan ruangan ayah nya, ayah cuman bisa di tengok lewat jendela. Ibu datang dan langsung memeluk linda.


"Bu, bagaimana keadaan ayah?", tanya rizal.


"Ayah terkena serangan jantung mendadak", jawab ibu.


"Kak apa ayah punya riwayat jantung?", tanya ku.


"Kak tidak tau, setau kakak ayah tidak punya", jawab rizal.


"Kalau rizal mau nengok ayah masuk lah", kata ibu.


"Ya bu trimakasih", jawab rizal.


Rizal masuk ke ruangan ayah, tidak pernah air mata rizal ke luar tapi setelah melihat kondisi ayah nya rizal menangis.


"Ayah bangun, rizal sudah datang", kata rizal sambil berusaha membangunkan ayah nya.


Masih belum ada tanda tanda ayah nya sadar.

__ADS_1


"Ayah rizal mau ayah bangun dan rizal mau ayah tau kalau rizal sudah menemukan pilihan hati rizal", kata rizal.


Setelah rizal mengucapkan kalimat itu lambat laun tangan ayah bergerak. Memang dari dulu ayah nya menginginkan rizal segera menikah dan ayah nya sudah lama ingin cucu dari rizal.


"Ayah ayah ayah mendengar suara ku", kata rizal.


Ayah sedikit membukakan mata nya dan ayah mencoba bicara.


"Nnnaaakk, kkkaammu", suara ayah yang terbata bata.


"Ya ayah, aku disini", kata rizal.


"Meeeniaaahh lliinnddaa", kata ayah.


"Apa ayah mau rizal menikah sama linda adik tiri", kata rizal.


Ayah mengangguk.


"Tapi dia adik tiri rizal yah", jawab rizal.


"Ddiiaaa bbaaiikk, ttiidak aaddaaa darah kaannduungg anntarra kammu dan lliinnda. Mmennikkkahi lah linnda", kata ayah.


"Ya, ayah sebenarnya rizal pun cinta sama linda tapi rizal tidak tahu bagaimana perasaan linda yah", jawab rizal.


Tiba-tiba ayah terasa sesak dada nya, segera aku panggil dokter.


"Dok sus dok, ayah saya kenapa ini", teriak rizal.


"Kak ayah kenapa", tanya linda.


"Gak tau lin, kamu tunggu disini kakak panggil dokter dulu", jawab rizal.


Rizal ke luar mencari dokter, linda berusa membangunkan ayah dan ibu sama rifky diluar panik dan menangis. Rizal bersama dokter dan suster menuju ke kamar nya ayah, rizal dan lina akhir nya ke luar.


Semua alat terpasang di tubuh ayah, ada dua dokter dan 3 suster yang menangani ayah disana. Rizal merangkul linda sambil menangis, sudah 2 kali rizal berada di posisi ini. Dulu ibunya dan sekarang ayah nya yang berjuang untuk bisa mempertahankan hidup nya.


Tapi alloh berkata lain tak lama dokter ke luar dengan perasaan sedih.


"Ini keluarga nya?", tanya dokter.


"Ya dok, saya istrinya dan ini anak anak nya", jawab ibu.


"Saya sudah berusaha tapi pak rahmat tidak tertolong", jawab dokter.


"AYahhhhh", teriak rizal.


Rizal segera masuk dan memeluk ayah nya di ikuti ibu, linda dan rifky yang menangis di pelukkan ibu. Rizal menggoyang goyang kan tubuh ayah, mungkin bisa membantu ayah bisa hidup kembali.


"Ayah jangan tinggalkan kita ayah, rizal sebentar lagi wisuda. Itu kan yang ayah inginkan, rizal belum bisa membahagiakan ayah. Bangun yah", teriak rizal.


Memang ayah sudah tiada, tidak ada guna membangunkan jasad yang sudah tidak bernyawa lagi. Karena tidak mau lama, ayah segera di mandikan dan biaya rumah sakit segera di selesaikan.

__ADS_1


Setelah selesai jasad ayah di bawa pulang untuk di sholat kan di masjid terdekat saja dan di kubur di tanah keluarga dekat makam nya ibu.


__ADS_2