
Linda diam dan Rizal mendekati Linda.
"Kakak tau, betapa bodoh nya aku mencintai orang yang sama sekali tidak pernah mencintaiku", kata Linda.
"Maksud nya? ", tanya Rizal.
"Aku sayang sama kakak tapi kakak tidak pernah peka sama aku,kakak selalu mengundang kak cellin dan itu membuat ku sakit", kata Linda.
Rizal malah tersenyum ketika Linda menangis mengungkap kan perasaan nya.
"Lucu kan, bodoh aku", kata Linda.
"Bukan, perasaan ku ternyata tidak bertepuk sebelah tangan", jawab Rizal.
Mereka saling berhadapan, Rizal menggenggam tangan nya Linda.
" Aku juga sama Lin,mempunyai rasa itu. Cuman kakak takut cinta dan perasaan kakak bertepuk sebelah tangan", kata Rizal.
Linda cuman diam saja.
"Aku mencintai mu Lin, mau kan nikah sama kakak?", tanya Rizal.
"Hah nikah", Linda kaget dan mengulang nya.
"Ya, kakak ingin nikah dan berpacaran sama kamu", jawab Rizal.
"Mau kak", jawab Linda.
Rizal memeluk Linda, rasa lega di hati Rizal akhir nya cinta yang selama ini terbalaskan juga.
"Jangan pernah tinggalin kakak ya", kata Rizal.
"Ya kak", jawab Linda.
Linda melepaskan pelukkan Rizal.
"Kak kenapa bisa tau aku disini?", tanya Linda.
"Kakak nyariin kamu ke asrama, kata ai tidak ada. Aku menghubungi rayn takut kamu di culik sama dia dan tidak ada. Ai menyarankan kakak buat ke pantai dan akhir nya kakak menemukan mu sayang", jawab kak rizal.
" Sampai kakak kira aku sama kak rayn", kata Linda.
" Ya siapa tau kamu sama rayn", jawab Rizal.
"Terus kakag gak boleh aku sama kak rayn ,kenapa kakak tiap hari undang kak cellin ke rumah?", tanya Linda.
"Dia yang datang ,kak gak undang dia", jawab Rizal.
"Kakak pelit sendiri, sendiri nya aja dekat sama cewe lain. Aku gak boleh dekat sama cowo lain", jawab Linda.
"Ohh jadi sayang cemburu,maka nya pergi ke sini", goda kak rizal.
__ADS_1
"Lain kali kalau kak cellin ke apartemen,aku mau kabur sama kak rayn", kata Linda.
" Eh awas aja kalau macam macam ya", kata Rizal.
Linda lari dan Rizal mengejar nya, Rizal menggendong Linda masuk ke mobil. Mereka akhir nya pulang ke apartemen, dari parkiran sampai masuk ke apartemen tangan mereka saling bergandengan.
"Mau makan apa sayang?", tanya Rizal.
"Mau ayam bakar kak", jawab Linda.
"Ok, kakak pesankan ya", kata Rizal.
"Kak, aku mandi dulu ya", kata Linda.
"Ya, sana mandi. kakak juga mau mandi", jawab Rizal.
Linda masuk kamar dan Rizal naik ke atas, Rizal terlihat bahagia hari ini karena sudah mendapatkan Linda. Rizal mandi dan ganti baju.
Tokkk tokkk tokk
Rizal segera ke bawah untuk membukakan pintu dan ternyata pesanan nya sudah datang.
"Sayang ini makanan nya sudah datang ", kata Rizal.
Linda ke luar dari kamar nya, terasa canggung karena sekarang status mereka bukan adik kakak tapi sepasang kekasih.
"Ini pesanan nya sayang", kata Rizal.
****
CERITA Linda
Sejak kita jadian aku sebahagia ini, aku tidak pernah berpacaran dan masih canggung. Selesai makan aku inisiatif untuk membereskan nya dan mencuci piring meninggalkan Rizal. Aku ingin menepiskan rasa canggung ku di hadapan Rizal, eh Rizal malah nyamperin aku. Rizal memelukku dari belakang dan malah tangan nya menyentuh ku seperti adegan membantu tapi sambil posisi nya memeluk.
"Tiap hari seperti ini ya sayang", bisik Rizal.
"Kak aku canggung banget", kata ku.
"Nanti juga terbiasa", kata Rizal.
Setelah cuci piring aku malah membalikkan tubuh ku, jadi kita saling pandang pandangan.
"Katanya belum pernah pacaran,tapi ini seperti sudah terbiasa", goda Linda.
"Aku gak pernah pacaran sayang, adegan ini real cuman sekarang sama kamu", kata Rizal.
Rizal mencium bibir nya aku, aku kaget dong . Aku memejamkan mata,ciuman berlangsung sekitar 3 menitan saja.
"Manis ya", kata Rizal .
Aku tersipu malu.
__ADS_1
"Ingat bibir ini sudah menjadi milik ku,jangan dikasih kan ke orang lain", kata Rizal.
Rizal menggendong ku ke kursi, aku duduk di pangkuan kak rizal,tangan ku masih melingkar di leher nya.
" Memang benar ya, kaya nya kakak gak belajar kuliah saja tapi belajar bercinta juga", kata ku sambil turun dari pangkuan kak rizal.
"Ya, kakak sudah sebulan belajar, agar nanti bisa memperlakukan mu seperti sepasang kekasih", jawab Rizal.
Aku bersandar di bahu nya.
"Kak, dulu sebelum ayah meninggalkan. Aku tahu pesan dari ayah agar kakak bisa nikah sama aku", kata ku.
Rizal langsung menengok ke arah ku.
"Kamu tahu dari mana?", tanya Rizal.
"Tidak sengaja mendengar nya, dulu kan aku bermaksud untuk menemani kakak. Tapi ayah keburu siuman dan ayah pesan itu sama kakak, aku sebenarnya sudah ada di ruangan itu dibalik gorden", jawab ku.
"Oh gituh, terus kamu berusaha untuk menggoda ku", kata kak rizal sambil menggelitik pinggang ku.
"Dikh gak kak, kakak nya aja sudah tergila gila sama aku", jawab ku sambil tertawa.
Lagi lagi kak rizal mencium bibir ku.
"Manis banget sayang", kata kak rizal.
" Dasar mesum", jawab ku sambil berlari ke atas dan masuk ke kamar nya kak rizal.
Kak Rizal mengejar ku, aku melihat kamar nya rapih banget dan harum makanya aku betah di kamar kak rizal.
klekk
"Kak jangan di kunci", teriak ku.
"Siapa suruh masuk ke kandang harimau", jawab kak rizal.
Aku mundur dan ternyata terpentok meja rias yang ada di kamar kak rizal. Rizal semakin dekat dan mencium bibir ku, aku memejamkan mata dan tangan ku melingkar ke leher nya sedangkan tangan kak rizal melingkar di pinggang ku.
Kita berciuman sambil berjalan ke arah tempat tidur, aku tertindih sama kak rizal. Setelah sadar kak rizal melepaskan ciuman itu.
"Kakak gak mau kebablasan, nanti ya sekitar 6 bulan lagi kita nikah", kata kak rizal.
"Bagaimana bilang ke ibu kak?", tanya ku.
"Besok kita pulang yu,kasih kejutan buat ibu", kata kak rizal.
Tiga hari memang libur, karena tanggal merah. Aku dan kak rizal bisa pulang ke sana, sudah lama aku gak pulang. Waktu 40 hari ayah kita gak pulang karena sibuk dengan kuliah dan sekarang kita bisa pulang juga.
"Kak, aku beresin pakaian ku dulu ya", kata ku.
"Ok sayang", jawab kak rizal.
__ADS_1
Aku meninggalkan kamar kak rizal, aku membereskan pakaian ku dan setelah itu aku tertidur juga. Aku terbangun tengah malam karena haus ingin minum.