Mencintai Kakak Tiri

Mencintai Kakak Tiri
pengantin baru


__ADS_3

Setelah lama kita lakukan dikamar mandi dan terasa ada yang mau ke luar dari tubuh ku.


"Zzal keluar", kata ku.


Kak Rizal langsung menggendong ku dan menidurkan diatas kasur, disana lah terjadi adegan hot pengantin baru.


"Zal pelan", pinta ku.


"Ya sayang, akan pelan pelan. Kamu nikmatin saja biar aku yang bekerja", jawab Rizal.


Aku menikmati nya, Suara ******* aku dan Rizal menyatu di ruangan sana, aku sudah beberapa kali ke luar.


"Zal ke luar", kata ku.


"Terus sayang akan aku pompa lagi biar ke luar", kata Rizal.


Kita bermain 2jam di atas ranjang, sampai aku lemas dan kita sama sama ke luar bareng.


"Sayang nikmat trimakasih", bisik Rizal.


"Ya mas, nikmat tapi lemas", jawab ku.


Kak Rizal berbaring di samping ku, aku kelelahan dan tertidur setelah adegan panas itu. Pagi hari nya aku bangun, badan ku terasa remuk banget.


"Morning my wife", bisik Rizal dan mencium pipi ku.


"Morning my life", jawab ku tersenyum.


"Bagaimana sayang?", tanya Rizal.


"Lemas mas", jawab ku.


Kak Rizal menggendong ku ke dalam kamar mandi, aku mandi di bathroom sambil berendam berdua bersama suami ku.


"Sayang besok aku harus pergi, jaga diri baik baik ya", kata Rizal.


"Ya mas, cepat pulang ya. Aku gak bisa jauh jauh", jawab ku.


Kak Rizal menc*** ku, aku pun membalas nya. Kita melakukan adegan panas itu dikamar mandi sampai kita menuju puncak kenikmatan, kita bermain satu jam dikamar mandi.


"Sayang mau lagi?", tanya Rizal.


"Sudah mas lemas", jawab ku.


Kita berdua bersiap siap untuk pulang lagi ke apartemen, saudara semua nya dari pagi sudah pulang.


Tokkk tokk tokk


"Siapa?", tanya Rizal.


"Rifky kak, itu ibu sudah menunggu mau pamitan", kata Rifky.


"Kita sih lama", kata ku sambil tersenyum.


"Biarin mereka juga tahu kalau kita pengantin baru", jawab Rizal.


"Mas ini gimana leher ku banyak tanda yang kamu buat", kata ku.

__ADS_1


"Biarin, itu pertanda semalam kita bikin cucu buat ibu", jawab Rizal sambil memelukku.


Kita pun ke luar menemui ibu dan Rifky.


"Nak, ibu sama Rifky mau pamit pulang ya. Jaga diri baik baik, zal ibu titip Linda ya", kata ibu.


"Ya Bu,aku akan jaga istri ku dengan baik ", jawab Rizal.


"Ibu sering main ke sini", rengek ku sambil memeluk ibu.


"Sekarang kamu punya suami yang jagain , kalau kalian rindu pulang lah ke rumah ibu", jawab ibu.


Ibu dan Rifky berpamitan pulang, kita berdua mengantarkan ibu sampai depan hotel.


"Sayang lapar?" ,tanya Rizal.


"Ya", jawab ku.


Tiba tiba ada Andre datang.


"Bos saya yang beresin semua baju nya ke apartemen", kata Andre.


"Oh iya segera, kita mau cari makan dulu", jawab Rizal.


Aku dan Rizal pergi ke sebuah restoran dan Andre membawakan semua barang kita ke apartemen.


"Mas, kak Andre perhatian juga ya", kata ku.


"Ya, di selalu peka apa yang kita mau" , jawab Rizal.


"Sayang pegal ya?", tanya Rizal.


"Mmm badan ku sakit", jawab ku.


"Sini mas pijitin, kan semalam kita mau lanjut lagi sampai pagi sebelum aku terbang", jawab Rizal.


"Hmzz ok lah", jawab ku sambil menikmati pijatan dari kak Rizal.


"Semua barang barang mu sudah dipindahkan ke lantai atas, yang bawah itu buat tamu lagi. Kita kan sudah jadi suami istri sayang", kata Rizal.


"Kapan mas pindahin nya?", tanya ku.


"Kemarin aku suruh Andre sama Yuli yang pindahin semuanya", kata Rizal.


"Oh gituh, mas mau dibikin kopi?", tanya ku.


"Boleh", jawab Rizal.


Aku pergi ke dapur dan bikin kopi untuk suami ku sama cemilan nya, kita berdua saling berdekatan di sofa sambil nonton film.


"Sayang kita ke kamar yu?", ajak Rizal.


"Hmmzz ok", jawab ku.


Kita berdua naik ke kamar, semua pintu di kunci takut ada yang ganggu kita berdua. Pokok nya setelah menikah dan sebelum Rizal berangkat badan ku pasti pegal karena harus melayani nya.


Dua bulan kita akan berpisah dan pasti itu lama banget, buat pengantin baru itu pasti sulit.

__ADS_1


"Sayang boleh?", tanya Rizal.


Aku mengangguk, Rizal segera melancarkan aksinya kembali. Permainan sama seperti waktu malam dan pagi tadi , kita bermain dua jam hari ini.


Tangan kak Rizal bermain di daerah kesukaan nya.


"Zzzal terlalu nikmat", ******* ku mulai keluar.


"Nikmatilah sayang", jawab Rizal.


"Aku keluar zal", kata ku.


Setelah cairan itu ke luar, punya Rizal langsung tancap gas dan memasukkan semua nya.


"Mmmm sakit enak", racau ku.


Aku menikmati nya sampai merem melek, kak Rizal membuat tanda di seluruh badan ku.


"Sayang panggil nama ku yang seksi", pinta Rizal.


"Mmm zzal terlalu enak", racau ku.


Rizal malah terpacu ketika aku memanggil nama nya dan banyak banget aku ke luar sampai punya kak Rizal ikut bersamaan ke luar juga.


Kak Rizal terbaring lemas di samping ku, aku pun sma nafas ku terasa berpacu hebat.


"Kau lah wanita ku yang hebat istri ku", kata Rizal


"Mas, trimakasih sudah memberikan dunia yang indah", jawab ku.


Aku dan Rizal ketiduran setelah bercinta lagi. Hari ini mas Rizal berangkat ke Amerika, aku mengantarkan nya sampai bandara udara.


"Sayang jaga diri baik baik ya, mas pasti cepat pulang", kata Rizal.


"Ya mas, hati hati yah. Kalau sudah sampai segera hubungi aku", jawab ku.


Mas Rizal memeluk ku dan mencium pucuk kepala ku.


"Kak Andre jaga baik baik suami ku ya, kalau nakal ingetin dia ,ada istri kecil yang menunggu nya pulang", aku teriak ke kak Andre.


"Beres non", jawab Andre


"Aku akan setia sama istri ku tersayang ini", jawab mas Rizal.


Tiba tiba ada sosok Ainun yang baru datang bersama asisten nya.


"Wah pengantin baru nih, maaf ya kemarin aku sibuk. Nanti kalau resepsi aku usahakan hadir", kata Ainun.


"Ya mba gak apa apa kok", jawab ku.


"Zal, aku duluan masuk", kata Ainun.


Ainun dan asisten nya sudah pergi.


"Sayang mas berangkat ya", kata Rizal sambil mencium semua wajah ku dengan penuh kasih sayang nya.


Aku mencium tangan nya sebagai tanda aku lah istri nya, aku melihat kepergiaan kak Rizal itu. Terasa berat banget tapi apadaya sudah menjadi suatu kewajiban dan keharusan suami ku. Rasa tidak rela karena suami ku berangkat bersama seorang wanita, ya teman kerja nya.

__ADS_1


__ADS_2