
"Lin,kamu pulang di jemput gak?", tanya ai.
"Gak, aku pulang sendiri", jawab ku.
Sudah lama kita nongkrong di cafe dan makanan kita sudah habis.
"Aku pulang ya, sudah pesan taxi soal nya", kata ku.
"Ok hati hati Lin", kata ai.
"Ayo kita antar ke taxi nya", kata Tedy.
Kita keluar dari cafe dan berjalan menuju ke taxi yang sudah aku pesan.
"Aku pulang ya", kata ku.
"Hati hati Lin", kata ai.
Aku pulang naik taxi , di perjalanan aku melihat mobil nya kak Rizal terparkir di sebuah restoran.
"Pak tolong berhenti dulu", pinta ku.
"Baik mba", jawab bapak taxi itu.
Yang ke luar kak Rizal bersama wanita cantik tapi itu bukan kak cellin.
"Pak disini saja", kata ku.
Aku penasaran jadinya turun, aku masuk dan mengekor kak Rizal yang bersama cewek itu. Mereka duduk berdua saja, aku coba menghubungi kak Rizal.
"Sayang lagi dimana?", tanya ku.
Tapi tidak ada jawaban dari kak Rizal, aku telponin sampai 10X dan masih tidak ada respon. Aku ke luar dengan perasaan marah dan aku pun pulang dengan naik taxi, aku pulang ke asrama.
"Lin,kok balik lagi?", tanya ai.
"Ai, kak Rizal selingkuh", kata ku sambil menangis.
"Kamu lihat dimana?", tanya ai.
"Tadi aku pulang dari sini, terus tidak sengaja melihat kak Rizal bersama cewek cantik di restoran. Aku ikutin mereka dan mereka berduaan disana", kata ku.
"Mungkin teman kerja nya kali", kata ai.
"Kalau teman kerja gak mungkin kak Rizal gak respon pesan ku dan sudah beberapa kali aku telpon ,kak Rizal gak mengangkat telpon nya", jawab ku.
"Sudah sudah, kamu mau tidur disini?", tanya ai .
"Ya ai", jawab ku.
Aku ganti baju dan aku masih terdiam di tempat tidur ku.
"Masih belum ada kabar?", tanya ai.
"Belum", jawab ku.
"Tidurlah dan lupakan semuanya, besok kamu tanya sama kak Rizal siapa orang itu", kata ai.
Aku tidur di asrama dan ku matikan ponsel ku.
****
CERITA RIZAL
Hari ini Rizal sangat sibuk di kantor dan sering meeting dengan perusahaan yang lain nya, terkadang meeting di dalam ataupun di luar.
__ADS_1
Rizal punya assisten bernama Yuli, baru hari ini Rizal diberikan assisten. Berkat kepintaran nya dan sudah beberapa yang Gol atau sukses ditangan dia, akhir nya Rizal diangkat menjadi manager di perusahaan xxx itu.
Hari ini ada pertemuan dengan perusahaannya Ainun, tapi kali ini meeting di luar kantor. Mereka memilih di restoran indah, Rizal dan Yuli berangkat berdua. Nanti disana pun akan ada Ainun juga, namun Ainun masih dalam perjalanan.
"Yul ,coba hubungi ibu Ainun sudah dimana? bilang kita sudah sampai", pinta Rizal.
"Baik pak", jawab Yuli.
Yuli menghubungi Ainun, Rizal dan Yuli sementara pesan minum dulu.
"Pak, sebentar lagi ibu Ainun sampai", kata Yuli.
Sekitar 15 menitan Ainun datang dengan assisten nya.
"Sorry telat pak Rizal", kata Ainun.
"Ya tidak masalah", jawab Rizal.
"Kita langsung saja kali ya", kata Ainun.
Rizal dan Ainun mulai meeting, membicarakan urusan nya sekitar 40 menitan. Setelah selesai Ainun memesan makanan.
"Pak Rizal mau sekalian pesan?", tanya Ainun.
"Trimakasih, saya harus cepat pulang", jawab Rizal.
Rizal teringat Linda pasti dia sedang menunggu nya.
"Yul, pulang pakai taxi ya", kata Rizal.
"Ya pak", jawab Yuli.
"Saya permisi duluan Bu Ainun", kata Rizal.
Rizal segera pulang ke apartemen nya.
Tapi apartemen ini kosong, gak ada yang nyaut.
"Sayang lagi dimana?", teriak Rizal.
Rizal ke dapur gak ada Linda, Rizal ke kamar dan kamar mandi ternyata Linda gak ada. Rizal berusaha telpon Linda dan ternyata gak aktif.
"Aduhh kemana lagi ini anak", gerutu Rizal.
Untung Rizal punya nomor Tedy jadi dia menghubungi nya.
"Hallo Ted, apa diasrama ada Linda?", tanya Rizal.
"Linda sudah pulang kak", jawab Tedy.
"Tapi belum pulang juga", kata Rizal.
"Padahal dari siang tadi Linda sudah pulang", jawab Tedy .
"Bisa kirim nomor nya ai?", pinta Rizal.
"Bisa nanti saya kirim kak", jawab Tedy.
Rizal mematikan telpon nya, ada chat masuk ternyata Tedy mengirim nomor ai. Tak lama Rizal langsung menelepon ai.
"Hallo ini siapa?", tanya ai.
"Saya kak Rizal, apa Linda di sana?", tanya Rizal.
"Oh kak Rizal, ada Linda disini", jawab ai.
__ADS_1
"Syukur lah, apa Linda masih bangun?", tanya Rizal.
"Linda sudah dari tadi tidur kak", jawab ai.
"Oh ya sudah biarkan dia tidur", jawab Rizal.
Rizal mematikan telpon nya.
"Anak itu bikin khawatir saja", gerutu Rizal.
Rizal pergi ke atas, mandi dan ganti baju terus dia pun tidur. Pagi nya Rizal bangun, mandi dan siap siap berangkat. Setelah sarapan pagi, Rizal berangkat ke kantor.
"Sayang jangan lupa makan, nanti sore kakak jemput", Rizal mengirim pesan ke Linda.
Sampai dikantor Rizal mulai bekerja dan menyibukkan diri.
Tokkk tokkk tokk
"Masuk", jawab Rizal.
"Permisi pak, ini ada dokumen yang harus ditanda tangani", kata Yuli.
Rizal tau semenjak Yuli jadi assisten nya , penampilan nya selalu sexsi dan terkadang menggoda nya. Cuman Rizal berusaha cuek karena dia ingat ada Linda yang harus dia perjuangkan sampai mereka nanti menikah.
"Pak mau makan siang apa?", tanya Yuli.
"Tolong pesan kan salad aja sama jus alpukat", kata Rizal.
"Baik pak", jawab Yuli.
Yuli ke luar dari ruangan nya Rizal, Rizal berusaha mengerjakan nya tepat waktu agar bisa pulang cepat dan menjemput Linda.
Tokk tokk tokk
"Masuk", jawab Rizal.
"Zal, bisa tolongin pekerjaan aku gak?", kata cellin.
"Ada apa Cell?", tanya Rizal.
Cellin memberikan berkas berkas nya dan Rizal mencoba mempelajari nya.
"Nanti aku coba usahakan", kata Rizal.
" Zal istirahat makan nya bareng ya", ajak cellin.
"Aku sudah pesan makanan", jawab Rizal .
"Oh ya sudah aku pergi", kata cellin.
Cellin ke luar dari ruangan Rizal, Rizal kembali membereskan kerjaan nya yang sedikit lagi. Disela sela istirahat pun Rizal makan sambil kerja, karena dia ingin segera pulang dan menjemput Linda.
Rizal segera ke kampus linda setelah menyelesaikan pekerjaan nya.
"Sayang ,aku tunggu didepan kampus", pesan Rizal ke Linda .
Linda cuman di read tanpa membalasnya, sekitar 10 menit Linda ke luar dari kampus.
"Sayang, kakak kangen", kata Rizal sambil memeluk Linda.
"Ikh kakak lepas ini di kampus", protes Linda.
Rizal melepaskan pelukkan nya.
"Pulang yu sayang", ajak Rizal.
__ADS_1
Linda gak menjawab nya namun dia sudah masuk duluan ke dalam mobil. Selama perjalanan menuju apartemen Linda tidak bicara apapun cuman diam saja.