
"Mba Linda ikut saya", kata Yuli.
"Ya", jawab ku.
Aku ikut sama Yuli ke ruangan nya.
"Duduk dulu", kata Yuli .
Aku duduk dan menunggu Yuli mengambil berkas berkas.
"Sini saya ajarin", kata Yuli.
Panjang lebar Yuli mengajari ku, banyak banget ternyata tugas sekertaris bos itu.
"Nanti mba bantuin pekerjaan saya", kata Yuli.
"Ya mba", jawab ku.
Disini Yuli profesional walaupun dia tau aku istri nya mas Rizal dan aku pun sama disini aku hanya mahasiswa magang.
Aku membantu Yuli bekerja dari pagi sampai waktunya istirahat, aku langsung mencari ai dan Tedy agar ke kantin nya barengan.
"Lin, kita disini", teriak ai sambil melambaikan tangan nya.
Aku langsung menghampiri mereka berdua, kita menuju ke kantin dan memesan makanan .
"Gimana kerjaan nya?", tanya ku.
"Ya lumayan lah pada baik disini", jawab ai.
"Ya disini semua nya cukup baik sih", jawab Tedy.
Ada pesan masuk dari mas Rizal.
"My wife lagi apa?", pesan dari Rizal.
"Lagi dikantin, mas lagi apa?", tanya ku.
"Lagi kangen sama istri yang jauh disana", jawab Rizal.
"Sayang aku juga rindu dan jangan lupa makan,jaga kesehatan dan lebih penting cepat pulang", jawab ku.
"Mau dibawain apa nanti?", tanya Rizal
"Mau dibawain raga yang utuh dan tidak mau oleh oleh apapun sayang", jawab ku.
Aku senyum senyum sendiri dan ternyata Tedy sama ai melihat ku.
"Hmmmm pengantin baru yang lagi kasmaran", ledek ai.
"Biarin, aku rindu sama suami ku", jawab ku sambil tersenyum.
"Lin jadikan habis kak Rizal pulang mau resepsi?", tanya Tedy.
"Jadi lah terus kita nanti mau honeymoon", jawab ku.
"Kemana Lin?", tanya ai
"Ke negara sakura", jawab ku.
__ADS_1
Setelah selesai makan dan waktu nya masuk kermbali, kita disibukkan dengan pekerjaan nya masing masing. Tidak terasa waktu cepat sampai sore dan waktu nya pulang.
"Aku duluan ya", kata ku.
"Hati hati baby", jawab ai.
Aku naik taxi dan mereka berdua pulang ke asrama kampus. Sampai diapartemen aku masak dan mandi, setelah makan aku langsung tiduran sambil mainin handphone. Suami ku akhir nya telpon.
"Baby lagi apa?", tanya Rizal.
"Habis mandi sayang", jawab ku.
"Waww cantik banget istri ku", kata Rizal.
"Cepat pulang sayang, aku sudah rindu", jawab ku.
"Sabar ya, lagi aku usahakan sayang", jawab Rizal.
"Mas apa aku harus ke sana?", tanya ku.
"Mmm gak usah ,mas gak mau kamu kecapean nanti nya" , jawab Rizal.
"Habis nya lama 2 bulan itu, aku sudah rindu sama suami ku" ,jawab ku.
"Sama sayang, sabar ya. Mas janji habis ini kalau ada perjalanan ke luar ,mas akan bawa kamu sayang", jawab Rizal.
"Mas janji ya", tanya ku.
"Mmm ya sayang", jawab Rizal
Setelah lama Videocall aku langsung tidur karena kecapean. Pagi harinya aku bangun dan bersiap ke kantor untuk bekerja, hari ini lebih semangat karena tiap hari di beri vitamin sama suami ya walaupun lewat ponsel.
"Pagi mba", sapa ku.
"Pagi mba Lina", jawab Yuli.
Yuli orang nya cuek dan tidak banyak bicara ,cuman hal penting saja dia bicara dengan ku. Bel masuk tanda harus bekerja, aku membantu Yuli mengerjakan tugas. Yuli lagi meeting sama klien dan aku yang menggantikan tugas nya.
Untung otak ku pintar jadi mudah dimengerti pas Yuli ngasih tau aku, hari hari ku di depan komputernya Yuli mengerjakan tugas nya.
Setelah jam istirahat ,aku tadi nya mau ke kantin tapi Yuli kembali dan membawakan makanan.
"Mba Linda ini makanan nya", kata Yuli.
"Aku gak pesan mba", jawab ku.
"Ambil saja, aku disuruh pak Rizal", jawab Yuli.
"Mas Rizal", aku kaget begitu perhatian nya suami ku.
"Trimakasih ya mba", jawab ku.
Aku segera membawakan makanan nya menuju kantin, mereka berdua sudah duduk disana dengan makanan nya masing masing.
"Lin, itu dari siapa?", tanya ai .
"Ini makanan dari Yuli, disuruh mas Rizal", jawab ku.
"Waaww so sweet banget suami mu Lin.Gak salah kamu nikah sama sosok kak Rizal itu ", kata ai.
__ADS_1
"Nanti besok aku bawain kalau kamu mau sayang", kata Tedy .
"Trimakasih sayang, jadilah seperti kak Rizal yang nanti nya sayang sama istri nya", jawab ai.
"Tedy sama kok kaya mas Rizal,tenang saja ai", kata ku.
Kita menikmati makanan nya sampai habis dan setelah itu kita kembali lagi untuk bekerja. Hari ini Yuli sibuk dan aku harus mengerjakan pekerjaan nya Yuli, seperti ini lah rasa lelah nya mencari uang.
Tak terasa waktu pun sudah sore,aku duluan untuk pulang. Badan ku terasa remuk sekali, sampai di apartemen aku mandi dan langsung istirahat. Tidak lagi memikirkan isi perut, aku ingin tidur.
Malam hari aku terbangun dan langsung mencari makanan di kulkas,sambil makan aku mainin ponsel ternyata banyak pesan masuk dari suami ku.
"Sayang lagi apa?",
"Sayang kenapa gak balas",
"My wife sudah tidur kah",
Isi semua pesan dari suami ku, aku langsung telpon dia dan untung nya di angkat .
"Hallo sayang", sapa ku.
"Akhirnya istri ku telpon juga", jawab Rizal.
"Maaf mas tadi aku cape jadi nya ketiduran", jawab ku.
"Oh pantesan, pasti sekarang lapar ya?", tanya Rizal.
"Mmm ya mas", jawab ku.
"Sudah makan nya?", tanya Rizal.
"Barusan sudah ,nih lagi mau ke kamar lagi", jawab ku.
"Kasian istri ku sendirian di rumah", kata Rizal.
"Ya, kapan mas pulang?", tanya ku.
"Mmmm mas juga belum tau, ini malah tambah problem lagi jadi mungkin waktu bisa bertambah sayang", jawab Rizal
"Kalau begitu biarkan aku yang kesana ya", pinta ku.
"Jangan kan kamu lagi sibuk", jawab Rizal.
"Kalau dua bulan mas gak pulang,aku mau maksa ke sana", jawab ku.
"Ok ok boleh deh", jawab Rizal.
Lama sekali kita ngobrol sampai aku ketiduran dan gak aku matikan ponsel nya. Pagi nya aku bangun dan sudah siang, segera lah beres beres dan mandi.
Aku lupa cas ponsel ku, paling nanti dikantor saja lah aku cas. Sudah sarapan baru lah aku pergi ke kantor dan menemui Yuli, ternyata Yuli tidak masuk dan sudah memberikan email apa saja yang harus aku kerjakan hari ini.
Hari ini aku harus meeting untuk menggantikan Yuli bersama pak Rendy, aku segera menemui yang nama nya pak Rendy itu. Setelah didepan ruangan nya aku merasa takut tapi ini yang harus aku lakukan.
Tokkk tookk tokk
"Masuk", suara dari pak Rendy.
Aku segera masuk dan menemui nya yang lagi khusu didepan komputernya.
__ADS_1