Mencintai Kakak Tiri

Mencintai Kakak Tiri
Jalan jalan


__ADS_3

Rizal tidak bisa menolak permintaan ayah nya, rizal dan linda berangkat ke kota Y bersama. Linda orang nya cantik, masih polos dan manis juga sih.


Rizal dan linda tinggal bareng, linda sering membuatkan makanan untuk rizal. Dia bisa masak juga dan ternyata enak.


"Kalau bukan adik ku, aku sudah nembak linda", gumam rizal.


Banyak cewek yang mendekatinya termasuk cellin yang menjadi primadona kampus, tapi rizal tidak tertarik. Rizal malah tertarik sama adik tiri nya yaitu linda.


Linda memutuskan untuk menginap di asrama, jadi rizal membelikan baju tapi ngajak cellin. Karena cellin itu cewek, rizal mana tahu tentang dalaman wanita.


Rizal pun sampai rela menginap di asrama laki laki, semenjak punya apartemen rizal tidak pernah nginap di asrama dan kali ini karena linda.


Rizal bakalan tahu apa yang akan terjadi sama linda, kalau rizal terus terus an perhatian sama linda. Itu pun nyata linda terluka sama fans panatik nya rizal.


Rasa marah dan tidak terima karena adik kecil nya terluka, hingga akhir nya rizal memperingati cewek yang tlah menyakiti adik nya.


"Aku tidak bisa hidup tanpa mu lin", guman rizal.


Hari ini linda harus pulang ke apartemen lagi, tidak usah di asrama. Melihat tangan linda yang bengkak, rizal inisiatif untuk menyuapi linda. Disaat linda bilang bakalan jatuh cinta sama rizal, rizal pun tersenyum.


"Aku pun sama lin, aku jatuh cinta sama kamu", lirih rizal.


Malam ini rizal merasa bahagia karena linda sudah balik lagi ke apartemen nya. Setelah selesai menyuapi linda, rizal ke luar kamar linda.


"Lin istirahat lah", kata rizal.


"Ya kak", jawab linda.


Pagi ini rizal bangun lebih awal hanya untuk membuatkan sarapan nya linda.


"Lin, sarapan sudah siap", teriak rizal.


Linda pun ke luar kamar, kebetulan hari ini weekend jadi lebih santai.


"Sini kakak bantu lin", kata rizal.


"Makasih kak", jawab linda.


Rizal menyuapi linda kembali, setelah selesai baru lah rizal makan sendiri. Rizal menyuci piring dan gelas, linda sudah didepan televisi.


"Kakak diruang baca, kalau ada perlu datang", kata rizal.


"Ya kak", jawab linda.


"Kalau begini terus aku pun jatuh cinta sama kamu lin", gumam rizal.


*****


CERITA LINDA


Aku bosan di depan televisi, akhir nya aku memutuskan untuk bersantai di balkon sambil main ponsel. Tiba-tiba pintu terketuk aku segera membuka kan pintu, ternyata kak cellin datang.


"Kak silahkan masuk", kata ku.


"Kakak mu kemana lin?", tanya cellin.

__ADS_1


"Lagi di ruang baca", jawab ku.


Kak cellin duduk dan aku memanggil kak rizal.


"Permisi kak, ada kak cellin nyariin kakak", kata ku.


Kak rizal bangkit dari duduk nya dan segera ke luar untuk menemui kak cellin, aku menyediakan minuman buat kak cellin.


"Dik sini kakak saja", kata kak rizal menghampiri ku.


Aku di bantu kak rizal untuk membuatkan minuman kak cellin. Kak rizal membawa minuman buat kak cellin, aku ikut duduk di samping kak rizal.


"Lin bagaimana tangan mu?", tanya cellin.


"Mendingan kak", jawab ku.


Kita bertiga terdiam sejenak.


"Kak aku permisi dulu ke kamar", kata ku.


Aku beranjak bangun tapi tangan ku dipegang kak rizal.


"Tolong kakak diam disini, nanti kakak kasih apa aja yang kamu mau", bisik kak rizal.


Aku pun tersenyum dan mengiyakan nya, aku duduk kembali.


"Lah lin gak jadi ke kamar?", tanya cellin.


"Eh anu kak gak jadi, aku mau nonton televisi", jawab ku.


"Zal, kita jalan jalan yu", ajak cellin.


"Gak, adik ku lagi sakit", jawab rizal.


"Tapi kan kata linda sudah mendingan", jawab cellin.


"Kalau kamu mau jalan-jalan ajak yang lain saja", kata rizal.


Semua terdiam membuat ku kaku saja.


"Bagaimana kalau kita bertiga jalan jalan, aku bosan kak dan selama ini kakak juga belum ngajak aku keliling kota", ajak ku.


"Ya sudah siap siap sana", kata rizal.


"Ok kakak ku tersayang", jawab ku.


Aku berlari ke kamar dan ngambil tas, aku pun kembali lagi ke mereka.


"Ayoo aku siap", kata ku sambil tersenyum.


Kita bertiga pergi, aku di belakang karena kak cellin sudah duduk di depan bersama kak rizal. Kita berkeliling kota, disini banyak pedagang dan kuliner an yang enak enak.


Mobil kak rizal terparkir di sebuah taman yang cukup ramai pengunjung nya, aku turun dan ku lihat banyak pedagang. Jiwa kulineran ku meronta ronta ingin sekali makan disana, semua ingin aku beli saja.


"Kak, aku mau itu", kata ku.

__ADS_1


Kak rizal membelikan nya untuk ku, aku mau gulali.


"Nih dik", kata kak rizal.


Aku pegang gulali nya, aku makan samping kanan eh kak rizal memakan samping kiri.


"Manis", kata kak rizal.


Aku tersipu malu, kak cellin melihat adegan itu. Kita pun lanjut berjalan jalan, terakhir kita ke restoran. Aku pesan ayam bakar, kak cellin salad dan kak rizal spageti. Pesanan pun sudah datang, aku mau siap siap makan malah diambil sama kak rizal.


"Sini kakak suapin", kata kak rizal.


"Gak usah kak, aku bisa sendiri", jawab ku.


"Sini aaaaa", kata kak rizal.


Aku pun mengalah, aku di suapin sama kak rizal sampai habis. Setelah habis kak rizal makan punya nya sendiri.


"Kenapa hati ini terasa berbeda, bukan perlakuan sebagai kakak terhadap adik nya tapi ini lebih dari itu", gumam ku dalam hati.


"Zal, kamu tuh kakak paling perhatian sama adik nya", kata kak cellin.


"Tepat nya lebay itu sih kak, padahal aku bisa sendiri", kata ku sambil memanyunkan bibir.


Pletakkk.


"Awww sakit kak kening ku", aku kesakitan.


"Pulang", kata kak rizal.


"Dasar kutub utara", ejek ku.


Pletakkk


"Aduuhhhh kakak punya hobby baru apa", teriak ku.


Kita menuju ke tempat parkiran dimana mobil terparkir disana.


"Kak cellin pulang nya dianter kak rizal aja, tapi anterin aku pulang dulu kak rizal", kata ku.


"Ya, zal nanti anterin linda dulu aja", kata kak cellin.


Rumah kak cellin lewatin apartemen kak rizal.


"Kak stop kak, aku mau pulang duluan", teriak ku.


Kak rizal masih melanjutkan kendaraan nya.


"Dikh kutub utara dia tuli", ejek ku.


Tiba-tiba mobil di rem sangat kencang sehingga aku tersungkur ke jok depan nya kak rizal.


"Kakak gak bisa nyetir apa, kepala ku sakit", kata ku.


Aku lihat di spion kak rizal malah tersenyum, aku memanyunkan bibir. Sampailah di rumah nya kak cellin, rumah bagus sejuk dan bersih. Pasti keluarga terpandang dan terhormat.

__ADS_1


__ADS_2