
Mata pelajaran yang kedua, kita melewati nya dengan baik dan sampai selesai.
"Lin kita ke kantin dulu yu", ajak ai.
"Ok", jawab ku.
"Ya ok", jawab tedy.
Kita bertiga pergi ke kantin dan segera membeli makan siang, aku lihat kak rizal baru datang bersama ke dua teman nya. Pesona kak rizal belum memudar masih saja membuat kantin gaduh dengan kehadiran nya yang membuat kaum hawa histeris.
"Lin, kalau kak mu datang pasti saja kantin itu ramai membicarakan kakak mu", kata tedy.
"Ya lah kakak nya linda kan ferpect", jawab ai.
"Sudah makan yu", ajak ku.
Kini duduk aku dan kak rizal saling berhadapan walaupun meja kita berjauhan 3 meja menghalangi nya. Kak cellin datang dan duduk disamping nya kak rizal, kak rizal malah diam saja biasa nya juga pindah tapi kenapa sekarang menikmati berdekatan sama kak cellin.
Aku masih memantau mereka dengan baik, ku lihat kak cellin merayu kak rizal membuat ku ingin muntah saja.
"Ai, ted, aku duluan ya", kata ku.
"Eh lin mau kemana?", tanya ai.
Aku pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan ai, aku mungkin sedang di bakar api cemburu. Aku putuskan untuk menunggu kak rizal di parkiran, tak lama kak rizal datang.
"Masuk", kata kak rizal.
Aku tidak menjawab dan cuman masuk saja ke dalam mobil, memang dari dulu juga di mobil itu kita cuman diam saja cukup hening.
Sampailah di apartemen, aku meninggalkan kak rizal diparkiran. Aku berlari dan masuk kamar, terkadang kalau sadar aku bertanya kenapa ya. Aku ganti baju dan memutuskan untuk masak saja, biar pikiran ku bisa normal kembali.
"Kamu lagi masak apa?", tanya kak rizal.
Aku gak sadar kalau kak rizal sudah ada di depan ku.
"Yang ada aja kak", jawab ku.
"Kamu sakit dik?", tanya kak rizal.
"Gak", jawab ku.
Mungkin aku sakit hati dan aku kira kak rizal peka, ternyata biasa saja. Masakan sudah siap, kita berdua makan. Aku gak bicara sama kak Rizal, setelah makan aku beres kan semua dan aku kembali ke kamar.
Pagi ini weekend aku sengaja bangun siang karena malas melihat kak rizal, aku berendam lama dan setelah selesai mandi aku ke luar. Sudah ada makanan di meja makan tapi aku tidak melihat kak rizal, mungkin dia sudah pergi. Pintu terbuka yang datang kak rizal sama kak cellin.
"Itu sarapan pagi nya", kata kak rizal cuek.
"Siang lin, baru bangun?", tanya celiin.
"Ya kak, semalam bergadang", jawab ku.
__ADS_1
"Ya tadi pagi aku ke sini bawain sarapan untuk kalian tapi kata rizal, kamu belum bangun", kata cellin.
"Oh ini dari kakak, makasih kak", kata ku.
Ponsel ku berdering ada panggilan masuk dari kak rayn.
"Hallo kak", jawab ku.
"Lagi apa? Jalan yu", ajak kak rayn.
"Habis sarapan, boleh kak aku siap siap dulu", jawab ku.
Ku tutup telpon nya dan langsung ke kamar untuk mengambil tas.
"Kak, aku jalan dulu sama kak rayn. Kak cellin tolong temani kakak ku ya", kata ku.
Aku pergi dan tidak mendengar jawaban dari kak rizal, ternyata kak rayn sudah menunggu ku di depan.
"Lin, kakak mu membolehkan pergi?", tanya kak rayn.
"Ya, kan kak rizal sudah ada yang nemenin kak cellin", jawab ku.
"Ok kita jalan jalan ke taman yu", ajak kak rayn.
Aku sama kak Rayn jalan jalan ke taman dekat apartemen itu, banyak yang jualan aku sama kak rayn satu frekuensi. Kita mencicipi semua jajanan yang ada.
"Kamu doyan makan ya?", tanya kak Rayn.
"Kita cocok lin", jawab rayn.
Aku tersenyum.
"Lin sudah punya pacar?", tanya rayn.
"Belum kak ada apa?", tanya ku.
"Kamu mau gak jadi pacar aku?", tanya rayn.
"Maaf kak, aku lebih ingin berteman saja", jawab ku.
"Ya sudah rupanya aku harus extra berjuang", kata rayn sambil tersenyum.
Aku gak suka sama kak rayn walaupun dia banyak cewek yang suka, aku masih ingin kepastian dari kak rizal. Walaupun ku tahun, tidak ada jalan yang membuat kak rizal bisa suka sama aku. Kak cellin lebih sempurna dan pantas untuk kak rizal.
"Kak pulang yu", ajak ku.
"Ayoo", jawab kak rizal.
Kita berdua kembali ke apartemen, sampai di depan pintu aku masuk. Ku lihat kak cellin sudah pulang, tinggal kak rizal yang lagi nonton film. Aku masuk ke kamar, mandi dan ganti baju.
Tokkk tokk tokk.
__ADS_1
"Sebentar kak", jawab ku.
"Mmm nanti ke depan", kata kak rizal.
Aku membukakan pintu kamar dan ke depan samperin kak rizal.
"Ada apa?", tanya ku.
"Itu anu mmm tadi kamu ke mana?", tanya kak rizal.
"Oh aku habis main ke taman sana, kuliner, asikk sama kak rayn itu. Kita bisa kuliner bareng", jawab ku.
"Terus?", tanya kak rizal.
"Terusssss aku di tembak sama kak rayn, kak rayn suka sama aku", jawab ku.
"Kamu terima dia?", tanya kak rizal.
"Gak, tapi kata kak rayn, dia bakalan berusaha untuk membuat aku jatuh cinta", jawab ku.
Si kutub utara tersenyum, ntah expresi apa yang dia maksud.
"Kak cellin kok sebentar? Aku kan sudah titipin kakak", kata ku.
"Aku gak suka dititipin sama orang", jawab kak rizal.
"Oohh", jawab ku.
Aku nonton film sambil ngemil snack yang ada di meja.
"Kak skripsi nya sudah selesai?", tanya ku.
"Minggu depan sidang nya", jawab kak rizal.
"Semangat ya semoga lancar", kata ku.
"Kalau ada waktu kamu ke sana", kata kak rizal.
"Ya kak", jawab ku.
Kak rizal pergi ke ruang baca, aku beresin sampah makanan ku. Aku juga masak karena sudah lapar, masak bahan yang ada di kulkas. Setelah selesai aku makan, aku tidak mau mengganggu kak rizal jadi aku cuman ngechat dia saja.
"Kak kalau lapar, aku sudah masak tinggal di panasin saja", aku kirim chat ke kak rizal.
"Ok", jawab kak rizal selalu singkat.
Setelah itu aku ke kamar dan belajar, besok ada dosen kiler nama nya pak yudi. Seumuran sama kak rizal, cuek mana pelit nilai lagi. Masalah tampang masih kalah jauh sama kak rizal sih itu menurut ku, tapi pak yudi juga banyak fans nya.
Setelah belajar aku tidur, mata ku sudah mulai redup. Malam hari aku terbangun, perut ku lapar banget. Aku cuman makan roti , eh ada kak rizal turun ke bawah.
"Kamu lagi apa?", tanya kak rizal.
__ADS_1
"Makan, lapar kak", jawab ku.