
Sudah 3X kak rayn menelepon ku tapi gak aku angkat, kak rayn mengirim pesan.
"Nad, sudah tidur ya", pesan dari kak rayn.
Aku gak balas nya karena nanti malah dia telpon aku lagi, tiba tiba dari arah belakang kak Rizal mencium kepala ku.
"Sayang belum tidur?", tanya kak Rizal.
Kak Rizal duduk disamping ku dan sambil merangkul ku.
"Belum kak, kakak sudah selesai?", tanya ku.
"Sudah sayang", jawab kak Rizal .
"Kak ada kak rayn ngirim pesan dan dari tadi nelpon ku", kata ku.
"Terus kamu balas?", tanya Rizal.
Aku menggelengkan kepala .
"Bagus anak baik, kamu itu sudah aku miliki so jangan pernah dekat sama cowo mana pun", kata kak Rizal sambil mencium pipi ku.
"Ya sayang", jawab ku sambil memeluk kak Rizal.
"Ya sudah Bobo yu", ajak kak Rizal.
Kak Rizal menggendong ku ke kamar dan aku ditidurkan nya.
"Selamat malam", kata kak Rizal .
"Malam kak", jawab ku.
Kak Rizal ke luar dari kamar ku, aku langsung tidur karena besok persiapan nikah ku. Besok juga ibu dan keluarga serta adik ku Rifky ke sini.
Hari ini ibu, Rifky dan keluarga sudah datang ke rumah ku. Keluarga dari kak Rizal pun datang, ada mungkin sekitar 20 orang kalau di gabung. Ibu juga gak mengundang semua saudara, nanti saja kalau resepsi.
"Ibu ,aku kangen", kata ku sambil memeluk nya.
"Sama,ibu juga kangen sayang", jawab ibu.
"Kak, aku rindu", kata Rifky.
Rifky ikutan memeluk ku seperti ibu.
"Sama kakak juga", jawab ku.
"Kak, kak Rizal mana?", tanya Rifky.
"Oh iya sayang, nak Rizal mana?", tanya ibu.
Rizal baru turun dari kamar nya.
"Tuh orang nya", jawab ku sambil menunjuk ke arah kak Rizal yang baru turun dari kamar.
"Maaf Bu, aku baru mandi", kata Rizal sambil menyalami ibu.
__ADS_1
"Ya, gak apa apa nak", jawab ibu.
"Kak, gak peluk aku?", manja nya Rifky.
"Dasar", kata Rizal sambil mengacak rambut Rifky.
Aku dan kak Rizal menyalami saudara yang hadir disini, acara nya akan diadakan di hotel jadi setelah ini kita akan berangkat ke hotel.
Sampai di hotel aku tidur berdua bersama ibu dan kak Rizal berdua sama Rifky. Saudara pun tidur di kamar nya masing masing, satu kamar satu keluarga.
"Ibu gak menyangka ,anak ibu sudah mau nikah lagi", kata ibu sambil memeluk ku.
"Ibu, kalau aku nikah sering sering ya main ke tempat ku", kata ku.
"Ya sayang ku, berapa lama lagi kamu lulus nak?", tanya ibu.
"Hmzzz sekitar 1thn lagi Bu, Minggu depan aku magang dan setelah itu persiapan skripsi ", jawab ku.
"Mau magang di mana?", tanya ibu.
"Diperusahaan kak Rizal ,Bu", jawab ku.
"Oh bagus lah biar ada yang jagain", kata ibu.
"Tapi kak Rizal mau berangkat ke Amerika ", jawab ku.
"Kapan?", tanya ibu.
"Lusa Bu", jawab ku.
"Ya Bu", jawab ku sambil memeluk ibu.
"Istirahatlah biar besok fit", kata ibu.
Aku dan ibu istirahat, hati ku gemeteran besok sudah dipersunting kak Rizal itu arti nya aku mau jadi istri.
Pagi hari nya aku dan ibu bangun, kita bergantian mandi.
Tokk tokk tokk
"Masuk ", jawab ku.
"Permisi non, saya yang mau merias pengantin nya", kata cewe itu.
"Oh ya aku sudah siap kalau mau dirias mah", jawab ku.
Aku dirias bak putri raja, ya walaupun ini bukan resepsi cuman sekedar akad tapi sudah wowww bagus. Setelah aku selesai gantian ibu ku dan waktu akad sekitar jam 08.00 wib. Aku ke luar nunggu kak Rizal ijab kobul dan setelah sah aku baru ke luar, di dalam hotel aku bisa menyaksikan langsung prosesi ijabkobul yang dilakukan kak Rizal.
Rasa bahagia dan ingin menangis, sayang nya tidak ada ayah disini. Setelah sah aku ke luar di dampingi ibu dan ai.
"Lin,cantik , selamat ya", bisik ai.
Aku tersenyum, aku memasuki gedung dimana semua orang berkumpul. Ketika aku masuk,semua mata tertuju pada ku membuat ku jadi gemeteran.
Ku lihat sosok suami ku yang tampan menghampiri ku dan menggenggam tangan ku. Membantu aku duduk disebelah nya sambil tersenyum, kita berdua menandatangani semua berkas berkas nya.
__ADS_1
"My wife so beautiful", bisik Rizal.
Aku tersenyum, kak Rizal memasangkan cincin dijari ku dan sebalik nya. Setelah itu sesi foto foto sampai lutut ku pegal dan acara adat semua nya, aku menikmati nya dengan rasa bahagia.
Acara selesai aku dan kak Rizal berjalan berdua menuju ke kamar.
"Sayang ikut aku, kita sudah jadi suami istri jadi aku sudah pesan satu kamar lagi", kata kak Rizal.
"Oh gituh, tadi nya aku mau masuk ke kamar yang bersama ibu", jawab ku.
Kak Rizal menggendong ku secara tiba tiba.
"Kak turunin aku malu", kata ku.
"Jangan panggil kakak dong, mas aja sayang kan sudah jadi suami mu", protes Rizal.
"Oh ya deh, mas tolong turunin aku ", rengek ku.
"Gak, mas gak mau kamu kecapean jalan karena nanti kamu akan memuaskan mas di dalam", jawab Rizal.
Sampai di kamar, aku ditidurkan di ranjang dan Rizal menindih ku di atas.
"Sayang, aku gerah mau mandi", kata ku.
"Hmzz ok", jawab Rizal.
Rizal menggendong ku ke kamar mandi.
"Mas ke luar dulu ya aku mau mandi", pinta ku.
"Sayang mas kan sudah pernah lihat, kenapa kamu masih malu?", tanya Rizal.
"Mmm anu mas, aku malu aja", jawab ku.
"Sini mas bantu bukain baju nya", kata Rizal.
"Mas mau mandi bareng?", tanya ku.
"Menurut mu?", tanya Rizal.
Aku tertunduk malu. Rizal membukakan seluruh baju ku dan tidak ada yang tersisa lagi di badan ku, Rizal pun membukakan semua baju nya. Kita mandi berdua dibawah air shower yang mengalir, sesekali aku dan kak Rizal berciuman. Kak Rizal terkadang memainkan gundukan ku dengan lidah nya, aku merasa geli ketika itu ku dimainkan.
"Sayang sekalian habis ini layani mas ya?", tanya Rizal.
"Hmmm", jawab ku.
Kak Rizal menc**m b***r ku dan aku membalasnya, tangan kak Rizal bermain di daerah sensitif ku. Shower pun dimatikan, kita lanjut bercinta.
"Akkkk zal", teriak ku
Aku merasakan kenikmatan di daerah sensitif ku.
"Sayang terus berdesah dan panggil nama ku", pinta Rizal.
Rizal terus memainkan dengan jari nya di daerah sensitif ku dan lidah nya bermain di gundukan punya ku.
__ADS_1