Mencintai Kakak Tiri

Mencintai Kakak Tiri
kantor menjadi saksi


__ADS_3

Mas Rizal menc**m ku dihadapan kak Andre, kak Andre langsung memalingkan muka nya dan dia keluar dari ruangan.


"Mas ini kantor dan tadi masih ada kak Andre", kata ku.


"Itu hukuman buat istri yang dekat sama cowo lain", jawab Rizal


"Siapa yang dekat cowo lain?", tanya ku.


"Tadi, suami lagi bicara ini enak enak kan bicara berdua sama cowo lain", kata Rizal.


"Oh maksud nya sama pak Rendy", jawab ku sambil tertawa.


"Ya lah, kalau dekat sama cowo lain lagi hukuman akan bertambah", kata Rizal.


"Ok ok bos", jawab ku.


Aku mencium pipi mas Rizal dan aku pergi meninggalkan mas Rizal, aku masuk ke ruangan nya Yuli.


"Mba Linda bisa bantu antarkan ini ke ruangan nya pak Rizal", kata Yuli.


"Oh iya mba", jawab ku.


Aku segera mengambil berkas berkas yang harus di antarkan ke mas Rizal.


Tokk tokk tokk


"Masuk", jawab mas Rizal.


Aku membukakan pintu dan masuk.


"Sayang kenapa ketuk pintu gak masuk aja?", tanya Rizal.


"Aku takut mas lagi ada tamu", jawab ku.


"Di suruh Yuli ya?", tanya Rizal.


"Ya, mungkin mba Yuli sibuk", jawab ku.


"Dia gak sibuk, cuman memberikan waktu agar kita berduaan", jawab Rizal.


Rizal berdiri dan menghampiri ku.


"Mas ini kantor, sudah aku mau balik lagi", kata ku.


"Ok kali ini mas lepaskan", jawab Rizal .


Aku mau balik ke ruangan Yuli, eh tiba tiba ada Ainun masuk tanpa permisi lagi.


"Maaf aku gak tau kalau kalian di dalam", kata Ainun.


"Gak sopan, lain kali ketuk pintu", kata Rizal.


"Ya maaf" , jawab Ainun.


Aku segera pamit dan meninggalkan mereka didalam, untuk kita lagi gak beradegan panas jadi gak malu. Aku langsung mengerjakan tugas yang lain nya.


"Mba Linda lagi sibuk?", tanya Yuli.


"Gak " ,jawab ku.

__ADS_1


"Oh ,mba boleh gak aku jadi teman nya mba Linda. Disini aku gak punya teman", kata Yuli.


"Boleh banget,aku malah ingin jadi teman nya mba Yuli tapi aku takut karena mba Yuli jarang bergaul" , kata ku.


"Ya, aku disini gak punya teman mba", jawab Yuli.


"Ok sekarang kita teman, nanti kita bareng makan dikantin sama teman teman ku juga", kata ku.


"Trimakasih ya", kata Yuli.


Aku tersenyum dan memeluk Yuli.


"Mba Linda hebat punya suami kaya pak Rizal", kata Yuli.


"Ya, semua orang bilang begitu, aku beruntung punya suami kaya mas Rizal", jawab ku sambil tersenyum.


"Dulu banyak loh mba yang ingin dekat sama pak Rizal, tapi pak Rizal cuek banget. Eh sekarang mereka tau kalau pak Rizal sudah punya istri, yah patah hati sedunia ini mah", kata Yuli.


Aku tertawa mendengar nya.


"Ya terkadang aku juga takut mas Rizal diambil orang", kata ku.


"Gak bakalan mba, pak Rizal itu cuek mana mungkin dia dekat dan mau selingkuh dari mba", kata Yuli.


"Ya semoga aja", jawab ku.


Istirahat kita bareng ke kantin, eh ada Andre yang nyariin aku.


"Non, itu ditunggu bos", kata Andre


"Tolong bilangin nanti setelah makan", jawab ku.


"Aku mau disini sama teman teman bilangin sana", kata ku.


"Baik non", jawab Andre


Andre segera pergi meninggalkan kita yang lagi makan.


"Lin, gak kesana aja nanti suami mu marah", kata ai.


"Gak, biarin aja aku ingin makan sama kalian disini", jawab ku.


"Dasar istri bos bebas", ledek Tedy.


Aku tertawa, setelah selesai kita segera masuk kembali ke ruangan. Ada telpon dan yang mengangkat nya itu Yuli.


"Lin, kata pak Rizal tolong bawa ini ke ruangan nya", kata Yuli.


"Huhh pasti akal akal an kalian ya", kata ku.


Yuli tertawa.


"Yul, kamu aja sana", kata ku.


"Gak mau, sudah mah tadi kamu istirahat sama kita dan sekarang kamu yang disuruh dan malah aku yang datang, bisa bisa aku yang dipecat", kata Yuli.


Aku dan Yuli kini berteman baik dan semakin akrab saja, seperti aku sama ai teman baik. Aku pergi keruangan nya kak Rizal.


Tokk tokk tokk

__ADS_1


Sudah tiga kali aku mengetuk pintu nya tapi tidak ada jawaban, aku masuk dan membukakan pintu. Eh aku dikagetkan sama mas Rizal, bibir ku langsung dicium nya.


"Mas apa apa an sih", kata ku.


"Itu hukuman nya", kata Rizal.


"Sayang, aku gak selingkuh cuman ingin makan bareng teman saja", kata ku.


"Nanti dirumah ada yang lebih lagi hukuman nya", kata Rizal.


"Huhfff punya suami senang banget hukum istrinya", keluh ku.


"Aku rindu dan gak mau jauh dari kamu sayang", kata Rizal.


Rizal memeluk ku dari belakang.


"Ya nanti dirumah bisa lebih kan", kata ku.


"Awas ya harus lebih", kata Rizal.


"Gak diancam juga pasti lebih", jawab ku.


Bibir ku di bungkam kembali sama bibir Rizal, aku melepaskan nya.


"Sudah akhh aku pergi ya sayang", kata ku.


Aku pergi dari ruangan nya kak Ilham, aku kembali dan Yuli berekspresi meledek ku.


"Wah habis dihukum kayak nya sama suami", ledek Yuli.


"Dikh dasar sama teman gak mau bantu", kata ku.


"Kalau masalah rumah tangga,aku gak mau lah", jawab Yuli.


"Sudah akh aku malu", kata ku.


"So sweet banget ya, pak rizal bisa cuek sama orang lain tapi sama istrinya bucin banget", ledek Yuli.


"Sudah gak usah diperpanjang", kata ku.


Aku dan Yuli kembali lagi bekerja sampai akhirnya selesai dan kita pun pulang, aku pulang sama mas Rizal diantar kak Andre naik mobil. Sampai diapartemen aku dan mas Rizal masuk, mas Rizal mandi sedangkan aku masak untuk makan malam.


Setelah selesai aku masuk ke kamar dan mandi, mas Rizal menunggu ku di ruang makan. Kita makan bersama dan setelah itu aku membereskan nya, mas Rizal menunggu ku di depan televisi.


"Sayang sudah beres", kata Rizal.


"Sudah sayang", jawab ku.


Aku duduk disamping nya Rizal sambil menyender di dada nya yang bidang,aku dipeluk sama Rizal.


"Sayang, sudah isi belum junior bos disini", kata Rizal.


"Kaya nya belum mas", jawab ku.


"Hmmm kalau gituh, sekarang kita produksi lagi", ajak Rizal.


Belum aku jawab bibir ku sudah dic**Bu sama rizal, memang cepat sekali Rizal membuat ku bergairah dan mendesah. Tangan nya sudah membukakan baju ku dan masuk serta main di gundukkan punya ku, aku pun membalas nya dan menikmatinya.


"Sayang kita lanjut di atas ya", ajak Rizal.

__ADS_1


"Ya sayang, aku mau lebih dari ini", jawab ku.


__ADS_2