Mencintai Kakak Tiri

Mencintai Kakak Tiri
Dosen kakak ku


__ADS_3

Aku masuk ke dalam mobil kak rizal, kak rizal mulai mengemudikan mobil nya. Sampailah di parkiran kampus, aku dan kak rizal ke luar. Eh ada cewek cantik yang nyapa kak rizal.


"Pagi zal", sapa cewek itu.


"Hmzz", jawab rizal.


"Ini siapa zal?", tanya cewek itu.


"Perkenalkan aku linda, adik nya kak rizal", jawab ku.


"Oh kamu punya adik, perkenalkan aku cewek nya kakak mu, cellin", jawab cewek itu.


"Apa sih kamu bilang gituh", kak rizal ngomel.


"Aku ke kelas dulu ya kak", kata ku.


Aku meninggalkan mereka.


"Dik, nanti pulang bareng lagi", teriak kak rizal.


Aku tersenyum dari kejauhan.


"Sial dia punya cewek", umpat ku.


"Dorr ngapain pagi pagi ngedumel", ai dan tedy mengagetkan aku.


"Gak, masuk yu", ajak ku.


Kita bertiga masuk kelas, hari ini pertama kali kita masuk. Kita pun memutuskan untuk satu meja bertiga, kita tidak bisa dipisahkan.


"Lin, lu tahu hari ini katanya dosen nya cakep tapi sayang dingin dan cuek", kata ai.


"Lu sih pagi-pagi sudah denger gosip, yang cakep itu gue", kata tedy.


"Sudah sebentar lagi dosen nya masuk", aku melerai adu omong mereka berdua.


Ternyata dosen yang masuk itu kak rizal, memang dia tampan mempesona tapi cuek dan sikap dingin nya itu loh.


"Lin, itu kak rizal. Kakak lu kan?", bisik ai.


"Ya, itu kak rizal", jawab ku.


"Lu gak tau hari ini dosen nya kakak lu lin?", tanya tedy.


"Gak, lu tau kan kak rizal irit bicara. Ya sudah lah dengarkan saja", jawab ku.


Kak rizal menerangkan materi nya, aduh hati ini berdegu kencang. Dia tampan Mr. Perfect buat ku, seandai nya aku bukan adik tiri nya. Aku mau bersaing sama kak cellin yang waktu pagi tadi.


Setelah pelajaran disampaikan aku dan teman teman pergi ke kantin, masih ada satu mata kuliah lagi hari ini.


"Lin kakak mu sudah punya cewek belum?", tanya ai.


"Sudah, tadi pagi aku melihat nya", jawab ku.


"Cantik gak?", tanya ai.

__ADS_1


"Cantik, manis dan perfect lah", jawab ku agak kesal.


"Eh gue ke taman dulu ya, ada yang mau ketemu gue", kata tedy.


"Si playboy mulai beraksi", kata ai.


Aku tertawa saja.


"Aku ke perpustakaan mau ikut gak?", ajak ku ke ai.


"Nanti aku nyusul, aku mau ke toilet dulu", jawab ai.


Aku pergi keperpustakaan, aku mencari buku dan duduk di bangku yang kosong. Tiba-tiba kak cellin datang menghampiri ku.


"Hai lin", sapa kak cellin.


"Hai kak", jawab ku.


"Kakak boleh duduk disini?", tanya kak cellin.


"Boleh duduk aja", jawab ku.


"Kak mau nanya, setau kakak adik nya rizal itu cowok dan cuman 1",tanya kak cellin.


Ternyata kak cellin sudah lama mengenal kak rizal, sampai tau adik nya juga.


"Oh iya adik rifky nama nya, jadi gini kak. Ayah rahmat menikah sama ibu ku, jadilah aku adik nya kak rizal", jawab ku.


"Oh gituh, sekarang kamu tinggal di asrama?", tanya kak cellin.


"Aku inginnya begituh, tapi ayah sama ibu tidak mengijinkan ku. Aku tinggal bersama kak rizal di apartemen", jawab ku.


"Ya, terkadang aku jenuh karena kak rizal orang nya cuek gak bisa diajak ngomong. Kak cellin sering sering dong main ke apartemen nya kak rizal agar aku punya teman", jawab ku.


"Ya, nanti kakak sering main ke sana, ya sudah kakak tinggal dulu ya", kata kak cellin.


Kak cellin meninggalkan ku, datang lah ai yang dari tadi lama banget ke toilet.


"Lama banget sih", kata ku.


"Lin tadi siapa?", tanya ai.


"Oh itu pacar nya kak rizal nama nya kak cellin", jawab ku.


"Waw serasi ya pasangan perfect", kata ai.


"Sudah belajar masih ada waktu 15 menit lagi", jawab ku.


Tidak terasa kita berdua menghabiskan waktu di perpustakaan, kita pun kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.


Setelah selesai aku ke luar sama tedy dan ai.


"Gue duluan ya takut kak rizal nunggu", kata ku.


"Ok hati hati", jawab tedy.

__ADS_1


Aku meninggalkan mereka dan menuju parkiran mobil, ternyata kak rizal sudah menunggu ku.


"Maaf kak lama", kata ku.


"Masuk lah", jawab kak rizal.


Aku masuk dan masih dengan suasana cuek dan dingin nya sikap kak rizal itu. Sampai di apartemen, aku dan kak rizal masuk.


"Kak mau makan sama apa?", tanya ku.


"Terserah", jawab kak rizal.


Aku melihat ke dapur dan ternyata di kulkas penuh stok bahan makanan, aku bikin omlet dan cumi asam manis. Setelah selesai aku naik ke atas dan memanggil kak rizal.


"Kak makanan sudah siap", kata ku.


"Ya dik nanti ke bawah", jawab kak rizal.


Aku menaruh tas dulu ke kamar dan langsung menuju meja makan, kak rizal pun sudah ada di sana. Kita mulai memakan nya, eh kak rizal sangat menikmati nya.


"Kamu pintar juga memasak", kata kak rizal.


" Ibu yang ngajarin", jawab ku.


Setelah selesai aku mau beresin piring yang tadi bekas makan.


"Biar kakak aja, kamu cepat mandi", kata kak rizal.


"Ya sudah makasih kak", jawab ku.


Aku bergegas ke kamar dan langsung mandi, setelah selesai aku ke luar dan nonton televisi. Kak rizal turun dari kamar nya ke arah dapur.


"Dik jangan larut malam, besok kuliah", kata kak rizal.


"Ya kak", jawab ku.


Kak rizal cuman ngambil minum dan dia langsung ke atas lagi, aku pun sudah mengantuk. Aku pergi ke kamar dan tidur.


Pagi ini aku bangun, mandi dan masak nasi goreng telur mata sapi. Setelah selesai aku mau panggil kak rizal, tapi kak rizal ke buru turun.


"Nih kak nasi goreng telur mata sapi", kata ku.


Kak rizal makan sampai habis.


"Dik hari ini kakak ada mata kuliah jadi kalau kakak terlambat, kamu bisa ke asrama dulu. Nanti kalau selesai kakak jemput", kata kak rizal.


"Oh iya kak", jawab ku.


Setelah selesai aku cuci piring bekas sarapan dulu dan ke kamar ngambil tas, lalu ke luar untuk berangkat kuliah. Seperti biasa tidak ada suara atau kata yang terucap selama perjalanan ke kampus, sampai lah di parkiran kampus.


Aku dan kak rizal ke luar dari mobil, kak rizal jalan meninggalkan ku. Aku pun masuk ke kelas, ai dan tedy sudah ada dikelas.


"Ai, kak rizal kaya nya bakalan telat. Bagaimana kalau kita bertiga jalan jalan", kata ku.


"Nongkrong di cafe depan kampus saja", kata tedy.

__ADS_1


"Oh iya seru tuh, ok gak?", tanya ai.


"Ok deh", jawab ku.


__ADS_2