Mendadak Gangster

Mendadak Gangster
Buaya Jantan


__ADS_3

“Semenjak kehadiran Nona, tuan Noah juga sering bermalam di mansion ini padahal dulu sangat jarang tuan Noah bermalam, dia biasa menghabiskan waktunya di markasnya!“


Perkataan Sarah itu terus terngiang di kepala Violet, sampai menjelang dini hari tapi mata Violet tidak mau terpejam.


Dia melirik sisi ranjang kosong di sampingnya, biasanya Violet akan melihat Noah yang tertidur dengan gelisah dan dia akan mengulurkan jari telunjuknya supaya lelaki itu tenang.


“Ish, kenapa aku harus memikirkan monster itu!“ gerutu Violet dengan gusar. “Ya, iyalah dia sering bermalam di sini karena ingin menyiksaku dengan permainannya itu!“


Violet mengingat bagaimana Noah yang buas saat menidurinya secara paksa.


Keesokan harinya, Violet bisa keluar kamar dan bisa berkeliling mansion besar Noah. Gadis itu melakukan apapun yang dia mau. Violet ingin berenang karena sudah lama tidak melakukannya.


Setelah itu, dia ke perpustakaan pribadi Noah dan menghabiskan waktunya untuk membaca buku. Violet juga memasak sendiri makanannya yang dibantu beberapa pelayan.


Tapi saat malam tiba, dia merasa kesunyian. Sebelum ditawan oleh Noah, Violet sudah terbiasa hidup sendiri tapi yang dialaminya kali ini berbeda, ada perasaan asing yang Violet tidak mengerti.


“All is well. All is well.“


Violet terus membaca mantra yang selama ini dia gunakan saat merasa tidak baik-baik saja.


Hingga hari itu, Ruzel datang ke mansion dan meminta Violet ikut bersamanya.

__ADS_1


“Kita mau kemana?“ tanya Violet takut kalau Noah gelap mata dan ingin menghabisinya.


“Tenang saja, Vio. Kau tidak akan mati!“ bujuk Ruzel membawa Violet ke taman belakang di mana ada landasan heliped di sana.


Sebuah helicopter sudah menunggu membuat Violet tambah kebingungan. Karena cuma ada dua kemungkinan sekarang, mati atau dia dibebaskan.


“Apa aku akan bebas?“ tanya Violet sebelum naik ke helicopter tersebut.


Tapi Ruzel sama saja seperti Noah yang tidak mau menjawab pertanyaannya. Sampai akhirnya helicopter itu terbang menuju sebuah pulau terpencil yang disebut Pulau Biru.



“Ayo turun!“ ajak Ruzel saat helicopter sudah mendarat.


Violet turun dan matanya masih menatap kagum pulau itu. Sampai rasa takut mulai menderanya karena saat ini dia berhubungan dengan mafia.


“Apa aku akan dijadikan santapan buaya?“ tanya Violet cemas.


Ruzel hanya bisa mengulum senyumnya karena sedari tadi Violet terus berimajinasi di kepalanya dan menanyakan hal-hal yang tidak masuk akal.


“Ya, buaya jantan sudah menunggumu!“ jawab Ruzel dengan melirik anak buahnya.

__ADS_1


Violet menggelengkan kepalanya dan mencoba berlari tapi dia langsung ditangkap oleh dua pria berbadan besar.


“Tolong! Dagingku rasanya tidak enak!“ ronta Violet yang ditarik paksa masuk ke sebuah bangunan rumah besar di pulau itu.


“Lepaskan aku, kumohon!“ pinta Violet mengiba.


Sampai dirinya dipaksa masuk ke salah satu kamar di mana buaya jantan menunggunya.


Noah meminta Ruzel membawa Violet ke pulau pribadi keluarga Brown karena saat ini Noah tengah mengunjungi ayah angkatnya, Wilson. Noah teringat gadis itu pernah meminta dirinya melakukan permainan truth or dare. Sepertinya menarik karena Noah ingin tahu seperti apa keluarga Violet.


Noah merasa keluarga Violet tidak peduli pada anak perempuan mereka. Dan itu membuat Noah penasaran.


“Sepertinya kau sangat bahagia beberapa hari ini tidak bertemu denganku!“ ucap Noah saat Violet sudah masuk ke kamar.


“No__ Noah!“ panggil Violet terbata. “Jadi kau buaya jantan itu?“


“Sebenarnya berapa julukan yang kau sematkan padaku!“ ucap Noah berjalan mendekati Violet.


Tanpa basa-basi Noah langsung mencium Violet dengan penuh gairah. Noah membimbing Violet menuju ranjang tanpa melepas ciumannya. Lelaki itu mengangkat tubuh Violet untuk duduk di atas perutnya.


“Sekarang puaskan aku!“ ucap Noah dengan menggeram.

__ADS_1


__ADS_2