
Violet sangat yakin saat ini Noah memakai rompi anti peluru, gadis itu sering melihat Noah memakai rompi anti peluru saat dia masih menjadi tawanan lelaki itu.
Tapi matanya membulat saat melihat darah mengalir dari dada Noah. Apa Noah benar-benar mati?
"Hahaha!" gelak tawa Vector terdengar di indera pendengaran semua yang ada di atap gedung itu.
Begitu juga di pendengaran sepasang suami istri Wilson dan Yara yang bergeming di tempatnya.
"Bagus, Vio!" ujar Vector dengan menepuk bahu gadis itu.
Vector memberi instruksi anak buahnya supaya mencekal Wilson dan Yara karena dia akan membawa keduanya pada Raul.
Sama seperti Noah, Wilson dan Yara mengikuti permainan Vector seperti apa. Tanpa perlawanan mereka diseret oleh beberapa anak buah dari The Golden Circle.
Sementara Violet hanya bisa membisu kedua orangtuanya dibawa menaiki helikopter dan pergi dari atap gedung itu. Setelah melihat helikopter menjauh atensinya kembali melihat Noah yang terkapar dengan bersimbah darah.
"Biarkan mayat si cupu itu dibuang ke lautan dan jadi santapan ikan hiu di sana!" ucap Vector dengan menendangkan satu kakinya ke raga itu. Dia begitu puas melihat Noah yang dipikirannya merenggang nyawa.
__ADS_1
"Sekarang apa aku bisa bebas?" tanya Violet menagih janji.
"Setelah kau menjadi anggota The Golden Circle, kau tidak mempunyai kebebasan, Vio. Kecuali kematian!" balas Vector dengan tersenyum smirk.
Violet mendekati Vector dan menampar salah satu pipi lelaki itu dengan sekuat tenaga. "Sialan, kau menipuku!"
"Aku tidak menipumu! Sekarang, kembalilah ke markas karena aku harus mengurus kembalinya kekuasaanku bersama Lius!" usir Vector dengan melirik anak buahnya dan memberi kode untuk membawa Violet pergi.
Sebelum Violet pergi, dia mendekat dulu pada raga Noah dan berjongkok di sana. Tangannya terulur mendaratkan jari telunjuknya di antara kedua alis Noah seperti yang biasa dia lakukan.
"Sekarang tidurmu pasti tidak akan gelisah lagi!" batin Violet.
Saat Violet akan berdiri, disitulah Noah mencekal tangannya membuat Violet membelakkan mata. Violet menahan jeritannya dan melirik Vector yang tampak berbicara serius dengan bawahannya.
Noah memberi kode melalui matanya tapi Violet tidak mengerti apa itu. Rupanya Noah melirik pistol yang ada di tangannya. Violet perlahan memberikan pistol itu pada Noah dengan mata terus melirik ke arah Vector.
"Ayo, Vio!" tiba-tiba suara itu terdengar yang membuat Violet langsung berdiri.
__ADS_1
"Kau tidak perlu menangisi si cupu itu sekarang kembalilah ke markas!" ucap Vector dengan nada perintah.
Violet hanya bisa mengangguk patuh, kakinya dengan pelan berjalan tapi sedetik kemudian dia berlari bertepatan dengan Noah yang bangkit dan langsung menembak semua bawahan Vector yang ada.
Dor!
Dor!
Dor!
Noah menembak tepat di kepala membuat lautan mayat dalam waktu sekejap menyisakan Vector di sana.
"Fu*ck!" umpat Vector melihat anak buahnya tumbang.
"Lius cepat naik ke atap!" perintahnya melalui earphone.
Atensinya mencari Violet karena gadis itu menjadi senjata paling ampuh untuk membungkam pergerakan Noah.
__ADS_1
Tapi Noah tentu saja tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Noah membuang pistol yang ada ditangannya karena pelurunya sudah habis.
"Hadapi aku secara jantan!" tantang Noah kemudian.