
“Milikku?“ batin Violet saat mendengar kalimat dari Noah. “Sejak kapan?“ Violet menggerutu dalam hatinya.
“Ehem!“ Yara berdehem melihat suasana yang memanas. “Tidak ada provokasi, ancaman atau senjata di meja makanku!“
Yara bersikap tegas pada kedua anaknya yang selalu bersiteru.
“Dengarkan mommy kalian!“ timpal Wilson kemudian yang membuat Noah menarik tangan Violet untuk duduk di sampingnya.
Sementara Jonas mengambil tempat duduk yang berhadapan dengan Violet supaya bisa memandangi wajah cantik model itu. Bahkan dengan nakalnya kaki Jonas meraba kaki Violet di bawah meja.
Bug!
Satu tendangan kuat Noah layangkan karena kaki Jonas yang salah sasaran mengenai kakinya.
“Selanjutnya aku akan memotong kakimu jika kau melakukan itu lagi!“ ancam Noah dengan menekankan setiap katanya supaya Jonas mengerti jika dia tidak main-main.
“Ehem!“
Yara kembali berdehem membuat suasana di meja makan itu kembali kondusif. Tapi tidak dengan Violet yang semakin tidak nyaman dengan tatapan Jonas padanya.
Tangan Violet meremas paha Noah seolah meminta perlindungan pada lelaki itu dan tanpa dia duga, Noah menggenggam tangannya tanpa menoleh padanya.
*****
Selesai makan malam, Noah dengan cepat membawa Violet pergi dari meja makan atau lebih tepatnya menjauhkan Violet dari Jonas yang gila.
Noah membawa Violet menyusuri pantai di malam hari, Violet tampak kesenangan sampai membuka alas kakinya dan bermain dengan pasir dan air di pantai itu.
__ADS_1
“Noah!“ panggil Violet mengulurkan satu tangannya.
Sebenarnya Noah tidak mengerti apa maksud Violet tapi lelaki itu menyambut tangan Violet yang langsung ditarik oleh gadis itu.
Ternyata Violet mengajaknya berdansa di pinggir pantai.
So come on, let's go
Let's go below zero and hide from the sun
I love you forever where we'll have some fun
Violet bergumam sendiri dengan memaju mundurkan tubuhnya lalu memutar badannya.
“Mungkin hanya kau satu-satunya wanita yang sangat senang saat ditawan!“ tegur Noah dengan nada arogannya seperti biasa.
“Yah, kau memang wanita baja!“ cibir Noah.
Violet mendudukkan diri dipasir pantai diikuti oleh Noah di sampingnya.
“Jadi kita mulai permainan truth or dare sekarang. Seharusnya ada botol dan juga minuman untuk hukuman!“ ucap Violet mulai membuka suara.
“Kita tidak butuh hal seperti itu, cukup kita permudah saja. Saat aku tidak mau menjawab pertanyaanmu aku akan mencium bibirmu habis-habisan dan jika kau yang tidak mau menjawab pertanyaanku aku akan mencium bibirmu sampai bengkak!“ jelas Noah lambat-lambat.
“Kok semuanya gak enak di aku, ya?“ protes Violet.
“Tidak ada negoisasi dan tidak ada bantahan!“ Noah mulai menggeram seperti biasa membuat Violet tak berkutik.
__ADS_1
“Baiklah, kenapa kau bisa membenci kak Vector?“ tanya Violet tanpa basa-basi lagi.
“Karena dia membuat masa depanku hancur!“ jawab Noah dengan menceritakan kejadian waktu dia masih satu sekolah dengan Vector.
Tentu saja membuat Violet terkejut, dia tidak menyangka kakaknya akan bertindak demikian kejam pada Noah.
“Jadi kau tidak ingin hidup menjadi mafia seperti ini?“ tanya Violet lagi.
“Aku sudah menerima hidupku yang sekarang tapi aku tidak akan pernah memaafkan Vector!“ jawab Noah lantang. Lalu dia menatap Violet tajam. “Katakan, bagaimana hidup yang kau jalani? kenapa keluargamu tidak peduli padamu?“
“Aku kira orangtuamu akan berlutut dan memohon padaku begitu juga dengan Vector. Tapi keluargamu benar-benar menjunjung egonya,“
“Bahkan saat aku bilang, aku memperkosamu!“
Violet meremas ujung gaun yang dia pakai. “Itulah keluargaku!“ ucap Violet dengan bibir bergetar.
“Sejak kecil orangtuaku begitu sibuk. Aku dan kak Vector dibesarkan oleh pengasuh. Kau pikir menjadi anak orang kaya itu enak? Tidak Noah, kami kesepian!“
“Aku ingin merasakan bagaimana saat seorang ayah melindungi putri mereka, bagaimana saat seorang ibu memberikan pelukan hangatnya ketika putri mereka sedang tidak baik-baik saja. Itu semua tidak aku dapatkan dari mereka, mungkin itu sebabnya kak Vector menjadi pria angkuh supaya dia bisa tidak dipandang sebelah mata. Atas nama kak Vector, aku minta maaf padamu, Noah!“
Violet menatap Noah dengan lekat. “Aku selama ini juga sama rapuhnya sepertimu tapi aku selalu berusaha menjalani semuanya dengan kuat. Karena dunia terus berjalan tidak peduli kau marah, sedih dan terpuruk!“
“Apa kau bahagia saat berhasil menghancurkan keluargaku, Noah?“ tanya Violet menuntut.
Noah tidak menjawab tapi lelaki itu menarik pinggang Violet dan mencium bibirnya yang menggoda. Bukan ciuman penuh nafsu dan gairah seperti biasanya tapi ciuman lembut sampai Violet terbuai untuk membalas dan memejamkan matanya.
Tanpa mereka sadari, sedari tadi Jonas mengamati keduanya dari kejauhan.
__ADS_1
“Vio, Vio, Vio__ kau akan menjadi milikku!“ gumamnya dengan menyeringai lebar.