Mendadak Gangster

Mendadak Gangster
Obsesi


__ADS_3

Prang!


Vector membanting gelas di ruangannya. Dia sangat frustasi karena tidak bisa membujuk dewan direksi untuk memihak padanya. Segala upaya sudah dia lakukan untuk membalik keadaan tapi gagal, Noah benar-benar sudah mempersiapkan semuanya dengan matang.


“Bos, rapat pemegang saham akan dimulai,“ lapor Lius.


Vector merapikan penampilannya sejenak, lalu pergi ke ruangan rapat.


Dengan dukungan dari dewan direksi kini perbandingan kedudukan antara Noah dan Vector 70/30. Tentu saja dengan mudah, Noah bisa melengserkan kedudukan CEO Vector dari perusahaan tersebut.


“Hari ini jabatanmu, setelah itu bersiaplah saham dan perusahaanmu akan jadi milikku!“ bisik Noah kemenangan melewati Vector saat rapat selesai.


Vector yang menyembunyikan senjata dari balik jasnya dengan membabi buta mengeluarkan pistolnya dan menembak punggung Noah tanpa ragu.


Dor! Dor!


Dua tembakan tepat mengenai punggung Noah membuat lelaki itu bergeming dari tempatnya.


Sepertinya Vector lupa berhadapan dengan siapa, mafia sekelas Noah tentu akan memakai rompi anti peluru di mana pun dia pergi.


Noah membalik badannya dengan santai, dia terkekeh melihat Vector yang tampak kebingungan.


“Biar aku tunjukkan cara menembak dengan benar!“ ucapnya menyeringai.


Noah mengeluarkan senjata berteknologi tinggi miliknya, tanpa berkedip Noah membidik dinding kaca di ruangan rapat tersebut.

__ADS_1


Tembakan itu mengeluarkan peluru yang menempel di dinding kaca dan sedetik kemudian....


Duar! Duar!


Peluru itu meledak sampai pecahan kaca beterbangan di ruangan itu.


Lius dengan sigap memeluk Vector dari belakang supaya bosnya tidak terkena pecahan kaca tersebut dan dirinya yang jadi tamengnya.


“Lius!“ teriak Vector yang melihat punggung asistennya terkena pecahan kaca.


Noah yang melihat itu tersenyum sinis. “Ternyata orangmu sangat setia!“


“Kenalkan senjata baruku namanya micro bom. Daya ledaknya sangat dahsyat, bukan? Bayangkan jika aku menembaknya di tubuhmu pasti__ Buh!“


Vector tidak mau menanggapi Noah yang gila itu, sekarang dia fokus untuk membawa Lius ke rumah sakit.


“Lain kali jangan menggunakan senjata sembarangan! Yang repot bukan kau tapi aku!“ kesal Ruzel yang selalu kena getah karena perbuatan Noah.


Sampai Ruzel mengingat sesuatu. “Ada laporan, semalam salah satu anak buah kita dihajar sampai hampir mati oleh Jonas!“


“Dimana dia sekarang?“ tanya Noah gusar.


“Dokter Antonio sudah menanganinya!“ jawab Ruzel.


“Apa yang dia rencanakan kali ini?“ gumam Noah sampai dia teringat Violet.

__ADS_1


“Kita harus kembali ke Pulau Biru!“


Noah beranjak ingin pergi dari kantor tapi ditahan oleh Ruzel.


“Kau pemimpin perusahaan ini sekarang! Kau tidak bisa bertindak sesuka hatimu!“ ucap Ruzel memberi peringatan.


*****


“Tidak!“ tolak Violet pada Jonas karena gadis itu tahu kalau semuanya pasti tidak akan gratis.


“Jadi, kau lebih memilih melayani, Noah?“ cibir Jonas kemudian.


Plak!


Satu tamparan melayang ke pipi Jonas.


“Jaga bicaramu, kita tidak saling mengenal!“ ucap Violet penuh emosi.


Jonas terkekeh dengan menyentuh pipinya yang terkena tamparan Violet.


“Aku sangat mengenalmu, Vio. Aku pengagum mu selama ini! Bahkan setiap malam aku membayangkan kau ada di pelukanku!“ ucap Jonas yang terobsesi pada Violet.


Dia mencoba memeluk Violet tapi gadis itu langsung menendang kuat banana Jonas dan mencoba lari untuk menjauhi lelaki tidak tahu malu itu.


Tapi langkah Violet terhenti karena rambutnya dijambak dari belakang.

__ADS_1


“Kau tidak akan bisa lari dariku, Vio!“ ucap Jonas yang hilang kesabaran.


__ADS_2