
Noah berada di sebuah kapal pesiar di mana pimpinan The Hunter bernama Jack berada. Jack sudah tahu akan kedatangan bos mafia penguasa pasar gelap itu, Jack dan Noah beberapa kali terlibat kerjasama. Noah akui memang informasi yang selalu dijual oleh The Hunter 99 persen akurat.
“Noah Brown! sudah lama kita tidak bertemu,“ seru Jack menyambut kedatangan Noah bersama anak buahnya.
Mereka berada di atap kapal tepatnya di swimming poll karena Jack mengadakan pesta di mana banyak wanita bayaran memakai bikini di sana.
Saat salah satu wanita itu mendekati Noah, lelaki itu langsung mengibaskan tangannya. Dia tidak mau wanita itu menjamah tubuhnya.
“Wow! Kau menolak barang bagus, Dude!“ tegur Jack karena wanita yang ditolak Noah, dia datangkan dari belahan negara lain.
“Aku tidak ingin basa-basi, Jack!“ ucap Noah, tegas.
Menyadari jika Noah datang untuk hal penting, Jack meminta anak buahnya untuk membubarkan pesta. Karena semua informasi dari klien tidak boleh ada yang bocor.
Kini hanya tertinggal Jack dan Noah yang saling duduk berhadapan dengan meja kecil ditengah mereka. Anak buah mereka menjaga jarak yang cukup jauh supaya tidak mendengar perbincangan penting dari kedua bosnya.
__ADS_1
“Well, apa masalahnya kali ini?“ tanya Jack, to the point.
Jack menuangkan wine di gelas kosong Noah. “Ini wine aku dapatkan dari pelelangan, wine Shipwrecked Heidsieck!“
“Aku mengeluarkan uangku cukup banyak hanya untuk sebotol wine!“ pungkasnya.
“Aku akan memberi imbalan dua kali lipat dari sebelumnya kalau kau bisa memberikan informasi yang aku minta!“ ucap Noah dengan menyesap wine yang diberikan Jack. “Damn it, this is the best drink!“
Jack terkekeh. “Yah, asal uangnya cukup untuk aku bisa membeli wine berkelas lainnya!“
“James Bill, Megan Bill, Violet Bill, Vector Bill. Keempat orang itu, aku ingin informasi mengenai mereka!“ perintah Noah.
“Cih, dasar pemeras!“ decih Noah yang tidak suka dengan orang licik seperti Jack.
“Kau tahu cara mainku, Noah! Kau akan mendapat informasi mengenai mereka dalam seminggu! Dan aku ingin uang cash, pastikan kau menyiapkan semuanya!“ jelas Jack.
*****
__ADS_1
Karena Violet setuju untuk tinggal di pedesaan, Vector membawa adiknya itu ke sebuah desa yang jauh dari kota, di sana Vector membeli sebuah rumah kecil untuk tempat tinggal Violet.
“Jangan berharap kemewahan seperti yang kau dapatkan selama ini, Vio!“ ucap Vector sambil menarik koper adiknya memasuki rumah yang sudah dibelinya.
“Aku suka suasananya, tidak masalah hidup seadanya. Aku sudah mendapat pelajaran miskin sebelumnya!“ sahut Violet yang lagi-lagi teringat Noah.
“Pelajaran miskin?“ tanya Vector penuh selidik.
“Lupakan, Kak!“ sela Violet tidak ingin kakaknya tahu pelajaran anti mainstream dari Noah. “Apa memang kakak benar-benar bangkrut?“
“Kau pikir apa? si cupu itu sekarang menggeser kursiku! Lihatlah, sebentar lagi aku pasti akan merebutnya kembali!“ Vector bertekad dalam dirinya.
Violet duduk di sofa rumah tersebut, menyenderkan punggungnya dengan nyaman dibantalan sofa.
“Bagaimana kalau kakak merelakan semuanya, kita mulai hidup baru kita di sini?“ ajak Violet yang ingin semuanya berakhir dan tidak berlarut-larut lagi.
__ADS_1
Jujur, Violet sangat bingung harus dipihak siapa. Di satu sisi dia tidak membenarkan kakaknya yang sempat membuat hidup Noah hancur, di satu sisi Violet juga tidak setuju dengan tindakan Noah yang ingin menghancurkan keluarganya.
“Jangan ikut campur, Vio!“ ucap Vector memberi peringatan. “Karena kau menjadi pion di sini!“