
Vector sudah dilatih sebelumnya oleh Raul jadi dia tidak takut untuk menghadapi Noah dengan tangan kosong. Dia membuang senjatanya dan juga membuang jaket yang dia kenakan.
Tanpa aba-aba lelaki itu langsung menyerang Noah yang sudah siap menyambut pukulan pertamanya dengan menahan tinju Vector dengan satu tangannya.
"Aku akan pastikan kau mati hari ini!" geram Vector.
Noah tersenyum miring, dia membalas tatapan tajam Vector yang membuat kedua lelaki itu adu pelototan.
Tidak mau membuang banyak waktu, Noah mendorong tubuh Vector. Setelahnya kembali membalas dengan memukul betis dan perut Vector sekaligus.
Vector terduduk dan melirik tongkat bisbol yang ada di sampingnya, saat dia berdiri tangannya meraih tongkat bisbol itu dan menyerang Noah memakai itu. Apapun akan dia lakukan agar menang.
Tentu saja membuat Noah memundurkan badannya karena menerima serangan dari tongkat bisbol itu secara bertubi-tubi.
Violet yang menyaksikan itu dari tempat persembunyiannya, menggigit bibir bawahnya. Dia bingung membantu siapa, Noah atau Vector?
Kalau dia membantu Noah, dia akan berkhianat dan sewaktu-waktu microbom dalam tubuhnya bisa meledak. Tapi jika dia membantu Vector, dia juga tidak bisa menjamin dirinya akan bebas setelahnya. Kematian akan terus membayanginya.
"Persetan!" umpat Violet sambil melempar balok kayu ke arah Noah.
Sebelum mengambil balok kayu, Noah sempat-sempatnya menoleh ke arah Violet dan mengerlingkan matanya sebelah.
"Dasar mafia cabul!" pekik Violet dalam hatinya. Tapi ada sebuah senyuman terpantri di wajahnya.
Trang! Trang!
__ADS_1
Bunyi dua benda beradu, menangkis setiap serangan dari lawannya. Keduanya kali ini imbang sampai Noah memutar badannya dan memukul punggung Vector dengan balok kayu ditangannya dengan sekuat tenaga.
Bug! Bug!
"Akhhhh!!" Vector mengerang sampai keluar darah dari mulutnya.
Saat dia melakukan serangan balasan, Noah kembali memukul lengan dan kakinya membuat tongkat bisbol yang ada di tangan Vector jatuh ke lantai semen di sana.
"Aku tidak akan bermain-main lagi!" ucap Noah mengarahkan balok kayu di leher Vector tapi sedetik kemudian dia membuangnya. "Aku bisa menghabisimu dengan tangan kosong!"
Drap! Drap! Drap!
Suara langkah kaki terdengar dari anak buah Vector yang dia panggil melalui Lius sebelumnya.
"Tidak akan semudah itu!" balas Vector menyeringai karena merasa bantuan datang untuknya.
"Good bye!" ucap Noah dengan memutar kepala Vector sampai berbunyi.
Kretek!
Bunyi itu sampai terdengar di telinga Violet, gadis itu refleks berteriak saat kepala Vector memutar ke belakang.
Bruk!
Badan Vector langsung ambruk karena lehernya yang patah.
__ADS_1
Suara derap langkah semakin mendekat, Noah berlari mendekati Violet dan akan membawa gadis itu kabur.
"Come on, Vio!" Noah mengulurkan satu tangannya.
Dengan tangan gemetar Violet menyambut uluran tangan itu. Badannya ditarik Noah kepelukannya dan lelaki itu membimbingnya ke tembok pembatas.
"Tutup matamu dan peluk aku!" perintah Noah.
Violet mengalungkan kedua tangannya ke pinggang Noah dengan wajah yang dia sembunyikan di dada raga kekar itu. Dia memejamkan matanya menuruti perintah Noah.
"Ternyata kau jadi penurut sekarang!" komentar Noah sebelum melakukan aksinya.
Mulut Violet menganga ingin menjawab tapi bersamaan dengan suara pintu atap yang roboh karena ditendang beramai-ramai.
Lius dan beberapa bawahan Vector sebelumnya datang dan mengepung Noah.
Di detik itu juga Noah langsung terjun ke bawah membuat Violet berteriak dan semakin mengeratkan pelukannya pada Noah.
Noah menembakkan pengait ke atas setelah pengait itu tertancap barulah dia mengayunkan diri dan menendang dinding kaca gedung dengan sekuat tenaga.
Brak! Pyaaar!
Keduanya mendarat dengan serpihan kaca yang bertebaran tapi Noah berusaha melindungi Violet dengan mendekapnya supaya tidak mengenai serpihan kaca itu.
Bruk!
__ADS_1
Pendaratan yang membuat jantung keduanya terpacu cepat dengan nafas tersengal-sengal. Violet memberanikan diri membuka matanya. Hal pertama yang dia lihat adalah Noah yang berada di atasnya menindih tubuhnya saat ini karena melindunginya.
"Hai," sapa Noah.