
Tukang make up, tukang dekorasi dan koki yang diculik oleh bawahan Noah sudah memasuki Pulau Biru. Mereka semua sangat ketakutan apalagi selalu ditodong senjata kesana kemari.
"Lakukan pekerjaan kalian, maka kalian akan bebas!"
Akhirnya mereka patuh, mereka melakukan pekerjaan mereka untuk mempersiapkan pesta pernikahan Noah dan Violet.
Hari itu, Violet memakai riasan yang cantik dengan gaun pengantin yang pas ditubuhnya.
"Wow, you so beautiful, darling!" ucap Wilson saat mendatangi putrinya dan mengulurkan satu tangannya.
Violet tersenyum, dia menerima uluran tangan itu. "Thanks, Daddy."
"Apa kau gugup?"
"Sedikit!"
Violet memegang lengan Wilson dan keduanya keluar dari rumah besar menuju tempat pernikahan yang sudah di dekorasi sedemikian rupa.
Di sana Noah sudah berdiri menunggu pengantinnya dengan gagah. Berawal dari niatnya untuk balas dendam tapi justru membuatnya menemukan tambatan hatinya.
Janji suci Noah ucapkan dengan lantang begitupun juga dengan Violet. Kini keduanya sudah sah menjadi pasangan suami istri.
"I love you, Violet," ucap Noah menatap Violet.
"I love you too, Noah," balas Violet yang langsung mendapat ciuman dari suaminya.
__ADS_1
Kalau biasanya ciuman pengantin di iringi oleh taburan bunga tapi tidak bagi pasangan pengantin baru itu. Suara tembakan yang justru mengiringi ciuman mereka sampai membuat Violet terkejut bukan main.
"Aku harus membiasakan diri mulai sekarang!" gumam Violet.
*****
Setelah prosesi pernikahan dan pesta, Noah dan Violet memutuskan untuk langsung honeymoon.
Violet sangat senang akhirnya setelah beberapa bulan, dia bisa melihat dunia luar lagi dan tidak bersembunyi.
"Noah, ayo kita jalan-jalan. Aku ingin makan di restaurant dan juga menonton film," ajak Violet.
Tapi Noah bergeming, mereka saat ini berada di salah satu hotel dengan kelas president suite yang Noah pesan khusus untuk acara honeymoonnya.
"Kau tahu apa arti honeymoon, Baby?" tanya Noah dengan santai.
"Binggo, jadi kita..." Noah mengusap-usap dagunya.
"Aku tidak mau!" tolak Violet mentah-mentah. "Aku ingin pergi keluar, kalau kau tidak mau, aku bisa pergi sendiri!"
Violet mengambil coat dan tasnya lalu berlalu meninggalkan kamar hotel itu. Dia ingin berkencan tapi kenapa Noah selalu saja ingin bermain di atas ranjang.
Sementara Noah segera menghubungi bawahannya dan meminta mereka mengikuti Violet. Dia yakin sebentar lagi pasti Violet akan kembali sendiri padanya.
*****
__ADS_1
Violet pergi ke pusat perbelanjaan walaupun bingung mau membeli apa karena semua kebutuhannya sudah dipenuhi oleh Noah.
Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke toko yang menjual perlengkapan bayi.
"So cute!" seru Violet melihat baju-baju bayi di sana. Tapi saat dia sibuk memilih baju beberapa orang mendekat padanya.
"Kau Violet Bill, ya? Kenapa bisa ada di sini? Aku dengar keluargamu menjadi korban pembantaian!"
Violet yang tidak nyaman, pergi dari toko itu. Dia melupakan kalau berita mengenai keluarga Bill sudah tersebar luas.
Belum sampai disitu, saat dia keluar dari toko tampak ada yang mencurigakan terus mengintainya.
"Aku mau makan burger!" gumam Violet yang ingin mengabaikan itu semua.
Violet ke outlet burger tapi si pengintai terus saja mengikutinya dan itu membuat Violet merasa terancam.
"Ck!" decaknya sebal. Violet tidak punya pilihan, dia harus kembali ke hotel agar dirinya aman.
Noah menunggu di kamar hotel dengan hanya memakai bathrobe saja karena dia baru selesai mandi.
Saat pintu kamar hotel di buka, dia tersenyum kemenangan.
"Damn you, Noah!" kesal Violet.
"Kau istri seorang mafia, Baby. Jadi dimana pun kau berada, kau tidak akan pernah aman!" ucap Noah, lelaki itu merentangkan kedua tangannya supaya istrinya mendekat. "Aku tidak ingin bertengkar, kita nikmati waktu honeymoon kita."
__ADS_1
Violet memutar bola matanya malas. "Kalau begini ceritanya, kita hanya pindah tempat untuk bercinta!"
"Iya, tepat sekali!"